panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
26 Maret 2013
700 Tenaga Honorer Memprihatinkan

CILACAP - Nasib 700 tenaga honorer endidikan di Kabupaten Cilacap, baik tenaga pendidik maupun kependidikan sangat memprihatinkan. Mereka terdiri atas guru wiyata bakti, guru mandiri, pesuruh, tukang kebun, dan penjaga malam.

Padahal, para guru wiyata bakti di sekolah negeri rata-rata sudah mengajar selama delapan tahun lebih. Mereka menjadi guru wiyata bakti sebelum 2005, sebab setelah 2005 sekolah tidak berani mengangkat guru wiyata bakti karena ada larangan dari pemerintah.

‘’Berhubung sekolah tidak diperbolehkan mengangkat guru wiyata bakti maka untuk menggantikan guru PNS yang pensiun pihak komite sekolah berinisiatif mengangkat guru yang kemudian disebut guru mandiri,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo SH SPd MSi, kemarin.

Pihak komite sekolah terpaksa mengangkat guru mandiri karena pada 2010 lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan moratorium (penangguhan) pengangkatan PNS, termasuk PNS untuk tenaga pendidik dan kependidikan.

Menurut dia, pengangkatan guru mandiri dilakukan karena setiap tahun jumlah guru PNS yang pensiun mencapai 300 orang, padahal proses pembelajaran harus tetap berjalan.

Rp 150.000/ Bulan

Guru mandiri mendapat honor dari komite yang besar kecilnya tidak sama, tergantung kemampuan komite di masing-masing sekolah. Adapun honor guru wiyata bakti, ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah. Besar honor mereka bervariasi antara Rp 150.000 dan Rp 500.000/bulan.

Dijelaskan, selain guru wiyata bakti dan guru mandiri, nasib pesuruh, tukang kebun, dan penjaga sekolah juga memprihatinkan. Honor mereka kecil dan masa depannya tidak jelas.

Maklum, setiap ada lowongan CPNS, pemerintah tidak pernah membuka formasi untuk pesuruh, tukang kebun, dan penjaga sekolah.

‘’Jumlah tenaga honorer di sekolah negeri kurang lebih 700 orang. Mereka terdiri atas guru, pesuruh, tukang kebun, dan penjaga. Mereka kebanyakan berada di SD dan SMP,’’ kata Tulus.

Menurut dia, nasib mereka harus diperhatikan, sebab mereka yang menjaga kebersihan dan keamanan sekolah. Pemkab dan Disdikpora tidak bisa mencegah dan melarang ketika ada sekolah negeri yang ingin mengangkat tenaga pesuruh dan penjaga malam. Mereka ingin sekolahnya bersih dan aset-aset yang dimiliki tetap aman.

Penjaga SMP 6 Cilacap, Solikhin, mengatakan pemerintah harus memperhatikan nasib para tenaga honorer di sekolah negeri. Alasannya, honor yang diterima setiap bulan tidak bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Padahal, para tenaga honorer juga mempunyai tanggungan membiayai pendidikan anak-anaknya.

‘’Honor kami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya pendidikan anak-anak. Karena itu, pada siang hari kami mencari penghasilan tambahan dengan cara bekerja menjadi kuli bangunan,’’ ujarnya.

Menurut Solikhin, keluhan yang disampaikan mewakili nasib seluruh tenaga honorer.(ag-17,15) 


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER