panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
04 Maret 2013
Kemdikbud Anulir Rencana Diklat Guru
  • Janji Pemerintah Ditagih

JAKARTA - Janji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud) untuk memberikan pelatihan sebagai tindak lanjut uji kompetensi guru (UKG) sepertinya tidak akan terealisasi.

 Pemerintah hanya akan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) persiapan pelaksanaan ku­rikulum 2013.

Apa salahnya, dengan adanya kurikulum baru ini maka pelatihannya juga dikaitkan dengan ku­rikulum baru. Dijadikan satu,” ujar Kepala Badan Pengem­bang­an Sumber Daya Manusia dan Pen­jamin Mutu Pendidikan, Kemdikbud, Syawal Gultom.

Seperti diketahui, pada akhir ta­hun lalu (Oktober 2012), Kem­dikbud melaksanakan UKG kepada lebih dari satu juta guru yang te­lah bersertifikat untuk meme­ta­kan ke­mampuan dan kompetensi para gu­ru. Hasil UKG akan dijadikan da­sar diklat dan pem­bi­naan se­hing­ga guru dapat me­me­nuhi kom­petensi standar profesi guru.

Dulu, pemerintah berjanji, guru yang kompetensi di bawah rata-rata akan diberi diklat secara tatap muka, sedangkan yang di atas rata-rata akan diberi diklat se­cara online dan interaktif. Namun hingga kini rencana tersebut be­lum terealisasi.

Padahal hasil UKG cukup men­­­cengangkan. Nilai rata-rata UKG sementara yang pernah di­lan­sir oleh Kemdikbud sekitar 44,55. Angka tersebut tidak jauh ber­beda dari hasil uji kompetensi awal (UKA) yang dilakukan pada awal 2012 lalu, yaitu 42,25.

Hasil itu membuktikan, rata-rata kompetensi guru di Indonesia masih rendah. Karena itu, pemerintah harus meningkatkan kompetensi para guru.

Guru Inti

Meski demikian, pihak Kem­dikbud membantah hasil UKG sia-sia meski tanpa tindak lanjut apa pun. Menurut Syawal, guru-guru yang memiliki nilai kompetensi baik dari hasil UKG berpeluang untuk menjadi guru inti dalam sistem diklat persiapan pelaksanaan kurikulum baru.

”Guru inti kan dasarnya dari UK­G juga. UKG kemarin jumlahnya sekitar satu juta tapi memang ba­ru sekitar 700-an yang mau di­diklat tahun ini,” ujar mantan Rek­tor Universitas Negeri Medan itu.

Menurutnya, pada dasarnya ti­dak ada perbedaan signifikan an­tara diklat kurikulum dan diklat-dik­lat lainnya. ”Ada atau tidak ada kurikulum baru, diklat guru terus dilakukan. Toh diklat itu seputar model pembelajaran dan materi ajar,” ungkap Syawal.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengatakan, gu­ru-guru di daerah menagih janji pemerintah untuk memberikan pelatihan pasca-UKG online dan ma­nual pada akhir 2012 itu. Me­nu­rutnya, diklat kompetensi pas­ca-UKG dan diklat implementasi ku­rikulum itu dua hal yang ber­be­da. Untuk itu, pemerintah ha­rus me­­laksanakan keduanya.

”Diklat peningkatan kompetensi sebagai tindak lanjut UKG, diklat kedua untuk persi­ap­an implementasi kurikulum ba­ru.”

Sulistiyo mengingatkan pemerintah untuk serius meningkatkan kompetensi guru. ”Jangan sampai kehadiran kurikulum baru mereduksi niat untuk me­ning­katkan mutu pendidikan,” tegas Sulistiyo. (K32-60)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER