panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
20 Mei 2013
Tak Tahu Arti ”Pustun”
image

JAKARTA - Percakapan melalui telepon antara  Ahmad Fathanah dengan mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) masih menyisakan banyak teka-teki. Misalnya arti kata pustun.

Istri Fathanah, Sefti Sanustika (25), mengaku pusing tujuh keliling karena suaminya menggunakan kosa kata yang baru didengarnya. Salah satunya pustun. Saat ditanyakan, mantan penyanyi dangdut tersebut mengaku tidak tahu apa artinya.

”Itu apa artinya saya tidak tahu,” ujarnya saat temu pers di kediamannya yang asri di Perumahan Permata Depok, Jl Raya Citayam, Cipayung, Depok, Minggu (19/5).

”Nggak tahu deh, saya nggak bisa ngomong masalah itu. Banyak kode-kode juga, saya pusing sendiri. Biar Bapak yang hadapi semua,” jawab Sefti yang baru saja melahirkan bayi.

Kata pustun muncul dalam rekaman percakapan telepon Ahmad Fathanah dengan Luthfi Hasan Ishaaq yang diperdengarkan KPK dalam sidang hari Jumat (17/5). Keduanya sering bicara dalam bahasa Arab.

Sefti pada kesempatan itu tak mampu menyembunyikan rasa kesalnya kepada wanita-wanita yang menerima aliran uang dari suaminya. Namun ia berusaha mengikhlaskannya.

”Yang Rp 10 juta saja mengakui ada hubungan intim. Apalagi yang ratusan juta. Ya saya nggak tahulah itu,” ujar Sefti.

Sefti menyatakan hal itu saat ditanya tentang pengakuan Ayu Azhari dan Vitalia Shesya bahwa keduanya hanya mengenal biasa Fathanah.

Namun akibatnya, Ayu terpaksa mengembalikan puluhan juta rupiah yang pernah diterimanya dari Fathanah. Aset pemberian Fathanah kepada Vitalia juga disita KPK.

Main Sinetron

Sedangkan Rp 10 juta yang dimaksud Sefti adalah imbal jasa atas layanan yang diberikan Maharany, yang terkuak dalam sidang pada Jumat lalu.

”Buat kalian yang pernah menerima uang dari suami saya, apa pun itu, saya berusaha mengikhlaskan. Mudah-mudahan ke depan diberikan kesadaran. Pada waktu itu Vita tahu kan saya sedang hamil. Kenapa masih mau meladeni Bapak?”tandasnya.

Namun Sefti Sanustika mengaku mengambil hikmah di balik kasus yang membelit suaminya. Dia kini kembali ke dunia entertainment. ”Saya sudah dikontrak main sinetron,” kata.

Sefti menceritakan, minggu depan dia sudah mulai sibuk. ”Ya itu mungkin hikmah dari segala cobaan ya. Saya bisa kembali cari uang. Untuk biaya tambahan hidup, buat beli susu anak saya. Saya dikontrak 1 sinetron, striping 100 episode,” ujarnya.

Setelah Fathanah bebas, apakah tetap di dunia hiburan? ”Kita lihat ke depannya nanti. Kalau memang Bapak mengizinkan ya nggak apa-apa. Kan buat tambahan biaya hidup,” ungkapnya.

Ketika disinggung seputar pertemuannya dengan Luthfi, Sefti menjelaskan, saat itu dirinya bersama suami sempat membawa bingkisan untuk Luthfi yang kini ikut mendekam bersama Fathanah terkait kasus yang sama, kasus suap impor daging.

Namun apa isinya, dia mengaku tidak tahu. ”Saya tidak tahu apa isinya. Dan baru pertama itu saya bertemu dengan Pak Luthfi. Kami tidak bicara banyak,” ucap Sefti.

Kasus-kasus dugaan korupsi belakangan yang menerapkan UU Tindak Pidana Pencucian Uang menemukan fakta: perempuan dijadikan tempat mencuci uang. Contohnya, tersangka Fathanah.

”Dengan terungkapnya kasus-kasus itu menjadi pelajaran bagi perempuan dalam bentuk relasi intim bahkan perkawinan. Perempuan harus bisa berhati-hati ketika ada yang menawarkan pemberian,” imbau Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah.

Perempuan, imbuh dia, menjadi korban pencucian uang dan korupsi karena tidak tahu. Kondisi ini membuat perempuan dalam posisi yang rentan. ”Karena perempuan biasa dijadikan pelobi, tempat menimbun uang dengan modus dijadikan istri, dan lain-lain. Itu bisa dikategorikan kekerasan, karena perempuan tertipu, karena mereka tidak tahu dimensi hukumnya,” jelas Yuniyanti.

Sementara itu KPK mengaku segera menyelesaikan berkas penyidikan tersangka kasus suap terkait kuota impor daging Sapi, Luthfi Hasan Ishaaq saat kasus ini terjadi menjabat sebagai Presiden PKS dan koleganya Ahmad Fathanah. Selain kasus korupsi, keduanya juga dijerat dengan UU TPPU.

”Rencananya pekan depan berkas penyidikan rampung,” kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Minggu (19/5).

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap terkait impor daging, Luthfi Hasan bersama Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (J13,dtc-80).


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER