panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
06 Agustus 2013
Srikandi BF Tuntang Tangkar Aneka Burung
Banting Usaha, Rela Jual Apa Saja

BISNIS tidak harus dimulai dari rasa senang terhadap apa yang akan dijual. Tapi, lebih pada peluang usaha dan keuntungan yang menjanjikan. Keyakinan ini yang dijalankan Riyanto, warga Cikal, Desa/Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Meski bukan penggemar burung, dia kini memiliki usaha penangkaran yang cukup besar di Tuntang. Anakan burung yang dihasilkan pun berharga mulai Rp 600.000 hingga Rp 12 juta per pasang.

Bisnis penangkaran itu dimulai sejak 2010. Pemilik Srikandi Bird Farm (BF) itu rela menjual barang-barang yang dimilikinya. ”Sebelumnya saya ternak sapi hingga 100 ekor lebih. Karena saya optimistis bisnis penangkaran burung menjanjikan, saya menjual semua sapi, mobil, dan beberapa motor saya untuk modal awal. Total modal sekitar hampir Rp 2 miliar,” kata Riyanto di salah satu kandangnya di RT 01 RW II Dusun Gading, Desa/ Kecamatan Tuntang.

Selain di Gading, dia juga memiliki dua kandang yakni di Cikal, Tuntang atau belakang Kecamatan Tuntang, dan Perumnas Kodam IV Candirejo Tuntang. Adapun jenis burung yang ditangkarkan mulai dari jalak putih, jalak mandarin, jalak bali, cucakrawa, murai batu, kacer, dan cucak ijo yang kesemuanya jenis pemakan serangga. Selain itu, ada kenari, backstrud (emprit afrika), emprit jepang, lovebird, dan segala jenis kenari (pemakan biji-bijian). Untuk cucakrawa ada 20 pasang indukan, jalak 600 pasang, kenari 300 pasang, backstrud 10 pasang, lovebird 30 pasang, emprit jepang 50 pasang, cucak ijo 15 pasang, dan murai batu 30 pasang indukan.

Rp 12 Juta Sepasang

”Pemasaran kami bisa lewat online. Kami juga memiliki pelanggan dari distributor besar dari Solo, Semarang, dan Bandung yang langsung datang ke Tuntang. Ada juga pedagang-pedagang lokal yang sudah kenal, banyak yang kulakan di sini,” kata dosen Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang tersebut.

Menurutnya, harga sepasang anakan umur dua bulan, paling murah jalak uren hitam yakni Rp 750.000, dan paling mahal anakan jalak bali Rp 12 juta sepasang (jantan dan betina). Menurut dia, dengan modal hampir Rp 2 miliar bisa break event point (BEP) atau kembali modal sekitar 1,5 tahun. Hal ini lah yang membuat Riyanto berani meminjam modal lagi melalui dana KUR di Bank Jateng Rp 700 juta.

”Pada 2014 saya menargetkan memiliki usaha bisnis penangkaran burung terbesar di Jateng, dan 2016 berobsesi terbesar se-Indonesia. Saat ini, saya menyiapkan lahan 1,5 hektare. Usaha ini nantinya bisa menjadi wisata edukasi untuk pelajar dan umum,” papar Riyanto.
Kini, dia mempekerjakan tujuh orang yang setiap bulan dibayar Rp 8 juta. Adapun untuk pakan Rp 5 juta/bulan. ”Sekarang, saya bisa menikmati keuntungan bersih yang bisa dibilang lumayan,” ucapnya. (Rony Yuwono-64)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER