panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
27 Mei 2013
SEKILAS EKONOMI
Diklat Pasar Modal Investa

SEMARANG - Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pasar Modal (LP3M) Investa akan menyelenggarakan diklat pasar modal untuk Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan investor pemula kelas weekend.

Kelas diadakan setiap Sabtu mulai pukul 09.00-15.00 WIB di Thamrin Square B5 Semarang.

Menurut Ketua Investa, Hari Prabowo, pelatihan memberikan pembekalan terkait adanya ujian standar profesi oleh panitia standar profesi pasar modal pada 6 Juli mendatang.

Sementara untuk investor pemula akan diberikan materi tentang strategi investasi, analisis fundamental, teknikal, tips trading dan praktik perdagangan secara online.

‘’Pelatihan akan dipandu oleh instruktur profesional,’’ jelas dia, kemarin.

Sekretariat di Gedung BNI Securities, Thamrin Square B5 Jl Thamrin No 5 Semarang. Telepon (024) 3566418,3566414, email investa.p3m@gmail.com. (G2-79)



Workshop Penyesuaian Modal Koperasi


SEMARANG - Memperingati Hari Koperasi Ke-66 dan Dies Natalis Ke-13, STIE Semarang mengadakan workshop ‘’Penyesuaian Modal Koperasi Berdasarkan UU 17 Tahun 2012’’, Sabtu (8/6), pukul 08.00-12.00, di Gedung B STIE Semarang, Jalan Menoreh Utara Raya 11, Sampangan Semarang, dengan pembicara Drs Adenk Sudarwanto MM.

Menurut Dosen STIE Semarang, Jefri Herdiansyah SE MM, Undang-undang tersebut membagi koperasi menjadi empat kategori. Koperasi jasa, simpan pinjam, produsen, dan koperasi pemasaran. Oleh sebab itu, secara kelembagaan harus mempunyai dua izin dalam menjalankan kegiatannya.

 Informasi kegiatan hubungi Dra Dwi Prawani SR MSi (08886593814), Jefri Herdiansyah (0818261121 atau 081­328081441), STIE Semarang (024-8506802).(E4-79)  



Branchless Bank Masih Dikendalikan BI


JAKARTA - Pengawasan perbankan di Bank Indonesia (BI) akan beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 2014 nanti. Namun program bank tanpa cabang alias branchless banking tak ikut bergeser dan masih bertahan di BI.

‘’Branchless banking ada dua komponen, sistem pembayaran dan aspek mikro,’’ kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, di Jakarta akhir pekan lalu.

Kondisi itu menyebabkan pengaturannya akan lebih kompleks dan memerlukan koordinasi yang baik.

Bagian dari sistem pembayaran branchless banking, masih di bawah BI, namun komponen aspek mikro branchless banking tetap berada di bawah pengawasan OJK.

Menurutnya, perlu dibangun hubungan antara BI dan OJK sehingga komunikasi bisa berjalan dengan baik. Termasuk kerja sama antara kedua regulator ini, dapat berjalan efektif.

Untuk itu, OJK sudah melakukan nota kesepahaman atau kesepakatan dengan BI. Kesepakatan ini yakni perjanjian integrasi untuk saling tukar menukar informasi dan data. (bn-79)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER