panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
29 Mei 2013
Surat Pembaca
Asuransi Jiwa BAJ Bangkrut?
SAYA adalah nasabah Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, dengan nomor Polis 060202022/HTP-M, 060100684/ THT-S, 060601028/ ABE-L, semuanya atas nama Jonner Simbolon. Sejak tgl 1 Mei 2001, saya sudah jadi nasabah Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya.

Namun sejak 2010, perusahaan ini tidak lagi menjual produk sama sekali. Menurut informasi, Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya ini sebenarnya sudah bangkrut, karena punya masalah keuangan dengan Departemen keuangan RI, sehingga tidak diperkenankan lagi menjual produk baru. ''Itu berarti, tinggal menunggu kebangkrutannya saja,'' kata seorang karyawan perusahaan ini yang tidak mau namanya disebutkan.

Saya selaku nasabah tentu khawatir. Pada  20 September 2012, melalui kantor cabang Semarang, saya ajukan penjualan nilai tunai. Dari ketiga polis asuransi saya itu, setelah dihitung, nilai tunai yang harus dibayarkan ke saya adalah Rp 73.677.177.

Tetapi kenyataannya, setelah beberapa bulan, saya hanya dibayar Rp 64.916.333,- sisa sebesar Rp 8.760.844 tidak ada penjelasan. Menurut Pimpinan Cabang Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya wilayah Semarang, Bapak Masykur, kesalahan hitung ada di Jakarta. ''Semua pembayaran klaim asuransi saat ini ditangani Jakarta, kami tidak berwenang,'' katanya.

Pertanyaan saya, selisih uang saya sebesar Rp 8.760.844 mengapa tidak dibayarkan? kenapa kantor cabang tidak bisa melayani pencairan klaim nasabah? Dapat saya tambahkan, uang saya juga sampai berhasil cair karena berkat bantuan salah seorang pejabat Bumi Asih Jaya di Jakarta. Tanpa jasa beliau itu, uang saya tidak akan cair sampai sekarang. Apakah ini suatu pertanda bahwa Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya sudah bangkrut?

Jonner Simbolon
Jl. Singa Tengah Dalam II No 88 Semarang
Mengkritisi Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD dan sederajat ditiadakan? Pertanyaannya untuk masuk ke jenjang SMP dan sederajat, apakah menggunakan nilai rapor? Atau menggunakan tes masuk? Kalau menggunakan rapor, menyangkut faktor subjektivitas sekolah.
Sedang jika lewat tes,  memerlukan waktu dan biaya, mulai pengadaan lembar soal manual/komputer dan proses pengawasan.
Apakah biaya itu dari dana BOS atau uang tes masuk yang dibebankan pada calon siswa SMP/sederajat? Skenario berikutnya kemungkinan menggunakan STTB (Surat Tanda Tamat Belajar). Ini pun unsur subyektivitas tak bisa dihindari.
Mencermati situasi dan kondisi itu, dikhawatirkan rawan. Untuk itu sebaiknya kurikulum pendidikan 2013  disosialisasikan kisi-kisinya atau acuan pembelajaran melalui media massa.
Ini sangat penting untuk pengadaan buku bagi penerbit atau lembaga agar produk tidak melenceng dari kurikulum. Semoga bisa jadi inspirasi kita.

Barata Agung Sridadi
Jl Wolter Monginsidi No 38
Semarang 50117
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER