panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
15 Juni 2013
TAJUK RENCANA
Ujian Pemangkasan Kuota Haji

Sebanyak 42.200 jamaah calon haji dari Indonesia terancam tidak bisa berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memangkas kuota sebanyak 20 persen setiap negara pengirim jamaah, sehu-       bungan dengan keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram. Kapasitas daya tampung area tawaf berkurang dari 48.000 jamaah menjadi tinggal 22.000 jamaah.

Ada implikasi besar, baik pada persoalan finansial, teknis, maupun psikologis. Dari segi finansial, potensi kerugian penyelenggara haji mencapai Rp 300 miliar lebih. Hal ini karena biaya pemondokan, transportasi, katering, asuransi, buku manasik, gelang, dan kontrak dengan pemerintah Arab Saudi yang telah dilunasi pada tahap pertama. Bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, persiapan haji Indonesia 2013 sudah 75 persen. Oleh karena itu sudah tepat langkah meminta Arab Saudi membayar kompensasi jika pemangkasan kuota tetap dilakukan.
 
Pemangkasan juga menyulitkan dari sisi teknis, mengingat antrean sudah mencapai 12 tahun. Jika ditambah dengan kuota yang terpangkas tahun ini, tentunya daftar tunggu akan semakin panjang. Pemerintah juga menghadapi problem pilihan calon haji mana yang akhirnya bakal diputuskan berangkat. Meskipun kemudian diputuskan pencoretan calhaj yang berangkat tahun ini berdasarkan nomor urut termuda, tetapi tak menjamin bakal tidak ada protes dari calhaj atau daerah yang batal berangkat.

Di masyarakat kita, keberangkatan haji tidak dimaknai sekadar sebagai ibadah. Ada nilai-nilai lain yang membuat calhaj merasa perlu untuk menyosialisasikan keberangkatannya ke Tanah Suci kepada handai taulan atau para tetangga. Jadi jika harapan berangkat tahun ini yang sudah di depan mata kemudian lenyap, beban psikologisnya sungguh besar. Kerugian yang mereka rasakan tidak sekadar waktu menunggu yang lebih panjang, namun bisa jadi juga rasa malu.

Melihat persoalan-persoalan itu, sudah selayaknya pemerintah menggunakan posisi tawar sebagai negara yang mengirimkan jamaah haji terbesar agar pe-mangkasan tersebut ditinjau kembali.  Keberangkatan Menag ke Arab diharapkan bisa membawa hasil yang menggembirakan. Negosiasi yang aktif, cepat, dan konkret diperlukan agar kuota bisa didapatkan kembali, atau setidak-tidaknya setengah dari kuota yang dipangkas, sehingga antrean daftar tunggu tidak terlalu panjang.

Sambil berharap negosiasi pemerintah ke Arab Saudi untuk meminta pembatalan pemangkasan kuota bisa berhasil, calon haji sebaiknya juga mempersiapkan diri untuk opsi terburuk. Mereka perlu menanamkan pada diri sendiri bahwa panggilan untuk berangkat ke Baitullah adalah juga bagian dari rezeki Allah. Jadi jika kuota tetap dipangkas, kemudian batal berangkat, anggap saja itu sebagai ujian kesabaran bagi ibadah kita, dan mungkin memang belum rezeki untuk berangkat tahun ini.


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER