panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
23 Maret 2013
Hakim Hitam Kian Kelam
  • Wakil Ketua PN Bandung Tertangkap Tangan
image

JAKARTA  - Meski sudah banyak hakim yang terjerat kasus korupsi, namun tak menyurutkan hakim lain. Yang terbaru, Wakil Ketua ­Pengadilan Negeri (Waka PN) ­Bandung, Setyabudi ­Tejocahyono,­ ­tertangkap tangan oleh Komisi ­Pemberantasan Korupsi  (KPK).

 Dia dibekuk di ruang kerjanya, Jalan RE Martadinata, Jawa Barat, Jumat (22/3) sekitar pukul 14.15. Dia ditangkap bersama seorang pihak swasta bernama, Asep. Ke­dua­nya didu­ga terlibat tran­saksi se­rah terima uang yang ber­kaitan de­ngan peng­­urusan perkara bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung yang ditangani di PN Bandung. Saat transaksi, tiba-tiba dua petugas KPK masuk ke ruangan kerja mantan hakim PN Tanjung Pinang itu. Kedatangan para penyidik tersebut mengagetkan hakim dan para pegawai PN. Hanya 15 menit di ruangan, petugas kemudian membawa keduanya ke mobil yang berbeda menujuk ke kantor KPK.

Menurut Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, dari penangkapan tersebut, petugas KPK menemukan uang sebesar Rp 150 juta yang dibungkus kertas koran. ’’Penangkapan dilakukan sesaat setelah seseorang berinisial A (Asep-Red) memasuki ruang kantor hakim SET (Setyabudi Tejocahyono-Red),’’ ujar Johan di Gedung KPK, Jumat (22/3) malam.

Selain itu, lanjut dia, petugas KPK juga ikut mengamankan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung berinisial HNT (Herry Nurhayat, Kepala Dinas Plt Dinas Pendapatan Daerah-Red) dan PPG (Pupung, Bendahara di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah-Red). Selain itu, diamankan pula seorang laki-laki, petugas keamanan di Pengadilan.

Adapun Herry dan Pupung diamankan di kantor Pemerintah Kota Bandung. ’’Mereka terkait dengan kasus yang sedang ditangani oleh hakim SET, yaitu perkara bansos,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, dalam penangkapan di kantor PN Bandung pihaknya juga mengamankan mobil Toyota Avanza warna Biru yang digunakan oleh Asep. Dalam mobil ditemukan uang. ’’Uang dalam pecahan Rp 100 ribu masih dihitung,’’ ujarnya.

Ditanya apakah ada keterlibatan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, Johan menyatakan, hal tersebut masih terus dikembangkan. ’’Belum ada kesimpulan, kita tunggu dulu. Masih dalam penelusuran.’’

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bambang Widjojanto menyatakan, sejak pimpinan KPK periode tiga sudah ada diskusi atau pertemuan dengan ketua MA dan jajarannya. Salah satu poin yang diskusikan itu, antara KPK dan AM akan bekerja sama membangun akuntabilitas aparatur penegak hukum.

’’Seperti diketahui dalam konteks itulah sering berkomunikasi dan tukar menukar informasi. Itu juga berkaitan dengan informasi awal yang diberikan temen MA dan masyarakat. Kemudian KPK mendalami sendiri informasi tersebut,’’ papar Bambang.

Hingga akhirnya hakim SET bersama A ditangkap. ’’Bukan tidak mungkin akan berkembang, tidak hanya S dan A. KPK dan MA terus merapatkan barisan,’’ ujarnya di­dampingi Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahka­mah Agung (MA) Timur Manurung di Gedung KPK.

Timur menambahkan, pimpinan MA dan anggota KPK bersinergi bersama untuk membersihkan pengadilan. Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan informasi dari Bandung kemungkinan ada penyuapan. ’’Karena kita tidak punya sistem menangani sendiri, mohon KPK melaluikan mengamati yang bersangkutan. Kami mendengar berita sudah yang kami curigai selama ini. Ini peringatan kepada hakim lainnya, kita tidak tinggal diam, laporkan ke KPK, (dulu) di Semarang dan ini yang kedua,’’ tegasnya.

Tiba di KPK

Sementara, Asep tiba di kantor KPK sekitar pukul 17.50, sambil menggenggam kantor plastik warna hitam. Dia hanya tertunduk tanpa memberi keterangan. Tidak lama berselang, Setyabudi tiba di kantor KPK. Dia terlihat harus berjalan dari pintu gerbang kantor KPK dengan tangan terborgol. Sekitar sejam kemudian, Herry, Pupung, dan petugas keamanan PN Bandung yang tidak diketahui nama atau inisialnya juga tiba di kantor KPK. Hingga berita ini disusun, kelimanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK.

Untuk diketahui, dalam perkara kasus Bansos Bandung, Setyabudi menjatuhkan vonis satu tahun penjara dan denda masing-masing Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan kepada tujuh terdakwa. Tujuh terdakwa juga diperintahkan membayar denda Rp 9,4 miliar. Ketujuh terdakwa adalah eks Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Kota Bandung Rochman dan Kepala Bagian Tata Usaha Uus Ruslan, Ajudan Wali Kota Bandung Yanos Septadi, Ajudan Sekretaris Daerah Luthfan Barkah, Staf Keuangan Pemkot Bandung Firman Himawan, Kuasa Bendahara Umum Havid Kurnia dan Ahmad Mulyana.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelum jaksa menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta. Adapun untuk Rochman dituntut empat tahun penjara dan denda Rp100 juta. Dalam kasus ini jaksa menduga terjadi kerugian negara dalam pengurusan alokasi dana Bansos Kota Bandung mencapai Rp 66,6 miliar. Bahkan perbuatan ketujuh terdakwa oleh jaksa didakwa dilakukan secara bersama-sama dengan Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi.

Atas kejadian itu, Komisi Yudisial meminta MA segera memberhentikan sementara hakim Setyabudi. “Memberhentikan tetap apabila telah ada putusan berkekuatan hukum tetap, serta menghentikan hak-haknya sebagaimana telah di atur dalam perundang-undangan,” ujar Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar.

Sementara itu, Mahkamah Agung (MA) akan segera memberhentikan hakim Setyabudi. “Yang bersangkutan akan diberhentikan segera setelah penangkapan yang diikuti penahanan,” ujar Humas MA Ridwan Mansyur.

Tepisah,  Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda me­mastikan pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada pegawai yang diduga terlibat. Dia berharap kasus tersebut tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pihaknya sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “Untuk itu, kami siapkan pembelaan hukum dari Pemkot. Tapi, sejauh ini kami belum ada komunikasi,” jelasnya. (dwi,J13, D3-71)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER