panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
27 Agustus 2013
Jaringan Perdagangan Senjata Dibongkar

JAKARTA - Polisi berhasil membongkar jaringan perdagangan dan pabrik senjata api (senpi) ilegal. Kepala Penerangan Satuan Humas Mabes Polri, Kombes Rana S Permana mengungkapkan, terduga teroris Ramli alias Iqbal Khusaini (IK) alias Adrian Alamsyah alias Rian alias Rambo diduga menjadi pengedar senjata jenis FN dan air Soft Gun.

IK diduga bisnis jual beli senjata api ilegal sejak 2010 dengan harga jual Rp 8 juta-Rp10 juta per senjata. ”Jenis senjata FN dan air soft gun yang disita sebanyak 17- 18 pucuk dan 106 butir peluru 32 milimeter,” ujar Rana di Mabes Polri, Senin (26/8). IK ditangkap bersama tiga jaringannya, yakni MR, EK dan R di Cipayung, Jakarta Timur oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror pada Selasa (20/8).

Menurut Rana, senjatasenjata tersebut berasal dari industri pembuatan senjata ilegal di Cipacing, Bandung, Jawa Barat. ”Setelah tim Densus 88, Polda Metro, dan Polda Jabar melakukan pengembangan terhadap yang bersangkutan dan mendapat informasi dari masyarakat, ditemukan beberapa peluru.”

Anjungan Jateng

Rana mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara diketahui, Aris Widagdo merupakan jaringan IK. Widagdo merupakan pemilik sepucuk senjata api kaliber 9, 479 butir peluru kaliber 7,62, satu tas berisi alat pancing, lima butir peluru karet, lima butir selongsong, 20 butir peluru jenis lain, kerangka pistol dan benda lainnya yang ditemukan di penginapan Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Rana mengatakan, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti lainnya dari jaringan tersebut di rumah kontrakan di Bandung, yakni 4 ribu peluru dan 2 jenis senpi kaliber 5,56 dan 7,62 mm ”Selain itu, polisi berhasil menangkap dua pelaku, namun belum bisa disampaikan. Orangorang yang betul-betul pengrajin.

Mereka di daerah Jabar,” ujarnya. Dia mengatakan, Densus juga menangkap tiga terduga teroris lainnya yang identitasnya masih dirahasiakan. ”Barang bukti yang disita pen gun (senjata pulpen), senjata api FN rakitan, peluru kaliber 28 dengan peluru sebanyak 50 butir, kaliber 22 peluru 25 butir, lalu cetakan magasin, alat sablon, dan mesin bubut serta alat bor,” ujarnya.(K24-71)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER