panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
28 Oktober 2013
Tegal Milik Golkar
  • Di Magelang Rohmad dan Zamzam Bersaing

TEGAL - Partai Golkar menyapu bersih perolehan suara pemilihan bupati (Pilbup) dan pemilihan wali kota (Pilwalkot) Tegal. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Komisi Pemilihan Umum KPU) Kota Tegal, Golkar yang mengusung pasangan nomor urut tiga Siti Masitha Soeparno-Nursoleh unggul sementara dengan perolehan  35.006 suara atau 45,23%.

Pasangan tersebut mengungguli pejabat petahana Ikmal Jaya- Edy Suripno yang diusung PDIP dengan suara 30.471 (39.37). Posisi berikutnya pasangan nomor urut dua, Muhamad Jumadi-HM Wahyudi mendapatkan suara 7.016 (9,07%), dan pasangan nomor urut empat, Hendria Priatmana- Endang Sutarsih yang diusung Partai Demokrat mendapatkan suara 4.901 (6,33 %). Sementara itu, dari hasil perhitungan cepat versi DPD I Golkar di empat kecamatan di Kota Tegal, pasangan nomor urut satu meraih 42.623 (39,99%), nomor urut dua meraih 9.450 (8,87%), pasangan nomor urut tiga mendapatkan 47.934 (44,98%), dan nomor urut empat sebanyak 6.565 (6,16%). ”Jadi jumlah suara yang kami hitung hingga kini sebanyak 106.572 suara atau 98,57% di 414 TPS dari total 420 TPS yang ada, pasangan nomor urut tiga meraih kemenangan,” terang Ketua Tim Pemenangan pasangan Bunda Sitha- Kang Nur, Amir Mirza.

Ketua KPU Kota Tegal, Saifudin Zuhri Madrais SAg mengatakan, hitung cepat yang dilakukan pihaknya berasal dari 70 persen dari jumlah TPS yang ada di Kota Tegal sebanyak 420 TPS. Proses hitung cepat dihentikan pada 70 persen TPS. Selanjutnya, untuk perhitungan mencapai 100 persen akan dihitung dengan cara manual. Sesuai rencana untuk perhitungan/ rekapitulasi manual akan dilakukan di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 28 Oktober, kemudian di tingkat PPK 30 Oktober dan di tingkat KPU, 2 November 2013.  

Dari hasil Pilbup Tegal, lagi-lagi pasangan yang diusung Partai Golkar berkoalisi dengan PAN dan PPP untuk sementara unggul. Berdasarkan penghitungan sementara KPU, pasangan dokter Moh Edi Utomo-Abasari memperoleh 255.418 (48%). Pasangan tersebut mengungguli calon dari PKB, Enthus Susmono-Umi Azizah 147.564 (27,7%). Dari pasangan PDIP, Rojikin AH-Budhiharto meraup suara 72.207 (13,5%). Partai Demokrat, Gerindra, dan PKPB yang mengusung Himawan Kaskawa-Budi Sutrisno meraih 29.950 (5,6%). Dari PKS yang mengusung Fikri Faqih-Kahar Mudakir 28.425 (5,3%). Perolehan suara tersebut dihitung dari suara yang masuk 522.273 dari 1,1 juta. Sementara itu, hasil quick count Lingkaran Survai Indonesia (LSI) yang bekerja sama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), Edi Utomo-Abasari unggul sementara. Namun, selisihnya hanya 0,1 persen dengan pasangan Enthus Susmono dan Umi Azizah.

Divisi Pemutakhiran Data dan Pemilih KPU Kabupaten Tegal, Akhmad Fauzi SPd menjelaskan, quick count KPU bukan hasil final dan masih sangat mungkin berubah. Karena itu data yang diumumkan ke masyarakat hanya 70 persen dari perolehan suara yang masuk. ”KPU tidak mengacu pada hasil quick count tersebut, namun hasil perhitungan manual yang akan dijadikan dasar untuk menetapkan bupati dan wakil bupati,” katanya.

”Quick count KPU menggunakan server sehingga kemungkinan terjadi error. Ini karena data yang dikirimkan ketua KPPS dilakukan secara bersamaan,” jelasnya.

Sedangkan LSI mencatat, pasangan Rojikin-Budhiharto memperoleh 17,24 persen, pasangan Himawan Kaskawa dan dr Budi Sutrisno (7,47%), pasangan Ahmad Fikri Faqih-Kahar Mudakir (6,90%), pasangan Enthus Susmono-Umi Azizah (34,15%), dan pasangan Edi Utomo-Abasari (34,25%). ”LSI belum bisa memutuskan yang menang. Tapi, berdasarkan penyebaran distribusi suara, kemungkinan menang pasangan nomor lima,” kata Divisi Riset LSI, Laela Fitriyana.

Dijelaskan, data sampel yang masuk 100% pada pukul 15.45. LSI melakukan sampel di 15 TPS yang tersebar di 15 desa,12 kecamatan. Hasilnya, pasangan calon nomor lima menang di empat zona, dan pasangan nomor empat menang di dua zona. Sedangkan, sampling error sekitar 1 persen.

Saat ditanyakan kemungkinan hasilnya berbalik, Devisi Strategi Pemenangan LSI Aryo H menjelaskan, berdasarkan pengalamannya di sejumlah daerah, kendati selisihnya tipis namun biasanya pasangan calon yang unggul bisa menang. Selain itu, Aryo juga memprediksi hasil quick count KPU tidak jauh berbeda dan hasil LSI.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal Firdaus Asyairozi memprotes hasil quick count KPU, pasalnya berdasarkan perhitungan PKB, Enthus menang dengan memperoleh suara sekitar 230 ribu, dan Edi memperoleh 218 ribu. Perhitungan PKB itu berdasarkan formulir C1 yang dilaporkan para saksi pasangan nomor empat itu. ”Kenapa selisih di KPU sampai 100 ribu atau selisih sekitar 20 persen. Ini KPU sudah tidak independen,” tegasnya.

Kawal Ketat

Berkait kemenangan sementara Pilwalkot Tegal yang diraih pasangan Bunda Sitha dan Nursholeh (Kang Nur) langsung menggelar jumpa pers. Mereka mengajak kepada masyarakat Kota Tegal untuk tenang. Kemudian mengawal secara cermat dan teliti proses pemutakhiran pengitungan suara secara manual yang dilakukan KPU Kota Tegal.

Bunda Sitha juga kembali menegaskan, bersama Kang Nursholeh tetap akan menjadi pemimpin yang amanah. Menanggapi hasil hitung cepat KPU, Ikmal-Uyip menyatakan, perhitungan yang dilakukan baru sebatas real count dengan jumlah suara yang masuk baru 70%. 

Kejar-kejaran

Terpisah dari Kabupaten Magelang yang bersamaan menggelar pemilihan bupati (pilbup), dua pasangan calon Rohadi Pratoto-Muhammad Achadi (Rohmad) dan Zaenal Arifin-Zaenal Arifin (Zamzam) bersaing ketat dalam hasil hitungan sementara KPU. Pada saat hitungan sementara dibuka pukul 14.00, pasangan Zamzam unggul cepat dengan perolehan suara dikisaran 36%. Zamzam ditempel ketat Rohmad yang memeroleh 31%.

Beberapa saat kemudian, perolehan suara Zamzam menurun di angka 35 dan kemudian turun lagi di angka 34 persen. Adapun perolehan suara Rohmad meningkat di angka 32 persen. Sampai penghitungan sementara selesai pada pukul 20.02, perolehan suara kedua pasangan bersaing ketat dengan selisih sekitar 2 persen. Zamzam kukuh di 34,33 persen sementara Rohmad sedikit turun ke angka 31,41 persen.
Adapun empat paslon lain terpaut jauh dengan Zamzam dan Rohmad. Pasangan Susilo-Mujadin (SM) yang awalnya diperkirakan akan memenangkan Pilbup Magelang diluar dugaan hanya memeroleh suara dikisaran 14,94% dengan jumlah suara 63.147.

Demikian juga Majidun-Sad Priyo (Maspri) yang diduga akan menjadi kuda hitam Pilbup Magelang, menduduki posisi kelima dengan 28.113 suara (6,47%) di bawah pasangan Muhammad Arwan-Haiban Hajid (Marhaban) yang meraih 37.574 (8.89%). Posisi juru kunci diduduki pasangan independen Handoko-Eko Purnomo yang memeroleh 3.79 persen. Hasil tersebut merupakan perolehan suara sementara Pilbup Magelang dari 1.692 TPS atau 70 persen dari jumlah TPS Pilbup 2.417. ”Sesuai UU Pemilu hanya 70 persen TPS yang boleh dipublikasikan,” kata Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ma’mun Rahmatullah.

Sekretaris Tim Pemenangan Rohmad menjelaskan, perhitungan selesai dilakukan pada pukul 16.00. Hasilnya, Rohadi-Achadi (36,59%) atau 342.388 suara, Zamzam (33,56%) atau 314.035 suara, Susilo-Mujadin (14,27%) atau 133.530 suara, Marhaban (7,56%) atau 70.742 suara, Maspri (5,27%) atau 49.314 suara, Handoko-Eko Purnomo (2,75%) atau 25.733 suara. (D12, H17,H64, G12,K22,H66-90)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER