panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
12 Mei 2013
Bukan Paranormal ”BIASA”
image

PADA era milenium ini, fenomena paranormal kini tak lagi terselubung. Mereka berani unjuk gigi dan terang-terangan menyebut dirinya sebagai paranormal.

Bahkan ada yang ditambah julukan sebagai guru spiritual. Mereka yang membuka praktik paranormal pun kini tidak lagi tampil dengan ciri khas berpakaian serba hitam, menutup diri (kecuali kepada klien), membakar dupa dan berpraktik di tempat yang ‘’tersembunyi’’.

Paranormal di era milenium sekarang ini justru aktif tampil di ruang publik, dan mereka tampil bukan cuma dengan profesinya sebagai paranormal. Ada yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan membentuk ormas, dan menjadi pengusaha sukses.

Juga beberapa di antara mereka tampil di sinetron, menjadi produser film, meluncurkan album bahkan juga membentuk boy band. Lalu bagaimana dengan anggapan sebagaian orang, yang menilai bahwa mereka melakukan serangkaian aktivitas itu karena dunia keparanormalan sedang lesu ? Benarkah demikian ?

Nama-nama paranormal pun dengan mudah jadi hafal. Seperti Ki Kusumo, Ki Joko Bodo, bahkan sekarang ramai menjadi pembicaraan publik adalah munculnya nama Eyang Subur yang berseteru dengan artis senior Adi Bing Slamet. Meski Eyang Subur menolak dirinya sebagai paranormal, publik sudah mahfum sosok suami beristrikan tujuh orang itu punya linuwih tersendiri.

Main Sinetron

Seperti Ki Kusumo. Dia yang membuka praktik di Jl Swatantra V No 6, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat itu mengaku terlebih lebih dulu terjun ke dunia hiburan dengan bermain di sejumlah seri sinetron, sebelum pada akhirnya lebih dikenal sebagai paranormal.

“Saya lupa pastinya judul sinetronya, tapi di pertengahan tahun 90-an, saya sudah terjun di dunia hiburan,” kata dia.

Menikmati posisinya sebagai seorang selebritas pada saat bersamaan itulah, yang kelak kiprahnya di dunia hiburan akan menuntunnya untuk mendirikan rumah produksi film bernama PT Putra Kusuma atau Putra Kusuma Pictures.

Dari rumah produksi film ini, paling tidak sejumlah film telah berhasil dia rilis ke pasar. Diantaranya The Police, Rantai Bumi, 13 Cara Memanggil Setan, dan yang sebentar lagi akan segera beredar berjudul Jangan Menangis Sinar.

Setelah 26 tahun berpraktik sebagai paranormal, yang di antaranya mampu memberikan terapi perawan seumur hidup, serta mampu membuat orang menjadi cantik spontan tanpa harus menunggu lama dan bersusah payah, ayah satu putra itu terjun juga ke dunia politik.

Atau dalam bahasanya, lebih suka diasebut sebagai dunia,”kontrol sosial.” Yaitu dengan mendirikan organisasi bernama Komando Pejuang Merah Putih (KPMP).

Organisasi yang dia bentuk dan ketuai sendiri itu, sepenceritaannya eksis di masyarakat dan bergerak untuk memberikan kontrol sosial terhadap norma-norma dan aturan yang sepantasnya berlaku di masyarakat. Oleh karena itu, dalam beberapa aksinya, KPMP acap menyuarakan suara di antaranya dengan melakukan demo di depan kedutaan Malaysia, ketika mengetahui perlakuan negara jiran itu atas Tenaga Kerja Wanita (TKW) dinilai melukai harkat dan martabat bangsa Indonesia. Serta berbagai isu lainnya.

Ki Kusumo- yang kalah dalam perebutan tampuk ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dari Gatot Brajamusti pada 2011 - juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia. Selain juga sempat aktif di wadah keparanormalan bernama Forum Komunikasi Paranormal Indonesia. Singkat kata, kegiatannya tidak semata-mata terpatok pada dunia keparanormalan,” Karena saya juga membuka usaha lain, seperti perkebunan,” akunya. Dari berbagai lini usaha yang dia tekuni itulah, jangan tanyakan kekayaan paranormal cum produser film dan aktor ini. Meski jika ditanya ihwal kekayaan yang melimpah, dia lebih suka menghindar, dan tetap mencoba untuk low profile.

Rumah mewah dengan beberapa mobil keluaran Eropa dan Amerika terbaru memang terpacak di garasi rumahnya. Tapi dia tetap memilih emoh bicara jika dikejar ihwal berapa banyak kekayaan yang telah melimpahinya, yang didapatnya dari praktik keparanormalannya selama ini.

Jadi, jika ada pertanyaan selajutnya mengapa dia merambah ke dunia politik, dan keartisan, maka dengan enteng Ki Kusumo akan mengatakan, semua itu datang dengan sendirinya atau mengalir secara alamiah. Bukan karena dunia keparanormalan sedang mengalami titik jenuh dan sebagainya.

Wilayah keparanormalan dan keartisan juga dunia politik, baginya mempunyai spektrumnya sendiri-sendiri, atau dalam kasusnya saling mendukung satu sama lain. Oleh karena itu, dia mengaku tidak harus repot-repot membangun pencitraan sedemikian rupa, agar terus diterima oleh publik. Karena dia bisa hadir di mana-mana, dengan berbagai rupa. Baik sebagai paranormal, selebritas, ketua organisasi atau pengusaha sekalipun. Bahkan ketika dimintai tanggapannya ihwal banyaknya dewasa ini bermunculan orang yang mengaku sebagai dukun atau dukun palsu Ki Kusumo menjawab,”itu hak asasi setiap orang, dan syah-syah saja. Saya menyikapinya dari sisi positifnya saja,” kata paranormal yang aktif beriklan di beberapa harian ibukota tersebut.

Karena, imbuh dia,setiap orang bisa mengaku sebagai apa saja dan menjadi apa saja. “Tapi, jika seseorang itu melakukan praktek penipuan, baru ada konsekuensi hukum di belakangnya yang harus mengikutinya,” ujar dia. Mengapa harus menunggu langkah hukum untuk menjerat orang yang telah melakukan penipuan? Karena di zaman sekarang, menurut dia, dengan mudah seseorang bisa mengaku menjadi apa saja. Dari mengaku menjadi dukun, pegawai negeri, tentara, polisi, wartawan dan sebagainya,”Nah, selama dia hanya sekedar ngomong, biarin aja. Kecuali dia telah menyalahgunakan omongannya untuk kepentingan sepihak dan telah merugikan orang lain, itu baru lain perkara,” katanya. Karena itulah dia juga mengimbau kepada publik untuk semakin jeli terhadap berbagai praktik penipuan yang marak akhir-akhir ini. Karena, konsep penipuan bisa datang dari mana saja, dan dalam bentuk apa saja. Bukan semata datang dari dunia keparanormalan misalnya.

Album Religi

Hal yang sama juga dilakukan paranormal yang lebih dikenal sebagai penasehat spiritual para artis, Gatot Brajamusti, atau yang dikenal sebagai Aa Gatot. Pemilik padepokan Brajamusti di Sukabumi-yang namanya mencuat saat maraknya berita menghilangnya penyanyi Reza Artamevia, serta juga sebagai penasehat spiritual Elma Theana- merilis album religi pada bulan Ramadhan 1429 H (September 2008). Album yang berjudul “Tunjukan Jalan Yang Lurus” ini merupakan persembahan khusus Gatot kepada istri tercintanya, Dewi Aminah. Selain  menjadi Ketua Umum Parfi periode 2011-2015, dia juga bermain dalam film Ummi Aminah.

Sebagai bentuk komitmen dalam upaya memajukan film nasional, dia memproduseri film terbaru berjudul ‘’Azraq’’. Dia pun berperan sebagai Azraq, tokoh utama film yang bercerita tentang penyelamatan perempuan Indonesia jadi korban ‘’perdagangan manusia’’ tersebut. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, bahkan menurut dia hingga mencapai puluhan miliar, karena dibuat juga di luar negeri seperti di Hongkong, Malaysia dan Macau.

Salah satu alasan yang melatarbelakangi Aa Gatot membuat film laga adalah keprihatinan akan beredarnya film-film bergenre horor. Ia menilai, seharusnya produser bisa memberikan pesan moral melalui filmnya kepada para penonton. Gatot merasa kiprahnya di dunia film merupakan penyaluran bakatnya, dan tidak mengganggu aktifitas lainnya yang sudah berjalan, yang memberi konsultasi spiritual.

Boyband

Walaupun sering bermeditasi ke berbagai makam, misalnya ke makam keramat, seperti makam Si Pitung, ke makam Sunan Muria dan sebagainya (tapa nyepi), Ki Joko Bodo juga sering mendatangi dunia malam seperti  ke diskotek-diskotek, pub, dan bar. Inilah yang dia sebut sebagai tapa ngrame. “Tapa ngrame itu aku memberi sesuatu di tempat-tempat hiburan, misalnya kasih tips ke orang-orang, dan ini sifatnya kepedulian sosial” kata pria yang dengan gaya khas rambut kriwil awut-awutan ini.

Selain aktif tapa nyepi dan topo ngrame, pria bernama asli Agus Yulianto juga memanfaatkan boomingnya boyband dengan membentuk grup 3 Man-Tra (singkatan dari 3 Manusia Tradisional) bersama dua rekan seprofesinya yaitu Ki Joko Wasis dan Ki Joko Yono.

Namun demikian Ki Joko Bodo, mengaku tak serius-serius amat  dan hanya ingin ikut meramaikan blantika musik Tanah Air lewat single ‘Kadukuniku’. “Nggak serius aku, niatnya mbantu teman, dan ngeramein dunia musik kita aja. Untuk apa sih begitu-begituan? Kalau dalam dunia spiritual itu disebut tapa ngrame. Jadi hanya untuk sambilan saja,” kata pria Jawa yang lahir di Singaraja, Bali tersebut.

Saat ramai-ramai para tokoh nasional mendirikan partai baru. Joko Bodo juga tidak tinggal diam. Dia mendirikan Partai Permata Nusantara (Perantara) dengan tujuan membentuk pemerintahan rakyat kecil yang memiliki legitimasi dan menolak sistem demokrasi ala status quo. “Saya mendirikan partai bukan karena kekuasaan, dan bukan pula untuk menjadi pejabat,” kata dia saat pendirian partai jelang Pemilu 2004 lalu

Sayangnya pria yang sering muncul di acara TV swasta-yang mempertontonkan kemampuan dia menghipnotis orang tersebut- gagal mendaftarkan partainya, di Depkumham, karena lewat deadline. Lain lagi dengan Mieke Rose. Paranormal cantik ini dikenal dengan peramal cinta dengan media daun teh.  Ia mengaku belajar meramal dengan media daun teh dari neneknya, Sukasti, yang masih keturunan India. Mieke bisa meramal apa saja, mulai dari bencana, karier, percintaan, hingga peruntungan seseorang.

Bicara guru spiritual para artis, nama Umi Nung juga tak boleh dilewatkan. Umi Nung juga terhitung menjadi langganan para artis hingga yang terakhir ada Kiki Amalia.

Perempuan bernama asli Nuur Binti Muhammad Baabud itu mulai dikenal saat ‘’menangani’’ Maia Estianty. Lalu, ada nama Krisdayanti yang juga pernah menjadi muridnya.

Namun bukan hanya mereka. Nama-nama seperti penyanyi Shanty dan Richa Novischa juga pernah menjadi ‘klien’-nya. Di beberapa media, Umi Nung juga dikabarkan pernah menjadi guru spiritual dari Yuni Shara, Adly Fairuz, Rossa dan Baim Wong. (Benny Benke, Tresnawati, Hartono Harimurti-90)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER