panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
04 September 2013
Miss World Mirip Miss Indonesia

DENPASAR - Ajang ratu kecantikan sejagat,  akan dimulai. Peserta mulai berdatangan untuk menjalani karantina di Nusa Dua, Bali. Namun rencana penyelenggaran Miss World ke-63 di Indo-nesia masih menuai pro dan kontra. Pemerintah mengaku masih mengkaji tentang kontes yang akan digelar di Indonesia tersebut. “Pemda sudah mempersilakan. Persiapan sudah cukup lama,” kata Menteri Pemberdayaan Perem-puan Linda Gumelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Menurutnya, sekarang yang terpenting bagaimana sosialisasi dan menggelar acara yang sesuai dengan budaya Indonesia, sehingga bisa diterima masyarakat. “Soal konten sudah dari dulu disesuaikan dengan kondisi, baju, dan se-galanya,” tuturnya.

“Sudah pasti tidak pakai bikini. Bahkan pakai produk-produk dari Indonesia. Kalau ada pro dan kontra, perlu difasilitasi agar semuanya paham,” imbuhnya.

Menteri Agama H Suryadharma Ali menilia kontroversi adalah hal yang wajar dalam iklim yang demokratis. Namun demikian pihaknya meminta semua pihak tetap berpikir sesuatu yang memberikan maslahat bagi bangsa. ”Untuk itu, saya meminta semua pihak agar memperhatikan seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kalau kementerian yang lain punya acuan, kami pun punya acuan yaitu MUI,” kata Menag usai penandatanganan program pengendalian gratifikasi di Kemenag, di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, kemarin.

Tata Krama

Terpisah anggota DPR, Vera Febyanty menilai Miss World kali ini jauh lebih baik dan baguss. “Apa bedanya dengan penyanyi kita yang tampilkan keseronokan di layar kaca. Miss World sama kok seperti Miss Indonesia,” kata Vera. Ia menambahkan, selama mengikuti tata krama dan tradisi Indonesia seperti tidak memakai pakaian bikini dan pakaian vulgar, tak ada masalah. “Kalau ada sesi pakai pakaian bikini atau pakaian renang one piece di Bali tak apa-apa karena Bali memungkinkan kondisinya seperti itu. Tapi kalau pakaian bikini dan renang diadakan di Jakarta, memang tak cocok,” ungkap politikus Partai Demokrat itu.

Ia mengimbau semua pihak untuk berpikiran positif terkait diselenggarakannya Miss World tersebut. “Miss World itu selain menampilkan kecantikan, juga menampilkan sisi lain yang tak kalah penting, yakni kecakapan, ilmu pengetahuan, tingkat kepribadian seorang wanita,” katanya.

Terkait dengan penolakan sejumlah pihak, ia menilai, hal itu akan menimbulkan ketidakpercayaan asing terhadap Indonesia. “Tentunya target pariwisata tak tercapai. Ini juga menghambat iklim ekonomi kita. Jadi kita harus pandang positif pagelara Miss Word dan jangan dipolitisasi,” kata Vera.

Anggota DPR RI, Miryam S Haryani mengatakan, pelaksanaan Miss World akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.  (F4,viva,ant-25,80)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER