panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
01 Maret 2013
Siaran Pilkada Damai
  • Oleh Asep Cuwantoro
Masyarakat Jawa Tengah akan memilih gubernur dan wakil, berbarengan dengan pemilihan bupati dan wakil di Kudus dan Temanggung, pada 26 Mei mendatang. Semua pihak tentu menginginkan pesta demokrasi itu berjalan lancar, damai, dan bisa memilih pemimpin ideal pilihan rakyat.

Salah satu elemen penting dalam menyukseskan pilkada damai adalah media penyiaran (radio dan televisi). Menyadari arti penting posisi media penyiaran dalam pilkada, beberapa pimpinan partai dan tim pemenangan calon mulai mendekati pemilik radio dan televisi lokal di Jateng.

Pendekatan bukan tanpa alasan. Kesuksesan Jokowi merangkul media dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 jadi acuan. Salah satu keberhasilan mantan wali kota Solo itu merebut hati masyarakat Ibu Kota adalah karena peran media yang menjadikannya anak emas.

Bagi pemilik radio dan televisi, pendekatan tersebut merupakan angin segar mengingat pilkada merupakan ajang panen besar-besaran iklan. Minimal ada 14 televisi lokal dan 224 radio FM berizin yang akan berbagi kue iklan pilkada. Satu hal yang perlu diingat, mengejar kue iklan sah-sah saja namun jangan mengesampingkan kepentingan publik untuk mendapat hak-hak sajian siaran yang sehat dan mendidik.

Siaran pilkada harus mengedepankan kebersamaan dan menebarkan iklim sejuk. Semisal iklan layanan masyarakat seputar pendidikan politik. Bisa juga menggelar talkshow atau sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

Dalam menyiarkan pilkada, yang menjadi acuan media pe-nyiaran setidak-tidaknya UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) No-mor 1 dan 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta peraturan KPI dan KPID.

Ada beberapa prinsip dasar yang harus menjadi pedoman. Pertama; akurasi menyiarkan kampanye. Lembaga penyiaran harus menjamin kebenaran dan kejelasan materi yang disiarkan. Materi dan sumber siaran harus benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebe-lum siaran diterima oleh pendengar/ penonton.

Kedua; media penyiaran harus berlaku adil bagi seluruh peserta pilkada. Adil bisa diartikan memberi kesempatan yang sama untuk kampanye, sosialisasi, kritik, dan hak jawab. Ketiga; imparsialitas, yakni tidak di-perkenankan memihak partai atau kelompok tertentu.

Materi Menyejukkan

Prinsip ini wajib karena radio dan televisi menggunakan frekuensi milik publik maka penggunaannya pun harus mengedepankan kepentingan publik. Prinsip tidak memihak ini juga diartikan sebagai larangan penjualan jam tayang (blocking time) kepada salah satu peserta kampanye.

Keempat; prinsip isi siaran, yang secara lengkap tertuang dalam Peraturan KPI Nomor 1 dan 2 Tahun 2012 tentang P3SPS. Dalam bersiaran, radio dan televisi harus menjauhi unsur SARA, porno, sadis, dan seram. Selain itu program siaran pilkada menjunjung tinggi rasa hormat terhadap agama, privasi, kesopanan, dan antarkelompok masyarakat.
Penting juga bagi media penyiaran menerapkan pripsip jurnalisme damai. Melalui cara ini diharapkan jurnalis radio dan televisi memproduksi berita atau laporan menyejukkan seputar pilkada. Prinsip salah kaprah yang lazim terjadi dari jargon bad news is good news harus ditinggalkan.

Falsafah dan kode etik jurna-listik harus dipegang teguh agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan mendamaikan. Untuk persoalan ini, KPID Jawa Tengah selama dua tahun terakhir ini menggembleng jurnalis media penyiaran melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan, secara bergantian di enam eks karesidenan.
Warga Jateng yang dikenal santun dan situasi yang adem-ayem harus tetap dijaga, sekalipun di tengah suhu panas politik pilkada. Kini saatnya media radio dan televisi melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Siaran bermartabat dan menyejukkan diharapkan membantu mewujudkan pilkada yang damai dan berkualitas. (10)

–  Asep Cuwantoro SPdI MPd, Asisten Ahli KPID Provinsi Jawa Tengah, dosen STAI Mathali’ul Falah (Staimafa) Pati
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER