panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
02 Juli 2013
Dua Tersangka Salah Kelola Limbah
  • Ledakan di DPRD Jateng

SEMARANG - Dua tersangka akan ditetapkan oleh kepolisian, menyusul insiden ledakan di dekat gedung DPRD Jateng pada Minggu (30/6).

Tersangka terdiri atas karyawan dan pemilik CV Veromon, perusahaan yang menangani fumigasi di gedung tersebut. Keduanya dinilai lalai mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga menyebabkan ledakan di selokan sebanyak 40 kali.

Limbah tersebut berasal dari cairan phosphine yang digunakan untuk menghilangkan hama di ruang-ruang arsip di gedung Dewan. Tetapi usai membasmi hama di lantai III, prosedur penguraian limbah tidak dijalankan. Limbah seharusnya dicampur air deterjen hingga berbusa, kemudian didiamkan selama 1-2 jam, tetapi karyawan hanya mendiamkan selama 1-2 menit.

Sesuai prosedur, limbah itu harus dikubur di dalam tanah dengan kedalaman setengah meter. Tetapi karyawan membuang limbah melalui saluran air di lantai dua. Tak lama kemudian terjadi ledakan. Ledakan dipicu reaksi kimia 40 mangkuk plastik kecil serbuk limbah di selokan, karena tidak diurai dengan air.

Kesimpulan itu mengemuka dari gelar perkara di Mapol­restabes Semarang, Senin (1/7). Rohman (28), karyawan, dan Doni Tri Nugroho (33), pemilik per­usahaan yang berkantor di Ga­jahmungkur, Semarang itu segera ditetapkan sebagai tersangka.

Doni mengaku anak buahnya lalai menjalankan tugas mengurai limbah. Karyawan lain yang menempatkan phosphine sudah menjalankan tugas sesuai prosedur. “Saya mohon maaf. Ini human error. Seharusnya dikubur, tapi ini dibuang ke saluran air,” kata Doni yang sudah tiga tahun berkecimpung dalam jasa pembasmian hama di berbagai instansi itu.

Prosedur Salah

Rohman yang bekerja di perusahaan itu selama dua tahun mengakui keteledorannya, karena terburu-buru membuang ke sekolan yang tidak berair. Aki­batnya limbah terhalang di dalam selokan, bereaksi, lalu meledak. “Sudah saya campur dengan deterjen, tapi pembuangannya salah,” kata dia.

Menurut Doni, pengerjaan fumigasi dengan nilai Rp 100 juta itu merupakan penunjukan langsung oleh Sekretariat DRPD Jateng. Fumigasi dilakukan sejak 14 Juni lalu di semua ruangan di lantai I dan II, kemudian lantai III dikerjakan mulai 28 Juni hingga 30 Juni. Phosphine yang berbentuk tablet dan dijual bebas itu diletakkan di mangkuk, kemudian dibiarkan selama dua hari di dalam ruangan agar mengurai sendiri. Usai dua hari, udara ruangan disterilkan dari paparan zat itu dengan blower, sedangkan limbah harus dikubur.

Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 103 atau 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Per­lindungan dan Pengelolaan Ling­kungan Hidup junto PP No 18 Tahun 1999 tentang Pe­ngelolaan Limbah Bahan Ber­ba­haya dan Beracun. Aturan pengelolaan limbah B3, katanya, rigid dan rumit, karena kelalaian bisa mengakibatkan kerusakan dan kebakaran.

“Jadi ini peringatan agar limbah dikelola sesuai aturan. Besok (hari ini-Red) akan dibuat surat untuk dua orang ini sebagai tersangka dan kemudian ditahan,” ujar Elan. (H74,K44,J17-59)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER