panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
27 Mei 2013
Ganjar Berkibar
  • Bibit-HP Legawa
SEMARANG - Jawa Tengah hampir  dipastikan memiliki pemimpin baru lima tahun ke depan. Penghitungan cepat
oleh lima lembaga menunjukkan kemenangan telak pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (Gagah) dalam Pilgub Jateng, Minggu (26/5).

Calon nomor urut tiga itu meraih hampir 50 persen suara, mengungguli pasangan nomor urut dua Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (Bissa) dan pasangan nomor urut satu Hadi Prabowo (HP)-Don Murdono.

Jaringan Suara Indonesia (JSI) mencatat, Ganjar-Heru berkibar dengan meraih 48,99 persen suara, Bissa 30,14 persen, dan HP-Don 20,87 persen. Hasil tak jauh beda dicatat Lingkaran Survei Indonesia, yakni Ganjar-Heru 49,33 persen, Bissa 30,1 persen, dan HP-Don 20,56 persen.

Adapun quick count oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, Gagah meraup 49,93 persen suara, Bissa 30,15 persen, dan HP-Don 19,92 persen.
Dua lembaga yang menggelar real count atau penghitungan riil juga menempatkan Gagah di urutan teratas.

KPU Jateng yang merekapitulasi laporan penghitungan suara dari tiap TPS mencatat suara Ganjar-Heru 48,25 persen, Bissa 30,59 persen, dan HP-Don 21,16 persen.
Hingga semalam pukul 19.00, suara yang masuk mencapai 67,24 persen atau sekitar 40 ribu TPS dari total 61.951 TPS.

Persentase paling tinggi dicatat real count oleh DPD PDIP Jateng. Hingga pukul 17.00, sudah 55 persen suara masuk. Gagah meraih 54,25 persen, hampir dua kali lipat dari Bissa 26,89 persen dan HP-Don 19,61 persen.
Hal lain yang bisa dibaca dari quick count adalah tingginya persentase golput. Menurut JSI, partisipasi pemilih di Pilgub Jateng 2013 sebanyak 51,69 persen dari total pemilih 27,3 juta. Ini berarti pemilih yang tidak datang ke TPS atau golput 48,31%,  lebih tinggi dari Pilgub 2008 sebanyak 41,55 persen. SMRC juga mencatat angka golput 43,73% dan LSI 47,3%.

Ketua KPU Jateng Fajar Saka menjelaskan, KPU tetap berpedoman pada hasil penghitungan manual yang dilaksanakan berjenjang mulai TPS hingga tingkat provinsi.
Hasil rekapitulasi suara di tingkat provinsi akan diumumkan pada 4 Juni 2013 dan calon gubernur terpilih akan dilantik pada 23 Agustus 2013.
Tentang angka golput yang tinggi, Fajar mengatakan, KPU Jateng tidak bisa memaksakan kehadiran seseorang untuk memberikan hak pilihnya.

”Kewajiban KPU Jateng adalah memberikan informasi dan membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berperan dalam proses demokrasi di Jateng,” ujarnya.
Direktur Eksekutif JSI Fajar S Tamin mengemukakan, melejitnya suara Gagah terlihat dua pekan terakhir. Elektabilitasnya terus naik. Menurut dia, kemenangan Ganjar disebabkan banyak faktor, antara lain eye catching. Pasangan yang mengenakan uniform putih itu lebih menarik masyarakat yang melihatnya sebagai sosok muda dan ganteng, selain konsistensi program dan ideologi.

Faktor lain yang juga mempengaruhi kemenangan Ganjar adalah pola kampanye yang lebih kreatif dan masif dibanding dua lawannya, serta tingkat kepuasan publik yang rendah (40 persen) terhadap incumbent.
Pengamat politik dari Undip Budi Setiyono menilai Gagah punya kemudahan menyusun program dibanding rivalnya karena hanya diusung satu partai. Hal ini berbeda dari pasangan lain yang diusung partai koalisi.
”Pasangan lain tidak konsisten karena antarpengusung memiliki visi-misi berbeda,” tambahnya.
Manajer Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Setya Darma menilai faktor pergerakan mesin politik menjadi penyebab Ganjar menang.

”Mesin politik pasangan nomor urut dua dan tiga relatif lamban. Apalagi banyak isu negatif yang menerpa Hadi Prabowo, jadi banyak suara yang dialihkan ke Ganjar atau Bibit,” katanya.
Peneliti SMRC, Deni Irvani menyatakan, Gagah menang di delapan dari 10 daerah pemilihan (dapil) di Jateng. Pasangan cagub dari PDIP tersebut hanya kalah di dapil II (Demak, Kudus, Jepara) dan III (Grobogan, Blora, Rembang, dan Pati).

Menurut dia, keunggulan Ganjar-Heru akibat banyak faktor, seperti kekompakan PDIP sebagai partai pengusung, dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), serta personal yang baik.
”Sebenarnya kepuasan terhadap pemerintahan Pak Bibit tidak terlalu buruk, tapi pemilih memiliki cara sendiri. Mereka memilih identitas partai yang kuat sebagai penegasan memilih Ganjar-Heru,” tandasnya.

Money Politics

Sementara itu, tingginya angka golput juga disinyalir menjadi biang keladi turunnya suara Bibit. Bahkan, suara Bibit kalah dari golput di TPS tempat dia mencoblos. Di TPS 2 Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang itu, partisipasi pemilih hanya 44,3 persen. Dari 399 pemilih yang terdaftar di DPT, hanya 165 orang yang menggunakan hak pilih, ditambah 12 orang dari luar kota. Di TPS itu, Bibit unggul tipis atas Ganjar dengan 95 suara berbanding 74 suara, sedangkan Hadi Prabowo 6 suara.

Menanggapi kekalahannya, Bibit tidak menyesal. Namun, dia menyayangkan beberapa hal, di antaranya tingginya angka golput dan politik curang yang diduga dilancarkan rivalnya. Bibit menyebut ada campur tangan pemerintah daerah tertentu melalui money politics untuk mengarahkan suara aparat pemerintah pada salah satu pasangan.
”Ada pressure pemda yang menunjukkan politik uang pada perangkatnya,” kata Bibit di Rumah Dinas Puri Gedeh.

Meskipun menyebut praktik tersebut tidak mendidik masyarakat, Bibit tidak akan menggugat. ”Saya tidak akan melakukan gugatan. Untuk apa? Saya hanya ingin mengajarkan kepada masyarakat politik yang santun. Tidak dengan black campaign atau money politics. Itu tidak mendidik. Inilah wajah perpolitikan kita,” katanya.
Ketua Tim Pemenangan Bissa, Wahyu Kristianto mengatakan, partai pengusung tidak berjalan semestinya. Hal itu tecermin dari banyaknya warga yang golput.

”Tim tidak mampu melakukan dan saya adalah ketuanya. Saya orang yang paling patut disalahkan. Soal indikasi money politics, akan kami telaah dulu,” kata Wahyu.
Adapun Hadi Prabowo (HP) menyatakan legawa meski penghitungan resmi akan dirilis KPU Jateng beberapa pekan mendatang. Dia berharap Ganjar akan membawa perubahan. Ketua Dewan Pengurus Korpri Jateng itu menilai pasangan cagub peraih suara terbanyak dari hasil hitung cepat merupakan yang terbaik.
Hasil hitung cepat itu merepresentasikan pilihan rakyat.  ”Meskipun menunggu penetapan KPU, kami sudah paham bahwa hasil hitung cepat ini akurat. Itulah hasil yang terbaik,” tandasnya.

Ia berpesan kepada pasangan Gagah agar bisa mewujudkan perubahan. Keduanya juga diharapkan menjadikan Jateng semakin maju. Cawagub Don Murdono menanggapi kekalahannya biasa-biasa saja.
”Kalah-menang merupakan hal biasa, apalagi itu (peroleh suara terbanyak) teman sendiri dari PDIP,” kata Don yang juga mantan ketua DPC PDIP Sumedang dan telah dipecat dari partainya karena maju lewat partai lain.
Don menyatakan, hubungannya dengan rekan-rekannya di PDIP masih seperti biasanya. Dia membenarkan jarang turun untuk menyosialisasikan pasangan HP-Don. Bukannya tidak mendukung HP, namun ia jarang menyambangi akar rumput karena tidak ada waktu, karena masih menjabat bupati Sumedang.

Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo menyatakan, kemenangan Ganjar-Heru karena militansi dan konsistensi seluruh kader. Di bawah komando Ketua DPP PDIP Puan Maharani, soliditas menjadi kunci untuk membuat kader bahu membahu meyakinkan masyarakat. ”Kami all out sejak awal, dari ketua umum hingga kader terbawah solid,” tegasnya. (H68,J17,H81,H85,H43-71,59)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER