panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
28 Maret 2013
Myanmar Unjuk Kekuatan
NAYPYIDAW - Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi bergabung dengan para jenderal Myanmar pada parade militer tahunan untuk kali pertama, Rabu kemarin. Saat itu militer unjuk kekuatan menghadapi kerusuhan sektarian yang meluas.

Penampilannya yang sarat simbol di parade Hari Angkatan Bersenjata di Ibu Kota Naypyidaw itu menegaskan transformasi mengejutkan negara itu sejak eks junta menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah reformis dua tahun lalu

Hal itu dilakukan saat Presiden Thein Sein bergulat dengan kerusuhan sektarian yang menewaskan 40 orang pekan lalu.  Kerusuhan antara penganut Buddha dan Muslim itu mendorong eks jenderal tersebut menyatakan keadaan darurat dan mengerahkan tentara untuk memulihkan ketertiban.
Para aktivis mengungkapkan kekecewaannya bahwa Suu Kyi masih bungkam tentang beberapa episode pertumpahan darah sektarian sejak tahun lalu.

Peran Politik

Hubungan pembangkang yang beralih menjadi anggota parlemen itu dengan militer disorot saat dia bersiap-siap untuk pemilu 2015. Dan kehadirannya di parade tersebut dianggap sebagai pertanda membaiknya hubungan dengan militer sejak dia dibebaskan dari 15 tahun tahanan rumah pada akhir 2010.

Dalam pidato peringatan itu, Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan kepada tentara bahwa militer akan mempertahankan peran dalam politik nasional.

Hari Angkatan Bersenjata menandai peringatan 68 tahun pemberontakan Burma melawan kekuasaan Jepang. Lebih dari 6.000 tentara hadir dalam acara itu, saat jip-jip dan tank militer ikut andil dalam parade di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw.

’’Saat negara bergerak menuju demokrasi modern, militer kita memainkan peran penting dalam politik nasional,’’ujar jenderal Hlaing. ’’Kami akan terus berusaha memperkuat langkah demokrasi yang diinginkan rakyat.’’

Panglima AB itu juga menyinggung soal kerusuhan anti-Muslim di Myanmar tengah yang menewaskan 40 orang dan menyebabkan sekitar 12.000 warga Muslim kehilangan tempat tinggal.
’’Kemerdekaan kita berasal dari seluruh warga Myanmar, termasuk semua kelompok etnik minoritas, karenanya kita harus melindunginya,’’ ujarnya.

Kerusuhan terjadi setelah pertengkaran di toko emas di Meiktila di daerah Mandalay, pekan lalu, menyulut bentrokan antara penganut Buddha dan Muslim di kota itu.
Selasa lalu, jam malam juga diberlakukan di tiga kota lain saat kerusuhan mendekat Yangon.(afp,bbc-niek-31)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER