panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
01 Juni 2013
Lulus SMA Memilih Bekerja

PURBALINGGA - Banyak lulusan SMA/MA di Kabupaten Purbalingga yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Mereka lebih memilih untuk bekerja di perusahaan.

Hal itu terlihat dari banyaknya lulusan SMA yang membuat kartu kuning di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Purbalingga.

Salah satu pencari kartu kuning, Hesti Kurniasih (20), lulusan SMA 1 Kejobong, mengatakan ia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena alasan biaya. Meski sebenarnya ia ingin melanjutkan pendidikannya menjadi perawat. ‘’Inginnya kuliah, tetapi tidak ada biaya.’’

Pencari kartu kuning lain, Dedi Prasetyo (18) lulusan SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari, mengatakan ia membuat kartu kuning untuk bekerja di sebuah swalayan di Kecamatan Bobotsari.

‘’Inginnya kerja sambil kuliah. Rencananya mau kuliah di UT (Universitas Terbuka) ambil yang Sabtu Minggu,’’ katanya.

Kasi Penempatan Kerja Dinsosnakertrans, Suharmanto, mengatakan sejak Senin (27/5) permintaan kartu kuning semakin banyak.

Hingga Jumat (31/5) jumlah peminta kartu kuning tercatat 318 orang, khususnya dari lulusan baru tahun 2012/2013.

‘’Saat ini per hari kami melayani 85-95 pemohon kartu kuning. Kebanyakan siswa SMK dan SMA yang ingin langsung bekerja,’’ ungkapnya.

Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat hingga akhir pekan. Itu belum mewakili seluruhnya, sebab data itu hanya berdasarkan permintaan kartu kuning di Dinsosnakertrans, belum termasuk para pencari kerja yang belum terdata.

Rambut Palsu

Untuk saat ini jumlah lowongan kerja yang tersedia di Purbalingga, kebanyakan dari perusahaan-perusahaan rambut dan bulu mata. Namun, lowongan didominasi lulusan SMA/ SMK perempuan. Untuk laki-laki masih tidak sebanyak perempuan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga, Subeno, mengakui meski Dindik tak ada data pasti, banyak para lulusan SMA/MA yang langsung terjun ke dunia kerja. Dari banyak alasan, namun paling banyak masalah dana.

‘’Memang jika tidak akan melanjutnya seharusnya dari awal daftar di SMK atau MAK. Mungkin ada yang dari awal ingin kuliah, dalam perjalanannya berkata lain. Keluarga tidak ada biaya,’’ katanya.

Menurut dia, sebenarnya jika terjadi kasus demikian, SMA bisa membuat program life skill yang bisa dimasukkan dalam muatan lokal.

Misalnya sekolah yang memiliki laboratorium komputer bisa membuat program keterampilan komputer, atau yang memiliki lahan luas bisa membuat program budidaya ikan dan lainnya.

‘’Tidak menutup kemungkinan lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah lebih siap di dunia kerja dibanding lulusan SMK. Kami dari dinas sangat mendorong hal itu,’’ katanya.(H82-17,15)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER