panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
15 Mei 2013
Demokrasi Keliru dan Wajah ’’Demokrator’’
  • Oleh L Murbandono Hs

"Politik dinasti merusak kemuliaan martabat pemimpin demokratis yang dipercaya punya nurani sehat"

KITA semua tidak suka kekeliruan tetapi dalam wacana berdemokrasi di negara kita, rakyat nyaris selalu dihadapkan pada dampak-dampak kekeliruan ketimbang menikmati buah-buah sang demokrasi. Artinya, secara historis kita masih selalu terjebak dalam jenis Demokrasi Keliru.

Demokrasi Keliru perlu dipahami berdasarkan bab awal peradaban berbangsa dan bernegara: secara ideal dan hakiki, dunia mengenal tiga jenis demokrasi, yaitu Demokrasi Sejati, Demokrasi Lumayan, dan Demokrasi Keliru. Namun secara faktual, belum pernah ada satu negara pun berhasil memberlakukan Demokrasi Sejati. Sejak kata ’’demokrasi’’ dikenal di bumi sampai hari ini, semua negara yang disebut maju dan sudah demokratis, baru sampai pada Demokrasi Lumayan.

Sejarah Demokrasi Keliru di negara kita sudah mengarungi empat periode. Pertama; dimulai sejak RI merdeka sampai awal Juli 1959 dengan berbagai kericuhan dalam kabinet dan parlemen. Namun ada catatan: sejak 17 Agustus 1945 sampai pemilu I tahun 1955, mengingat segala keterbatasan RI sebagai negara seumur bocah, mekanisme demokrasi kita sudah hampir termasuk Demokrasi Lumayan.

Kedua; kekeliruan demokrasi meningkat sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang diikuti zaman ganyang-mengganyang antarwarga bangsa, terutama sewaktu Bung Karno mulai dielu-elukan sebagai Pemimpin Besar Revolusi dan presiden seumur hidup, sampai tumbang dari kekuasaan.

Ketiga; kekeliruan demokrasi makin menggila pada 1 Oktober 1965-21 Mei 1998 saat kekuasaan Orde Baru merangkak sampai menjadi kekuasaan diktatorial bengis, rakus, nepotis, feodal dan militeristik, berakhir berkat badai reformasi, mendorong Presiden Soeharto ’’menyatakan diri berhenti’’.

Keempat; mulai 21 Mei 1998 sampai hari ini, saat badai reformasi berubah menjadi ’’knalpot reformasi’’ alias reformasi-reformasian bising penuh polusi, nilai Demokrasi Keliru kita menjadi ruwet, makin menjauhkan tata negara dari Demokrasi Lumayan, sehingga makin mustahil pula tata politik kita menuju ke Demokrasi Sejati.

Mengapa keruwetan Demokrasi Keliru di negara kita bisa terjadi pada era pascareformasi? Penyebab terparah karena mekanisme upaya berdemokrasi berangkat dari kelemahan dan kebodohan mindset kita semua sehingga tercerai-berai dan keok menghadapi penipuan para ’’demokrator’’. Apalagi, demokrator yang sesungguhnya nyaris tidak ada. Di antara caleg pada semua tingkat, calon lurah, calon bupati, calon wali kota, calon gubernur, dan calon presiden dalam hiruk-pikuk demokrasi hari-hari ini, jumlah ’’demo-krator’’ adalah mayoritas di tengah beberapa gelintir demokrator sejati. Bahkan, jangan-jangan, bagaimana jika kita memang tak punya demokrator sejati?

Karena itu, pencerdasan sikap pikir rakyat menjadi agenda mutlak agar negara kita merdeka dari penipuan para ’’demokrator’’. Kiprah pertama dalam agenda adalah memotret ’’demokrator’’ dari segala sudut, terutama close-up-nya, sehingga wajah mereka tampak jelas terang benderang.

Apabila ìdemokratorî sudah tampak jelas di mata asli sejati sebagai wajah culas (di mata palsu, bikinan, bisa saja ia tampak suci) maka rakyat tanpa ragu-ragu akan membuang muka dari wajah tersebut untuk beralih ke wajah demokrator sejati.

Bagaimana kita bisa melihat dengan mata asli sejati (padahal mata palsu, bikinan, menjadi mode paling populer dan menguntungkan) sehingga mampu menangkap close-up ’’demokrator’’ sebagai wajah yang culas? Ah, soal kecil. Tanda-tandanya banyak. Itu bisa dilihat dengan kacamata peradaban abadi dan kacamata kekinian.

Politik Dinasti

Dengan kacamata peradaban abadi, ìdemokratorî tampak dalam rekam jejak sebagai pelanggar HAM, terlibat aktif malang-melintang jaya dalam kekuasaan diktatorial pada masa lalu, dan menjadi bandit dalam salah satu, beberapa, banyak, atau semua sektor sospolekbudhankam.


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER