panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
05 Juni 2013
Penyelundupan Ponsel Rp 4,5 M Digagalkan
  • Termasuk 526 BlackBerry
SEMARANG - Aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jateng dan DIY menggagalkan penyelundupan 15.510 ponsel merek XCOM  dan 526 BlackBerry.

Alat komunikasi senilai 4,5 miliar itu dikirim dengan menggunakan satu kontainer dari China tujuan Semarang. Barang ilegal itu ditempatkan di bagian tengah kontainer.

Adapun bagian luar dilapisi sink (tempat cuci piring-Red). Hal itu dilakukan untuk mengelabui petugas Bea Cukai dalam melakukan pemeriksaan.

Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Wilayah Jateng dan DIY, Nazar Salim mengatakan, praktik penyelundupan itu terbongkar setelah, petugas di lapangan melakukan pemeriksaan impor barang dalam kontainer atas nama PT CJT Semarang, 28 Mei lalu. ”Kontainer itu masuk tiga hari sebelum kami melakukan cek muatan,” ungkapnya saat gelar perkara di areal CY 02 TPKS Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (4/6).

Bagian Tengah

Dari hasil pemeriksaan itu, pihaknya menemukan ketidaksesuaian antara muatan yang dilaporkan dengan barang yang ada di dalam kontainer.

”Surat pemberitahuan yang kami terima kontanier itu berisi 887 karton Sink atau tempat cuci piring berbahan stain less, tapi setelah kami periksa sejumlah 176 karton bukan berisi sink melainkan ponsel berikut aksesoris,” ujarnya.
Sepintas, lanjut dia, muatan itu tidak terlihat berisi ribuan ponsel, sebab barang-barang itu ditaruh di bagian tengah dan ditimbun dengan kardus-kardus sink.

”Rupanya pengirim berupaya mengecoh dengan cara seperti itu,” terangnya.
Dalam kasus ini, PT CJT yang diketahui mendatangkan barang tersebut diduga melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Ancaman hukuman penjara minimal 2 tahun dan maksimal 7 tahun atau minimal Rp 100 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Dijelaskan, perusahaan tersebut tidak memeliki izin mendatangkan barang elektronik termasuk telepon genggam ke Indonesia. Perusahaan juga tidak membayar bea masuk.

Nasar menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka sebab masih dalam penyelidikan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan meningkatkan kasus itu menjadi tahap penyidikan.

”Kami masih memeriksa empat saksi dari pihak importir, PPJK dan petugas Bea dan Cukai. Kelima saksi itu, tidak menutup kemungkinan akan menjadi tersangka jika pihaknya menemukan cukup bukti untuk menjerat. Keriguan negara akibat praktik itu diperkirakan Rp 500 juta,’’ katanya.(K44,H74-64)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER