panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
09 Juni 2013
Perahu PKS Kian Retak

BATANG - Keretakan di internal PKS semakin kentara. Di saat elite DPP PKS sampai pengurus wilayah secara gahar menentang kenaikan harga BBM, tiga menteri dari partai itu justru menyatakan sikap yang berseberangan.

Ketiganya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, justru akan menyosialisasikan rencana kenaikan harga BBM kepada masyarakat. Saat di Batang, Suswono menegaskan, dirinya mendukung rencana kebijakan kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah, meskipun PKS secara resmi telah menyatakan menolaknya. Ia pun mulai menyosialisasikan rencana pemerintah itu kepada masyarakat. ’’Tentu saja ini satu keniscayaan. Kenaikan BBM mau tidak mau harus dilakukan.

Ini karena beban anggaran cukup besar sehingga BBM harus dinaikkan,’’ ujar Suswono seusai berdialog dengan petani di Kabupaten Batang, Sabtu (6/6). Suswono menegaskan, keputusan dirinya mendukung kenaikan BBM sudah disampaikan secara resmi pada partainya. Sikap ini didasarkan pada hitung-hitungan rasional dimana kenaikan BBM sekarang harus dilakukan. Kalau tidak dinaikkan, defisit APBN bisa mencapai 3%. Dan kalau itu terjadi berarti menyalahi undang-undang. Saat ini, beban subsidi untuk BBM lebih dari Rp 240 triliun.

’’Karena itu pemerintah harus menaikkan. Sebab kalau tidak, APBN akan jebol dan defisit lebih dari 3%. Ke partai pun (DPPPKSred), kami sudah menyampaikan tentang pentingnya kenaikan BBM,’’katanya. Suswono mengatakan, sebagai menteri, pihaknya harus loyal pada pemerintah yang akan mengambil kebijakan kenaikan BBM. Di samping itu, memang berdasarkan perhitungan yang ada, saat ini harga BBM memang sudah harus dinaikkan guna penyelamatan anggaran nasional.

Tifatul pun menyatakan hal serupa. Usai mengikuti perayaan Isra Mikraj di Istana Negara, dia menegaskan, sampai sekarang ini partainya belum memutuskan mendukung atau tidak. Oleh karena itu, Ia membantah adanya perpecahan dan perbedaan pendapat di internal partai. Majelis yang dipimpin Hilmi Aminuddin itu, kata Tifatul, sudah memberi isyarat akan menggelar sidang untuk menentukan sikap partai soal kenaikan harga minyak. “Akan secepatnya,” kata dia.

Menurut Tifatul, beberapa pendapat kader PKS yang menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah adalah pendapat pribadi. Ia berharap para kader dapat meluruskan segala informasi dan kesalahpahaman. Hal ini juga disampaikan terkait sejumlah spanduk anti-kenaikan BBM dari PKS. “Ini misunderstanding, belum ada sikap bulat dari DPPPKS.

Nanti ada satu sikap dari PKS.” Saat ini, Tifatul juga menjabat sebagai sekretaris tim sosialisasi rencana penerapan kenaikan harga BBM. Koordinasinya di bawah ketua tim sosialisasi, yaitu Wakil Presiden Boediono. Tugas tim adalah mencoba memberi penjelasan alasan kenaikan harga BBM di tengah defisit anggaran negara dan krisis ekonomi dunia.

Tentunya, Ia harus sependapat dan mendukung keputusan pemerintah, terutama presiden. Sedangkan terkait ketidakhadiran Presiden PKS Anis Matta dalam rapat Sekretariat Gabungan (Setgab), ia mengklaim memang sudah ada agenda partai, yaitu keliling wilayah. Bahkan, sebagai bukti peran PKS di Setgab, Tifatul menyatakan, pernah ada komunikasi antara Hilmi Aminuddin dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara itu di daerah-daerah, banyak tersebar spanduk antikenaikan harga BBM yang dipasang oleh politikus PKS.

Di Kota Semarang pun, spanduk penolakan mudah dijumpai. Ada di dekat Pasar Johar, Jl Wahidin, bundaran Bubakan. ’’Tolak kenaikan harga BBM’’. Tulisan spanduk itu. ’’PKS bersama Rakyat’’, ’’Pemerintah Bohongi Rakyat, Tolak Kenaikan Harga BBM’’.

Dalam spanduk itu, seperti biasa politikusnya ikut nebeng disertai foto Presiden PKS Anis Matta. Di Solo pun juga marak. Spanduk terpasang di titik-titik strategis. Setiap kecamatan, pasti ada spanduk, seperti di perempatan Pasar Kembang, Laweyan, perempatan Danukusuman, Serengan dan daerah lainnya. Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid, memasang 15 spanduk. ’’Ustadz Hidayat merupakan caleg DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jateng V,’’ kata Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto.

Perang Spanduk Salim Segaf, selaku politikus senior PKS yang menjadi Menteri Sosial mengaku tidak ada perintah resmi dari partai untuk melakukan sosialisasi penolakan kenaikan harga BBM, termasuk lewat spanduk. Salim mengatakan, keputusan resmi partai diambil oleh Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP). Hingga saat ini, kata dia, DPTP belum melakukan pertemuan, apalagi membahas masalah kenaikan harga BBM. Keputusan rapat DPTP sebelumnya, imbuh dia, tidak ada sikap PKS keluar dari koalisi ataupun menolak kenaikan harga BBM. Namun, dia pun membantah ada perbedaan pendapat di internal partainya. “Sebenarnya di PKS satu pendapat. Kalau di PKS itu ya DPTPsaja.

Oleh karena itu, mungkin akan dibahas oleh Majelis Syura dalam waktu dekat,” tepis dia. Sementara itu, aksi pemasangan spanduk yang berisi dukungan juga mulai ditemukan di sejumlah titik. Hanya hitungan sentimeter di sebelah kanan spanduk PKS, bentangan spanduk lain justru menunjukkan dukungan atas kenaikan harga BBM. Perang spanduk PKS tolak BBM versus spanduk dukungan kenaikan harga BBM tak hanya terjadi di Jalan Warung Jati Barat. Nyaris di sepanjang jalan Warung Buncit, Mampang Prapatan, hingga kawasan Kuningan dibanjiri perang spanduk soal BBM. Yang menarik, spanduk yang saling bertarung ini mencatut nama dua kekuatan politik Indonesia, yakni PKS dan SBY alias (Susilo Bambang Yudhoyono).

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin menyindir PKS agar tak hanya sekadar berani memasang spanduk tolak kenaikan harga BBM. “Kita tunggu PKS agar tidak hanya memasang pamflet menentang kenaikan BBM, tetapi juga pamflet antikorupsi,” sindir Amir. Petinggi PKS balas merespons pernyataan Amir. Anggota Dewan Syuro PKS Refrizal menantang Demokrat agar berani memasang spanduk dukungan menaikan harga BBM. (H56,dtc,viva-90)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER