panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
01 Maret 2013
TAUSIAH
Tanda-Tanda Pemimpin yang Dimurkai
  • Oleh Sutrisno Yusuf

SETIAP hamba Allah di atas bumi ini adalah sebagai kholifah fil ard. Mereka memiliki hak untuk menjadi seorang pemimpin. Hanya untuk mewujudkan itu tidaklah mudah. Karena tidak hanya mengandalkan dari jumlah pendukung yang akan memilihnya. Namun pemimpin dituntut untuk mampu mengemban amanat umat. Misalnya berlaku adil kepada siapapun, tidak korupsi, tidak mengajarkan kemadzorotan, atau bahkan men­dzolimi umatnya.

Dengan berbagai persyaratan tersebut akhirnya diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan tentram. Bahkan jika ada pemimpin yang mampu menciptakan keadilan, bukan melakukan medzorotan atau pendzoliman, dan selalu taat kepada Allah dan Rasulnya, maka Allah SWT memerintahkan untuk selalu mentaatinya.

Hal ini sebagaimana  firman Allah surat Annisa’. Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa : 59)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna ayat di atas bahwasanya al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata tentang firman Allah: “Taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan Ulil Amri diantara kamu”.

Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin ‘Adi, ketika diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam di dalam satu pasukan khusus.

Dalam hadis lain, Nabi mengingatkan kepada setiap muslim agar tidak asal taat kepada pemimpin yang dzolim. Hal ini sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan dari Abu Dawud Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dengar dan taat adalah kewajiban seorang muslim, suka atau tidak suka, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintahkan berbuat maksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat”. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadis di atas menyebutkan bahwa tanda-tanda pemimpin yang akan dimurkai oleh Allah, antara lain pemimpin yang menguasai rizqi rakyatnya (monopoli). Dari item ini secara jelas menyebutkan, bahwa menjadi pemimpin jangan sampai melakukan penguasaan kekayaan Negara menjadi hak milik pribadinya.

Selain itu pemimpin yang selalu mengungkapkan slogan kosong, berkata dusta dengan apa yang dibicarakannya, atau yang dijanjikannya. Peringatan ini selaras dengan hadis nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, bahwa Setiap orang di antara kalian adalah pemimpin, dan setiap orang di antara kamu akan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya.

Juga berbuat tetapi meremehkan orang lain. Tanda ini jangan sampai dilakukan oleh pemimpin, apalagi dengan lebih mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan umat. (50)


– Drs H Sutrisno Yusuf MSi, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Gunung Jati Kisman­to­ro/Pengurus Cabang NU Kabupaten Wonogiri.


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER