panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
11 Agustus 2013
Rem Blong, Bus Tabrak Sedan dan 2 Motor
12 ORANG TEWAS
image

BANYUMAS - Kecelakaan maut terjadi pada H+2 Lebaran di jalan raya Banyumas-Buntu, tepatnya di Dusun Grumbul Tambakbaya, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Sabtu (10/8), pukul 13.15. Sebanyak 12 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Bus PO Karya Sari nomor polisi AA-1654-CD jurusan Purwokerto- Yogya-Solo yang mengangkut sekitar 25 penumpang menabrak sedan Toyota Corolla Z-1401-BV dan dua sepeda motor masing-masing Honda Kharisma B-5041-NN dan Yamaha Mio B-6532-VFF.

Korban tewas, terdiri tujuh perempuan dan lima laki-laki. Sampai Sabtu malam baru empat korban yang sudah teridentifikasi. Mereka adalah Panji (8) asal Kaligesing, Purworejo, Teguh Pribadi (49), warga Popongan, Kecamatan Banyuurip, Purworejo. Selanjutnya Galuh Prama Putra (12), warga Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, dan Muslihatun Umamah (25), warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Brebes. Korban yang tewas dititipkan di kamar jenazah RSU Banyumas.

Kapolda Irjen Pol Dwi Priyatno menyebutkan, kecelakaan tersebut merupakan insiden yang terburuk dalam Lebaran ini. ‘’Melihat jumlah korban meninggal, kecelakaan di Banyumas merupakan kecelakaan paling menonjol saat digelarnya Operasi Ketupat Candi 2013. Operasi ini masih berlangsung sekitar seminggu lagi.

Mudah-mudahan ini kecelakaan yang terakhhir dan tidak ada kecelakaan lagi selama digelarnya Operasi Ketupat Candi 2013,’’ kata Dwi Priyatno saat berada di lokasi kecelakaan. Selanjutnya Galuh Prama Putra (12), warga Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, dan Muslihatun Umamah (25), warga Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Brebes.

Korban yang tewas dititipkan di kamar jenazah RSU Banyumas. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan 10 orang luka berat dan 23 orang lainnya luka ringan. Korban luka berat yang dirawat di RSU Banyumas berjumlah enam orang, satu di antaranya sopir bus bernama Suryanto (50), asal Jetis, Kebumen, dan 14 orang lainnya yang luka ringan.

Selain di RSU Banyumas, ada 13 korban lainnya yang dirawat di RS Siaga Medika, yakni empat korban luka berat dan sembilan orang korban luka ringan.

Dari penuturan sejumlah warga, saat menuruni jalan di Grumbul Tambakbaya, Pageralang dari arah utara atau Purwokerto ke Buntu, bus sudah oleng. ‘’Bus yang mestinya menikung ke kiri, bablas lurus. Dari arah selatan (arah Buntu-Purwokerto) ada mobil sedan dan dua motor di belakangnya yang lagi belok tertabrak dan terseret hingga masuk ke jurang,’’ kata Tono (48), warga Pageralang yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Mobil sedan dan motor yang terseret pun tertindih bus hingga ringsek dan tertinggal di tebing di samping jalan sekitar lima meter dari bibir jalan. Sedangkan bus terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 15 meter. Sopir bus Suryanto yang masih bisa diajak komunikasi menuturkan, ketika sampai di jalan menurun di Dusun Grumbul Tambakbaya, ia berusaha mengerem laju bus. ‘’Saya berusaha mengerem, tetapi remnya blong. Bus terus melaju kencang.

Sampai di tikungan, saya sebenarnya mau ban-ting setir ke kiri, tetapi di tepi jalan banyak orang sehingga saya ke kanan. Tapi dari arah bawah ada sedan sehingga bus menabrak sedan dan motor yang ada di belakangnya,’’ tuturnya.

Penumpang Teriak

M Sodik, asal Bumiayu, salah seorang penumpang yang selamat menyatakan, saat bus melaju dengan kencang semua penumpang berteriak Allahu Akbar. ‘’Banyak yang berteriak Allahu Akbar,” kata M Sodik.

Saat kecelakaan tersebut, dia duduk di bangku nomor dua sebelah kiri dekat pintu keluar. Namun dia tidak mengetahui jika di depannya ada kendaraan lain, tiba-tiba dia sudah berada di dasar jurang. ‘’Saya masih sadar, saya langsung naik ke atas dan saya lihat banyak korban berserakan di pinggir jalan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan jika dirinya tidak bisa menolong korban lainnya yang sempat terjepit. Dia hanya mendengar orang merintih, setelah naik dia langsung ditolong oleh warga sekitar. “Saya langsung ditolong warga,” ujarnya.

Usai kejadian, warga bersama polisi, TNI dan PMI langsung mengevakuasi korban dari dalam jurang. Selain mengevakuasi korban yang meninggal dan luka-luka, sedan dan motor yang ringsek pun dievakuasi dengan mobil derek. Pada evakuasi pertama, Kapolres Banyumas AKBPDwiyono SIK MSi mengatakan, ada lima orang yang tewas di lokasi kejadian.

Setelah korban luka berat lainnya dilarikan ke RSU Banyumas dan Siaga Medika Banyumas, diketahui lima orang ditemukan tewas. Setelah berhasil mengevakuasi mobil sedan dan motor serta beberapa korban, bus yang masuk ke dalam jurang pun langsung dievakuasi sore itu juga. Sekitar pukul 17.00, bus PO Karya Sari bisa dievakuasi.

Petugas dari Polres Banyumas, TNI dan dari relawan kembali menyisir dasar jurang. Di dasar jurang ditemukan lagi dua korban tewas. Sekitar pukul 17.45, dua korban tewas bisa dievakuasi. Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Dwi Priyatno yang sedang berada di jalur pantura, langsung meluncur dan cek lokasi kejadian.

Atas kejadian itu,lanjutnya, polisi telah memeriksa sopir bus dan beberapa keterangan saksi. ‘’Pengakuan sopir, rem blong,’’ kata Kapolda. Kapolda mengatakan dari 12 korban meninggal dunia itu, belum semuanya bisa teridentifikasi. Polisi sedang berusaha mencari identitas para korban meninggal dari keterangan saksi, keluarga dan melakukan upaya identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification(DVI).

Kecelakaan Tunggal

Sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi di Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong, Kebumen, saat perayaan Lebaran (8/8). Satu keluarga mengalami kecelakaan tunggal. Tiga orang di antaranya tewas.

Tiga korban meninggal dunia yakni Makmun Toha (42) sang suami beserta istrinya Djaminah (38) serta seorang anaknya bernama Gayuh Aulia (9). Dalam kecelakaan itu, hanya satu anaknya bernama Sania (7) yang selamat.

Mereka ada wargaRT 05 RW 02 Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong. Kecelakaan tunggal itu bermula saat keluarga itu akan pergi bersilaturahmi ke rumah orang tuanya di Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong.

Mereka berempat mengendarai sebuah sepeda motor Honda Astrea Grand. Pasangan suami istri tersebut meninggal dalam perjalan menuju rumah sakit, sedangkan sang anak Gayuh Aulia sempat koma di RSUD Kebumen akibat pendarahan otak. Sehari setelahnya, dia meninggal.

Sejak Operasi Ketupat Candi 2013 digelar hingga Jumat (9/8) telah terjadi 452 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal 54 orang, luka berat 54 orang dan luka ringan 687 orang. ‘’Kalau sampai hari Sabtu (10/8) berarti ditambah dengan kejadian di Pageralang,’’imbuh Kapolda.

Sementara, Bus Harapan Jaya jurusan Madiun-Jakarta AG 7538 UR mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Tetep, Jalan Lingkar Selatan Salatiga, semalam, sekitar pukul 21.00. Kecelakaan diduga karena kerusakan salah satu bagian sasis bus, sehingga oleng dan menabrak jembatan. (G23,fz,J19,J12-90)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER