panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
10 April 2013
Tempat Tidur Pasien Kurang

SEMARANG - Jawa Tengah masih kekurangan sekitar tiga ribuan tempat tidur untuk pasien program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jamkesda, jika mengacu pada jumlah kepesertaan yang mencapai 17 juta.

Rumah sakit (RS) dan puskesmas yang bekerja sama untuk memberikan layanan tersebut jumlahnya mencapai 1.044 dengan tempat tidur keseluruhan sebanyak 13.408.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng dokter Anung Sugihantono, sesuai persyaratan WHO di mana rasio tempat tidur 1:1000 atau dalam setiap 1.000 penduduk disediakan 1 tempat tidur.

Jika mengacu pada kuota program tersebut dan disetarakan dengan ketersediaan tempat tidur kelas tiga sesuai ketentuan Jamkesmas, Jateng memang masih kekurangan.

Namun, sejumlah rumah sakit dan puskesmas juga bakal melakukan penambahan di tahun 2013 ini, di antaranya seperti RS dokter Kariadi (RSDK) sebanyak 400 tempat tidur lagi. ’’Dengan RS pemerintah lainnya akan ada 200-an melalui dana APBD, APBD, dan BLUD masing-masing termasuk juga puskesmas yang menambah tempat tidur perawatan. Jadi yang sudah pasti 600-an, sisanya dalam proses dan ada juga yang masih mengajukan kerjasama program ini,’’ ujar Anung, Selasa (9/4).

Untuk jumlah keseluruhan tempat tidur rumah sakit pemerintah dan swasta di Jateng saat ini tercatat 29.236 dan di puskesmas mencapai 4.123, sehingga total ada 33 ribu lebih yang bisa digunakan untuk melayani pasien. Total puskesmas saat ini sebanyak 873 unit, dimana 307 di antaranya merupakan puskesmas rawat inap.

Anung memerinci, jika penduduk di Jateng saat ini sudah ada 32,9 juta orang maka secara umum jumlah bed ini sudah mencukupi sesuai dengan rasio WHO.

’’Idealnya memang minimal 20 tempat tidur untuk pasien Jamkesmas sehingga bisa lebih efisien dalam pengelolaannya. Tetapi memang belum semua RS bisa menyediakannya karena berbagai faktor.’’

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu yang merupakan bagian dari sistem rujukan secara utuh, secara konsep sudah berulang kali dibahas. Namun secara operasional memerlukan beberapa aspek ilegal yang kaitannya menyangkut sistem rujukan antarwilayah serta aspek masyarakat.

Pada aspek terakhir ini diperlukan peran serta dari seluruh masyarakat, karena sistem ini mewajibkan seseorang melakukan rujukan secara berjenjang. ’’Kesepakatan dalam sistem rujukan ini yang harus dipahami masyarakat memang ada aspek ilegal dan aturannya yang berjenjang. Ini penting supaya RS tidak dikesankan berbelit-belit selain itu pola pencatatan dari satu RS dan yang lainnya termasuk antara negeri dan swasta berbeda-beda,’’ katanya.

Sementara itu, Koordinator Layanan Medis RS Panti Wilasa Dr Cipto, dokter Nurendah Kristiana MM menjelaskan, keterbatasan tempat tidur yang disediakan bagi pasien Jamkesmas membuat pihak RS sedikit kewalahan.

Jika jumlah pasien menginap melebihi kapasitas, terpaksa dirujuk ke tempat lain seperti RS dokter Kariadi atau RS Islam Sultan Agung yang memiliki bangsal pasien Jamkesmas cukup luas. ’’Saat ini kami sedang berkonsolidasi dan rencana Juni bisa dibuka semua bangsal di kelas tiga untuk pasien Jamkesmas. Di sini kami cukup banyak melayani pasien menengah ke bawah tapi banyak juga yang tak punya kartu Jamkesmas,’’ kata Nurendah.

Saat ini jumlah tempat tidur kelas tiga di rumah sakit itu sebanyak 55 dari total 180 bed yang ada. Kurangnya area untuk penambahan ruangan dan tempat tidur menjadi kendala, namun manajemen akan berupaya untuk menyediakan bangsal khusus pasien Jamkesmas ke depannya.

Humas RS Telogorejo, Nana Noviada mengungkapkan, khusus untuk pasien Jamkesmas pihak rumah sakit swasta ini masih dalam tahapan pengajuan kerjasama dan diproses di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Untuk jumlah bed atau tempat tidur yang kini disediakan di kelas tiga baru 45 bed dari total 295 tempat tidur. Hal ini karena Telogorejo juga masih dalam proses pembangunan tahap kedua tower 11 lantai, sehingga ada sejumlah area yang memang harus dibongkar serta dipindahkan ke tower pertama yang baru saja selesai dibangun. Ditargetkan tempat tidur di RS Tlogorejo akan menjadi 400 bed di tahun 2015.

’’Jamkesmas memang belum bekerjasama tetapi pengajuannya kini sudah di Kemenkes. Nantinya kami berharap juga bisa mengakomodasi pasien Jamkesmas dan upaya pembangunan tower ini salah satunya juga pasti akan menambah kapasitas tempat tidur,’’ ujar Nana.

Sementara itu, tingkat hunian di empat rumah sakit di Kabupaten Semarang rata-rata mencapai 80 persen dari total jumlah tempat tidur 578 unit. Persentasi ini memenuhi standar tingkat hunian. Jumlah tertinggi hunian berada di kelas 3 yang sebagian besar digunakan pasien Jamkesda dan Jamkesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo mengatakan, jika kelas 3 penuh, pasien dititipkan sementara di kelas II sembari menanti tempat tidur kosong. “Jumlah tempat tidur untuk kelas III menacapai 203 unit, jika penuh maka dititipkan sementara di ruang rawat inap kelas 2.”

Dengan jumlah itu, pihaknya telah melayani sebagian warga Kota Semarang tanpa membeda-bedakan asal daerah pasien. Sebab, kewajiban rumah sakit adalah melayani seluruh pasien. Warga perbatasan seperti dari Pudakpayung dan Gunungpati sebagian berobat ke rumah sakit di Kabupaten Semarang, termasuk dalam merujuk pasien, pihaknya tidak lepas tangan. Rujukan didahului dengan komunikasi rumah sakit yang dituju dengan menginformasikan kedatangan pasien.

Untuk memperluas layanan, pihaknya berencana menambah 18 tempat tidur di RS Ambarawa untuk kelas 3. Sebelumnya ada 89 akan menjadi 107 unit. (J14,H74-39)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER