panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
05 Oktober 2013
Pondok Pasujudan Al Luwung Digempur
  • Dianggap Ajarkan Aliran Sesat

SRAGEN - Dianggap mengajarkan aliran sesat, Pondok Pasujudan Bumi Arum Santri Al Luwung di Dukuh Bedowo, Jetak, Sidoharjo, pukul 10.30 kemarin digempur.

Penggempuran dilakukan secara simbolis oleh pimpinan pondok Anto Miharjo atau Gus Antok, kemudian dilanjutkan Edy Lukito pimpinan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) serta warga Dukuh Bedowo.

‘’Penggempuran dilakukan di lokasi pasujudan yang ada simbol kesyirikan,’’ tutur Drs H Fachruddin MAg dari Kemenag Sragen didampingi Edy Lukito. Di antaranya, lokasi pasujudan maupun gapura bertuliskan ‘’Pasujudan Bumi Arum Santri Luwung’’. Bangunan pasujudan seluas 2.500 m2 yang mendapat izin sebagai Pondok Pesantren itu artistik, mirip bangunan candi.

Adapun tembok keliling terbuat dari batu bata mirip bangunan tembok Majapahit. Warga masyarakat menganggap pondok itu mengajarkan aliran sesat, dan minta pasujudan itu digempur. Sebelumnya warga juga menyegel tempat tersebut. Upaya dialog ditempuh sejak sepekan terakhir, namun warga bersikukuh agar pasujudan itu dirobohkan.

Puncak pertemuan warga dan Gus Antok serta kalangan pejabat, digelar kemarin. Taru Tri Pardiyono warga RT 02 RW 07 Bedowo mengatakan, Gus Antok mengajarkan aliran sesat dan syirik, mengajarkan Kitab Layang Ijo. Di antaranya ritual tobat mandi pada malam hari di kolam dengan bertelanjang. ‘’Itu menyimpang dari ajaran Islam,’’ tuturnya.

Bertobat

Ketua MUI KH Minanul Azis mengatakan, semula ratusan warga Bedowo berniat menghancurkan pondok itu secara beramai-ramai. Namun dicegah Dandim 0725 Letkol Inf R Wahyu Sugiarto, Kapolres AKBP Dhani Hernando, Sekda Tatag Prabawanto, serta Kemenag, MUI dan LUIS.

Di hadapan Forum Pimpinan Daerah (dulu Muspida), tokoh agama dan tokoh masyarakat, saat bertemu di rumah Agus Wahyono Ketua RT 04 Bedowo, Gus Antok menyatakan bertobat. Dia minta maaf ke warga Bedowo dan minta bimbingan MUI.

LUIS dan MUI puas dengan pernyataan tobat Gus Antok. Sekda Tatag dan tokoh agama menyarankan warga Bedowo menerima tobat lisan Gus Antok. Untuk menunjukkan keseriusan dia bertobat, Gus Antok didampingi ratusan warga Bedowo berjalan dari rumah Agus Wahyono menuju Pondok Pasujudan Al Luwung.

Di lokasi itu, Gus Anto diberi martil besar dan memukul batu bertuliskan ‘’Pasujudan’’ hingga terbelah. Dia juga mengawali menggempur gapura, serta simbol-simbol yang dianggap syirik. Ratusan warga yang menyaksikan penggempuran berkali-kali berteriak, ‘’Allahu Akbar... Allahu Akbar...!!.’’ (nin-26,15)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER