panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
26 Juni 2013
Grobogan Miliki Ribuan Pusaka Kuno

GROBOGAN - Ribuan pusaka Jawa berbagai jenis seperti keris dan tombak peninggalan Kerajaan Mataram, Majapahit, serta Pajang tersimpan di Kabupaten Grobogan. Untuk menggugah pemahaman serta nguri-uri kebudayaan Jawa, benda pusaka tersebut dipamerkan dalam Gelar Pusaka Jawa di Pendapa Kabupaten setempat, Selasa (25/6) kemarin.

”Saat ini yang digelar atau dipamerkan hanya sekitar 700 pusaka. Sisanya di tangan pemilik. Ada yang tidak berani mengeluarkan dari tempat penyimpanan, dan sebagian lagi masih berada di beberapa titik lokasi yang hanya diketahui orang tertentu,” kata pendiri Kasepuhan Wijoyo Kusumo, Eyang Sukardi, di sela-sela mendampingi Wabup H Icek Baskoro SH mengamati pusaka kuno, kemarin.

Menurutnya, pusaka keris dan tombak banyak tersimpan di Grobogan. Pasalnya, kabupaten terluas se-Jateng ini posisinya berada di antara segitiga kerajaan. Sebelah barat kerajaan Pajang, Kerajaan Majapahit (timur) dan Kerajaan Mataram (selatan).
”Namun belum banyak masyarakat Grobogan tahu jika wilayahnya menyimpan ribuan pusaka. Sejak Kabupaten Grobogan berdiri 287 tahun lalu, baru kali ini ada gelar Pusaka Jawa,” ungkap Sukardi.

Adi Luhung

Sementara itu, Wabup H Icek Baskoro SH menyampaikan, gelar pusaka Jawa perlu rutin digelar agar pusaka peninggalan nenek moyang tersebut terjaga. Selain itu, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa di Grobogan menyimpan banyak pusaka yang adi luhung.

Pusaka yang dipamerkan di pendapa tersebut antara lain pusaka peninggalan Aji Saka yang ditemukan melalui ritual tertentu di Kesanga, perbatasan Grobogan-Blora, pusaka Aryo Penangsang, keris Empu Supa, tombak Kiai Ganjur, pusaka Pendowo Lima, keris Kiai Pamekang Jagat, Keris Kiai Cundung Rawe, keris Kiai Singa Barong, keris Kiai Semono Bungkem, keris Kiai Bima Krida, keris Kiai Pasopati, keris Kiai Sengkelat, keris Kiai Singkirangin, keris Kiai Udan Emas, keris Pulang Geni Tuban Pajajaran, keris Kiai Tilamsari Sak Sodo, tumbak Kiai Pedhot, keris Kiai Tundung Derajad, keris Kiai Tri Sula, keris Kunjung Pajajaran Sak Sodo, patung peninggalan Eyang Brawijaya, patung peninggalan Harya Pala Tuban, dan tongkat Panglima Garuda Sakti.

”Khusus Tombak Ki Ageng Selo tidak ikut dipamerkan karena tidak ada yang berani mengeluarkan dari tempat penyimpanan di cungkup Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo,” tambah Wabup.

Terpisah, salah satu kolektor pusaka Jawa asal Grobogan, Herlambang Bayuaji mengatakan, memahami benda pusaka tergantung subjek yang menilai. Ada yang menilainya dari sisi seni kreatifitas tinggi atau dari kesepuhannya (usia) dan mistiknya.
”Tetapi menurut pribadi, saya menghargai cara mevisualisasikan makna para empu pembuat pusaka tersebut lewat cara pembuatan sebuah benda pusaka,” terang kolektor yang memiliki lebih dari 2.000 benda pusaka Jawa itu. (K11-64) 


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER