panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
04 Juni 2013
Qusair Kian Genting, Palang Merah Desak Akses Dibuka
DAMASKUS - Situasi di Kota Qusair yang tengah dikepung militer Suriah semakin genting. Palang Merah Internasional (ICRC), kemarin, mendesak agar akses ke kota itu segera dibuka supaya lembaga itu bisa segera memberikan bantuan. Rusia sebelumnya mementahkan ’’deklarasi bahaya’’ PBB terhadap Qusair.

Ribuan warga sipil diperkirakan terjebak di kota yang berada tidak jauh dari perbatasan Lebanon itu. Palang Merah mengatakan, pertempuran antara kubu pemberontak dengan pemerintah Suriah telah membuat pasokan obat, makanan, dan air menjadi langka.

Qusair merupakan kota yang terletak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Lebanon dan merupakan salah satu lokasi kunci dalam jalur penyaluran logistik maupun penyelundupan senjata ke Suriah. Kota ini juga terletak dekat dengan jalan utama yang menghubungan kota Homs dengan Damaskus.
Kemarin, sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas akibat bom mobil di pinggiran Damaskus. Ledakan di Distrik Jobar itu tampaknya menarget sebuah pos polisi.

Sementara itu kantor berita Reuters mengutip sumber keamanan Lebanon, kemarin, menyatakan setidaknya 15 orang kehilangan nyawa dalam pertempuran tengah malam antara para pejuang Hizbullah dan pasukan pemberontak Suriah di Kota Baalbek, Lebanon.

Sipil Terperangkap

Aktivis kelompok oposisi, Jumat (31/5) waktu setempat, menyatakan sekitar 30 ribu warga sipil masih terjebak di Kota Qusair. Kawasan Qusair yang dikuasai oleh kelompok pemberontak saat ini telah dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah dan pejuang Hizbullah.

“Warga sipil dan mereka yang mengalami luka adalah kelompok paling berisiko jika pertempuran terus berlanjut,” kata Ketua Operasi ICRC di Suriah, Robert Mardini. Kantor Sekjen PBB juga telah meminta kepada dua kelompok yang bertikai untuk mengijinkan warga sipil di kota itu keluar.

Menurut wartawan BBC di Jenewa, Imogen Foulkes, pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB dan ICRC dalam waktu bersamaan ini menunjukkan betapa gentingnya situasi di Qusair.
Pertempuran di Qusair semakin sengit sejak bulan lalu lantaran para militan Hizbullah bergabung dengan pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad.  (rtr,bbc-mn-66)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER