panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
02 Mei 2013
Pengelolaan Profesional Wisata
  • Oleh Soetomo WE

Akhir penataan kawasan Banjirkanal Barat menghadirkan pertanyaan: ke depan hendak dijadikan apa? Apa saja rencana kegiatan di kawasan itu, dan siapa pengelolanya? Ketika dimintai saran tentang letak patung Cheng Ho di Kelenteng Sam Po Kong, sebagai Ketua Dewan Pariwisata Jateng, saya bersama Ketua DP2K Semarang Prof Eko Budihardjo, dan pengusaha Tutuk Kurniawan, juga mendiskusikan pengembangan kawasan Banjirkanal Barat.

Saya mengusulkan untuk kegiatan kepariwisataan mengingat di kawasan tersebut ada beberapa atraksi wisata dan kegiatan pen- dukung, yang bisa digarap untuk lebih memberdayakan kawasan Banjirkanal Barat itu. Tentu saja digarap secara profesional, terpadu, dan mengacu standar-standar tertentu. 

Bisa saja wisatawan yang akan mengunjungi Kelenteng Sam Po Kong, dinaikkan perahu menyusuri Banjirkanal Barat menuju kelenteng, turun di Jembatan Simongan. Di titik tertentu, wisatawan disuguhi sajian atau atraksi wisata. 

Mengenai usul pengelola yang profesional, karena berdasarkan kajian selama ini kegagalan pengelolaan objek wisata lebih disebabkan oleh pengelolaan yang amatiran, sehingga bukan untung melainkan buntung. Saya bisa menyodorkan sedikit contoh, semisal PRPPSemarang, Water Boom Pemalang, Bukit Cinta Kabupatem Semarang, dan PTTlogo Tuntang. 

Juga keluhan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Jawa Tengah, yang sulit mendapat anggaran di DPRD kabupaten/ kota masing-masing karena cost dan benefit-nya dianggap tidak imbang.

Mendasarkan hasil studi tersebut, apalagi Bandara A Yani sudah menjadi bandara internasional kendati belum dimanfaatkan secara maksimal, beberapa fasilitas  pintu gerbang wisata di kota Semarang, seperti Pelabuhan Tanjung Emas, Stasiun Tawang, Terminal Mangkang dan Terboyo, perlu dioptimalkan perannya sebagai pintu gerbang bagi wisatawan Nusantara dan mancanegara, Tentu butuh pemikiran yang kreatif, inovatif, dinamis, dan terpadu untuk mengembangkan kepariwisataan di kota Semarang pada umumnya, dan kawasan Banjirkanal Barat pada khususnya. 

Terlebih terkait dengan penunjukan Semarang-Karimunjawa sebagai destinasi unggulan Visit Jateng 2013, perlu pemikiran terkait dengan pelibatan Kabupaten Demak, Jepara, dan Kota Semarang.

Konkretnya, upaya pengembangan itu bisa memanfaatkan jalur darat guna menikmati objek dan atraksi wisata di kota Semarang, dengan ikon baru kawasan Banjirkanal Barat, Mesjid Agung Demak, dan atraksi wisata di Kabupaten Jepara, termasuk perjalanan laut ke  Karimunjawa, yang bisa menjadi satu paket menarik.

Pihak Ketiga

Sebenarnya bukan itu saja mengingat bila kita berbicara tentang pariwisata berarti juga menyangkut lintas batas, lintas regional, dan bisa lintas negara. Karena itu, pemangku kebijakan perlu mendesain secara terintegrasi program wisata Kota Semarang-Kabupaten Semarang, Kota Semarang-Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang-Kabupaten Grobogan. 

Untuk lintas regional, Kota Semarang bisa bekerja sama dengan Jatim, DKI, atau DIY.  Adapun untuk lintas negara, kita harus siap bekerja sama dengan China, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara lain. Inilah yang disebut penggarapan secara profesional, terpadu, dan mengacu pada standar tertentu.

Seyogianya Plt Wali Kota Semarang segera menentukan kebijakan pola penggarapan profesional Banjirkanal Barat. Lebih baik menyerahkan pengelolaan itu kepada pihak ketiga, dan Pemkot bisa share modal.

Guna merealisa-sikan langkah itu, Plt Wali Kota perlu secepatnya mengadakan rapat koordinasi antar- kepala daerah yang wilayahnya terkait dengan rencana itu.

Kita tak bisa memungkiri bahwa posisi Semarang dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk kelengkapan infrastruktur layak menjadi pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Semarang atau kota lain di Jateng. Selama ini, wisatawan lebih banyak memanfaatkan Yogyakarta sebagai pintu gerbang untuk menikmati objek wisata di Jateng. (10)

–  Prof Dr Dr Soetomo WE MPd, Ketua Dewan Pariwisata Jateng, Direktur Pancasarjana Stiepari Semarang


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER