panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
07 Oktober 2013
INDEPTH
Jerat Hukum bagi Penegak Hukum

Sebagai negara hukum, Indonesia menjadikan hukum sebagai panglima dalam mengatur seluruh aktivitas aparat negara dan masyarakat. Untuk menegakkan hukum, Indonesia membutuhkan aparat yang kredibel dan akuntabel. Sayang, belakangan ada sejumlah aparat penegak hukum yang terjerat kasus, terutama korupsi.

BEBERAPA  kasus korupsi yang diungkap Komisi Pembe­rantas­an Korupsi (KPK), baik melalui operasi tangkap tangan maupun tidak, membuat publik terhenyak. Betapa tidak? Sejauh ini, petugas KPK telah menangkap enam hakim dalam kasus suap terkait penanganan perkara.

Bahkan tiga di antaranya hakim yang ikut mengadili perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pengadilan itu diharapkan mampu menjawab keraguan publik atas pengadilan umum me­ngadili perkara korupsi.

Pertama, KPK menangkap tangan Ibrahim yang merupakan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usa­ha Negara. Dia diduga menerima suap dari seorang pengacara terkait penanganan kasus sengketa tanah di Jakarta Barat pada Selasa, 30 Maret 2010. Saat tertangkap, KPK mendapati uang Rp 300 juta  di da­lam sebuah tas kresek warna hitam. Uang tersebut dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Kemudian, pada 1 Juni 2011, KPK menangkap hakim Syarifuddin Umar. Hakim pengawas Pe­nga­dilan Negeri Jakarta Pusat itu tertangkap sesaat setelah menerima uang dari kurator  PT Skycamping Indonesia Puguh Wiryawan.

Petugas KPK berhasil menyita uang senilai Rp 250 juta dalam tiga buah amplop cokelat yang dimasukkan dalam tas kertas merah. Pemberian uang itu diduga terkait putusan pailit terhadap PT Skycamping Indonesia.

Selain itu, petugas KPK juga menemukan 116.128 dolar AS, 245.000 dolar Singapura, 20.000 yen Jepang, dan 12.600 riel Kamboja, di rumah Syarifuddin. Jika da­lam rupiah, uang tersebut senilai le­bih dari Rp 3 miliar. Uang tersebut ada yang ditemukan di laci, di­ikat dengan karet, ada yang ditaruh di amplop, dan seba­gai­­nya.

Bahkan, uang 20.000 dolar AS (sekitar Rp 160 juta) dite­mu­kan hanya diikat dengan karet gelang.

Bahkan, se­bagian uang tersebut ada yang ditemukan di atas langit-lagit rumah.

KPK juga me­nangkap Imas Di­a­­na­sari,  hakim Pe­ngadilan Hu­bungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 30 Ju­ni 2011.

Bersama Imas, KPK menangkap Manajer Administrasi PT Onamba Indonesia (OI), Odi Juanda. Kedunya ditangkap di Restoran La Ponyo di Cinunuk, Bandung. Imas menerima imbalan Rp 200 juta dari Odi. Imbalan tersebut dimaksudkan agar gugatan serikat pekerja terhadap PT OI bisa ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). PT OI digugat terkait pemutusan hubungan kerja yang dipicu aksi mogok kerja oleh para pekerjanya.

Di Semarang

Lembaga antirasuah itu juga menangkap dua hakim, Kartini Juliana Magdalena Marpaung dan Heru Kisbandono di halaman gedung Pengadilan Negeri Semarang usai menerima Rp 150 juta dari Sri Dartutik terkait penanganan perkara Ketua DPRD Grobogan M Yaeni, pada 17 Agustus 2012.

Kemudian, KPK menangkap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono di ruang kerjanya bersama seorang dari swasta, Asep Triana pada Jumat, 22 Maret lalu. Dalam penangkapan tersebut KPK menemukan ratusan juta rupiah dalam bentuk rupiah dan dolar AS.

Tidak hanya yang ditangani KPK, kasus yang melibatkan penegak hukum juga pernah ditangani kejaksaan, di antaranya kasus hakim Muhtadi Asnun yang terjerat kasus suap Gayus. Dia memvonis bebas pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu dalam kasus penggelapan pajak dan pencucian uang.  Saat diperiksa di Komisi Yudisial (KY), Asnun menyatakan menerima Rp 50 juta dari Gayus sehari sebelum pembacaan putusan pada 12 Maret 2011.

Ketua Pengadilan Negeri Tangerang itu dijerat pasal gratifikasi yang diatur dalam Pasal 5, 6, dan 12 Undang-Undang Nomor 31/1999 jo 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Tidak hanya hakim, jaksa pun ada yang terjerat kasus hukum. KPK beberapa  kali menangkap tangan jaksa. Namun yang paling fenomenal saat lembaga antirasuah itu menangkap Urip Tri Gunawan yang menerima uang suap 660.000 dolar AS dari pengusaha Artaliya Suryani. Urip merupakan salah satu Ketua Tim Penyelidik kasus BLBI.

Adapun kasus yang berhasil diungkap KPK tidak melalui operasi tangkap tangan, di antaranya menjerat mantan kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo. Sementara, pihak kepolisian juga pernah menjerat mantan kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji. Susno yang saat itu masih jenderal bintang tiga aktif diduga menerima uang sogokan Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus yang menyangkut PT Salmah Arowana. Susno juga dijerat dalam kasus korupsi penggunaan dana pengamanan pemilihan kepala daerah Jawa Barat pada 2008 sebesar Rp 4 Miliar, saat menjabat menjadi Kapolda Jawa Barat.

Kasus paling mutakhir, KPK menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang kini sudah dinonaktifkan. Dia ditangkap di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III No 7 Jakarta Selatan.  Dari penangkapan ditemukan barang bukti berupa uang dalam amplop coklat sebesar 284.050 dolar Singapura dan 22 ribu dolar AS. Uang tersebut diduga terkait kasus sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas.

Akil juga dijerat kasus dugaan suap dalam sengketa pilkada Lebak, Banten. KPK berhasil menyita barang bukti uang pecahan Rp 50 dan Rp 100 ribu dengan total keseluruhan Rp 1 miliar. Kasus ini juga menjerat Tubagus Chairi Wardana alias Wawan yang merupakan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Saat dilakukan penggeledahan, KPK kembali menemukan uang senilai Rp 2,7 miliar dalam pecahan dolar AS dan rupiah dalam sebah tas di rumah dinas Akil. Penyidik KPK juga menemukan narkoba di ruang kerja Akil, temuan tersebut diserahkan kepada pihak kepol­isian. (Mahendra Bungalan-71)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER