panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
18 Mei 2013
PKL Kembali Semrawut
  • Konsep Baru Dirancang

PURWOKERTO -Pedagang kaki lima (PKL) khususnya di Purwokerto akan kembali ditata, menyusul keberadaan mereka belakangan ini semakin semrawut di sejumlah titik.

Dari catatan Suara Merdeka, hampir setahun terakhir ini Pemkab Banyumas belum melakukan penataan dan penertiban lagi. Adapun konsep penataan yang sudah disusun sebelumnya, ternyata baru bisa dijalankan sebagian saja. Di sisi lain populasi PKLterus bertambah, sementara ruang untuk berjualan tak ikut bertambah. Rencana pentaaan kembali keberadaan PKL diinisiasi langsung Bupati Achmad Husein.

Kamis (16/5) lalu dia sengaja mengundang SKPD terkait untuk didengar masukan dan saran pendapatnya. Pertemuan di Graha Satria itu melibatkan melibatkan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, DPPKAD, DKKCTR, Dishubkominfo, Kesbangpol, Satpol PP, bagian Hukum Setda, dan Humas. ”

Rakor ini masih berupa pemikiran dan konsep. Belum matang, mudah-mudahan minggu depan sudah matang,” kata Husein usai rapat tertutup itu. Bupati belum berani bercerita banyak soal tawaran konsep riil mengenai penataan di masa pemerintahannya. Termasuk apakah akan mengadopsi sebagian konsep penataan yang sudah muncul saat Bupati Mardjoko di mana posisinya saat itu masih sebagai wakil bupati. ”

Belum ada kebijakan yang pasti seperti apa, karena itu kita rapatkan,” tandasnya. Saat pemerintahan terdahulu, konsep penataan dilakukan per zona dan disesuaikan waktu berjualan. Misalnya, di kawasan alun-alun, radius 500 meter bebas PKL. PKL kemudian diarahkan ke kompleks Pasar Pratista Harsa di Pereng. Kemudian untuk mewadahi PKL di Jl HR Bunyamin akan disiapkan kantung PKL di kompleks lokasi Sanggar Kesenian Bersama (SKB), sebelah selatan Rektorat Unsoed. Sudah Disiapkan Begitu pula PKL di kompleks GOR Satria disiapkan lokasi penampungan di depan kawasan tersebut, yakni di samping SD Purwokerto Lor. Hal sama PKL di Jl Jensoed sudah disiapkan relokasinya di kompleks Toko Rotigo, tak jauh dari lokasi jualan semula. Adapun PKL pedagang burung di Jl DI Panjaitan sudah direlokasi di bekas SD Purwokerto Kulon. Dari perencanaan penataan itu, yang sudah berjalan baru di kompleks kawasan alun-alun.

Adapun lokasi yang sudah ada untuk PKL Jensoed, namun masih ditolak atau tidak mau pindah. Kabid Pasar dan PKL Disperindagkop, Joko Setiono, mengatakan penataan PKL kini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Namun konsepnya seperti apa masih didiskusikan, sehingga Bupati minta masukan, saran dan pendapat soal konsep umum penataan PKL.

Menurutnya, sesuai perkembangan kota, penataan PKL memang mendesak. Dia mengakui sudah cukup lama belum ada penataan lagi, sehingga kondisi di lapangan situasinya sudah berubah. ” Pesan Bupati, penataan harus dilakukan karena menyangkut keindahan dan kenyamaan warga masyarakat yang lain, tetapi dari sisi ekonomi kerakyatan tetap harus diperhatikan karena menyangkut orang mencari nafkah. Ini yang masih akan dirumuskan lebih lanjut,” katanya.

Dari pantauan, kantung PKL yang masih semrawut yakni di sepanjang Jl HR Bunyamin, Jl Kampus, Jl Prof Suharso khususnya pedagang tiban minggu pagi dan Jl Suparno Karangwangkal. Termasuk pedagang di kompleks Pasar Wage di Jl MT Haryono dan Jl Wihara. Sekretaris Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKl) Jensoed, Seno Purwanto, mengatakan sejauh ini Pemkab belum melakukan komunikasi kembali dengan paguyuban. Pihaknya juga sudah memberikan masukan soal penataan PKL khususnya di kawasan Jensoed. ”

Kita sepakat penataan, tapi bukan berarti dipindahkan,” tandasnya. Penataan PKL Jensoed selama ini memang paling krusial selain pedagang Pasar Wage. Beberapa kali penertiban berujung bentrok. Upaya mediasi oleh sejumlah elemen masyarakat juga masih buntu. Dari Pemkab, posisi Husein saat masih menjabat Wabup juga diberi tugas untuk menyelesaikan PKLJensoed. Namun juga belum ada solusi bijak yang bisa diterima semua pihak.(G22-17,47)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER