panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
26 Februari 2013
Rosa Tersangkut Kasus di UM
SURABAYA - Lama tak terdengar kabarnya, mantan direktur marketing Grup Permai Mindo Rosalina Manulang kemarin muncul di Pengadilan Negeri Surabaya.

Ia menjadi saksi bagi tiga dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang menjadi terdakwa kasus pengadaan alat laboratorium MIPA di perguruan tinggi itu. Ketiga dosen tersebut adalah Abdulloh Fuad (ketua panitia lelang), Sutoyo (sekretaris panitia lelang), dan Andoyo (pejabat pembuat komitmen).

Rosa mengaku pernah dipertemukan dengan Rektor UM Suparno. Ia diantar anggota DPRD Kota Malang bernama Subur, yang sebelumnya telah dihubungi bekas bos Rosa, M Nazaruddin.

"Saya menurut apa kata bos Nazaruddin. Saat itu saya disuruh bos menemui Pak Subur di Malang. Kata bos, nanti Subur bawa kamu," kata Rosa dalam sidang yang dipimpin Antonius Simbolon, Senin (25/2).
Saat itu, tahun 2009, Rosa merupakan direktur marketing yang membawahi sekitar 30 perusahaan milik Nazaruddin, bekas bendahara umum Partai Demokrat.

Rosa menuturkan, dalam pertemuan dengan Suparno, ia tidak banyak bicara. Menurutnya, Subur dan rektor membahas pembangunan dan fasilitas UM.

"Pak Subur dan rektor yang mengobrol, saya cuma diam. Pak Subur sering mengatakan kepada rektor supaya sabar demi kebaikan nasib fasilitas-fasilitas di UM. Dia juga mendukung supaya pemerintah pusat menambah anggaran," tutur Rosa.
Istilah anggaran ini dipertanyakan majelis hakim, tim jaksa, dan penasihat hukum tiga dosen UM. Anggaran apa yang dimaksud Subur?

"Saya tidak tahu. Saya kan nggak ikut ngobrol, saya hanya diam karena baru bertemu Pak Rektor saat itu," tutur Rosa.
Kehadiran Rosa sebagai saksi itu merupakan permintaan ketiga terdakwa. Mereka menganggap keterangan Rosa bisa menguak kebenaran kasus proyek bernilai Rp 46 miliar tersebut. 

Keterangan Yulianis

Dalam sidang sebelumya, bekas direktur keuangan Grup Permai Yulianis juga dihadirkan menjadi saksi. Anak buah Nazarudin itu secara gamblang menyebutkan ketiga terdakwa menerima kucuran dana. Yulianis juga menegaskan bahwa yang bertugas mengurus proyek di perguruan tinggi di Jatim adalah Rosa dan anak buahnya, Clara.
"Clara dan Rosa yang bertanggung jawab. Dia yang mengurus di Jatim," terang dia.
Penyimpangan proyek pengadaan yang bersumber dari anggaran APBN DIPA Kementerian Pendidikan tahun 2009 itu diduga merugikan negara Rp 14,9 miliar.

Pengusutan kasus ini berawal saat KPK mengembangkan penyidikan atas proyek-proyek yang terkait dengan Nazaruddin. Saat diperiksa dalam kasus korupsi dengan tersangka Angelina Sondakh, Rosa memaparkan bahwa ada sejumlah perguruan tinggi (PT) yang proyeknya dikorupsi.

Lima di antaranya adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Sriwijaya  Pelembang, dan Universitas Negeri Malang.

Setelah Angelina diperiksa di Pengadilan Tipikor Jakarta selaku terdakwa, terungkap ada 11 PT lain yang proyeknya dikeruk oleh politikus tersebut, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pattimura, Universitas Negeri Papua, Universitas Sumatera Utara, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Udayana Bali, Universitas Negeri Jambi, Universitas Tadulako, dan Universitas Nusa Cendana. (dtc-59)


KESAKSIAN ROSA : Mindo Rosalina Manulang diambil sumpah sebelum memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (25/2). (59)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER