panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
04 September 2013
Hentikan Diare Bayi dengan Bubur Tempe
  • Oleh Bimosekti Wiroreno

Anak saya  umur

10 bulan  dirawat di rumah sakit karena diare, oleh dokter

diberi  bubur tempe.

Benarkah  tempe bermanfaat  bagi 

anak  saya   dan bolehkah  diberikan terus setelah

sembuh  ?

 

Pertanyaan di atas sering diajukan dalam praktek sehari hari, nampaknya masih ada keraguan di masyarakat ten­tang manfaat ma­kanan ”tradisional” ini walaupun  sudah  sejak lama para ahli  bahkan dari luar negeri  mempublikasikan tentang tempe, salah satunya  ada­lah Herdger .

Herdger dari ”Departemen Botany dan Mikrobiologi University College of  Wales” tiga puluh tahun yang lalu    mem­publikasikan secara de­til tempe  Indonesia  dalam tulisannya  yang ber­judul:  Production of Tempe  an Indo­ne­sian Fer­mented Food.

Di kalangan kedokteran, makanan ini sangat menarik perhatian, terbukti berbagai penelitian dilakukan dan semuanya menunjukkan manfaat yang positif , antara lain Hadju V dkk dari Sulawesi, Yati  Soenarto  dkk 1997 ,  Sri Yuniati Har­ti­ningrum  2010   bahkan  ber­manfaat  ter­hadap  kasus  sirosis hati oleh Ratnasari N dari Universitas  Gajah Ma­da.

Ign  Sudigbia  Partawihardja juga sudah membuktikan manfaat makanan tersebut dalam sebuah disertasi Doktor  di  Universitas  Diponegoro  dengan  judul :  Pengaruh Suple­men­tasi Tempe terhadap kecepatan tumbuh pada penderita diare anak umur 6 bulan - 24 bulan .

Tempe  makanan khas Indonesia  yang keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun lalu, sebagai bukti ma­kanan ini terdapat dalam Serat Centini  dari Keraton Surakarta tahun 1815.

Makanan  fermentasi  dari bahan dasar kedelai atau  kacang kacangan  lain, cara pem­buatan ditambah  jamur    untuk  proses fermentasinya. Ja­mur yang dipergunakan  adalah  Rhizopus oligosporus.

Beberapa sifat penting dari Rhizopus oligosporus antara lain  aktivitas enzimatiknya, kemampuan menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin-vitamin B, mampu menghidrolisis senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga mudah dicerna.

Dalam proses produksi tempe, selain jamur ternyata juga terdapat beberapa bakteri  yang  output-nya  juga  berbeda beda .

Tempe di Sidoardjo  disebutkan memiliki banyak bakteri Klebsiella  yang menghasilkan  vitamin B 12  sedangkan di Malang banyak mengandung bakteri  R. Oryzae penghasil asam laktat dan mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino.

Mengapa  Bermanfaat ?

Manfaat dari segi gizi adalah proses  fermentasi oleh jamur akan menghancurkan zat gizi makro menjadi zat dengan berat molekul rendah  dan daya larut dalam air yang tinggi .

Nilai Protein Efficiency Ratio (PER)  tepung  tempe adalah  2,43 dan  ini hampir setara dengan PER standar referensi kasein susu sapi yaitu 2,50. Penyerapan  di usus  lebih baik dan fermentasi  juga meningkatkan penyerapan mikronutrien seperti Zn,Fe ,Mn Ca dan P dan  menghancurkan faktor ñfaktor  anti nutrisi misalnya penghambat tripsin lan lektin.

Tempe juga  terbukti meningkatkan jenuh transferin  yaitu salah satu  parameter gizi yang berkaitan dengan  zat  besi.

Di luar segi gizi, ada manfaat yang sulit di­tan­dingi oleh bahan makanan lain  yaitu :  kemampu­an melawan  proses infeksi usus.

Dari berbagai penelitian , tempe  terbukti me­rupakan anti bakterial yang menghambat  pertumbuhan  beberapa  bakteri  patogen  misalnya  Stafilokokus aureus,  Bacillus subtilis , Strep­tokokus dan lain lain.

Kelebihan lain  adalah :  mempunyai kemampuan  menghambat  adhesi ñinhibisi  bakteri  Enterotoxicogenic Escheria coli  ( ETEC)  sehingga kolonisasi bakteri  tersebut  akan terhambat. 

Kemampuan menghambat  adhesi ñinhibisi bakteri  ini sangat penting karena ETEC  merupakan salah satu  penyebab  diare berat pada anak.

Bubur tempe ternyata sangat bermanfaat untuk memperpendek masa diare dan mening­katkan berat badan setelah diare.

Bubur tempe yang diproduksi oleh pabrik maupun dari tempe tradisional dapat mengurangi gejala lebih baik dibandingkan dengan formula kedelai. Tempe lebih mudah dicerna karena kandungan asam lemak bebas, peptida, dan asam amino yang tinggi. Proses peragian tempe menghasilkan vi­tamin B. Kecuali itu selama proses produksinya terjadi pengurangan jumlah rafinose dan stakiose, sehingga keluhan kembung yang disebabkan kedua zat tersebut telah berkurang.

Dapatkah ( bubur)   tempe diberikan setelah anak sembuh dari diare ?

Logika-nya pasti bisa karena  pada  anak dengan  struktur  mukosa  usus yang terganggu   tempe  terbukti   bermanfaat, maka  pemberian pada  anak dengan usus yang  sehat penyerapan pasti lebih baik lagi .

(1) Tempe mempunyai pengaruh positif terhadap hari berhentinya diare  ,

(2) Berpengaruh  bermakna  terhadap kecepatan tumbuh anak selama terapi  nutrisi dan selama   3 bulan pasca  diare .

(3) Berpengaruh positif terhadap kejadian sakit dan kejadian ulang diare.  Kelompok yang mendapat tempe terbukti  mempunyai angka kejadian sakit  terendah dibanding kelompok lain.

Berdasarkan penelitian, anak yang mendapat bahan makanan campuran tempe-terigu ber­henti diare setelah 2,39 ± 0,09 hari, lebih cepat bila dibandingkan dengan anak yang mendapat bahan makanan campuran beras-susu (rata-rata 2,94 ± 0,33 hari).

Se­bu­ah studi uji klinis randomized controlled double-blind yang dilaku­kan oleh Soe­narto et al (1997) me­nunjukkan bahwa formula yang ber­bahan dasar tempe dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat ba­­­dan setelah menderita satu epi­so­de diare akut.­(11)

– dr Bimosekti Wi­ro­reno SpA, RS Her­mina Panda­naran  Se­ma­rang


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER