panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
01 Februari 2013
Genangan di Kota Kenangan (1)
Mengapa Pompa-Pompa (Seolah) Tak Bekerja?

”KAMI ingin mengubah citra Kota Genangan menjadi Kota Kenangan,” ungkap seorang pejabat di Pemkot Semarang, beberapa waktu lalu.

Keinginan tersebut sebenarnya sudah lama terwujud. Seperti yang sudah diketahui, Kota Semarang sudah lama dikenang karena selalu tergenang.

Awal tahun ini, predikat itu kembali menemui pembuktian. Di tengah musim hujan dan juga rob yang semakin tinggi, sebagian area di Semarang, terutama di bagian utara, tergenang. Bahkan menurut masyarakat, area yang tergenang lebih luas dari biasanya.

Pemerintah kota maupun provinsi sudah berupaya menanggulanginya. Salah satu cara yakni dengan sistem pompanisasi. Saat ini, tercatat sudah ada 39 rumah pompa dengan 94 pompa tersebar di seluruh wilayah Semarang.

Lokasi paling banyak tentu berada di Kecamatan Semarang Utara. Belasan rumah pompa berdiri di Boom Lama, Bandarharjo, Kuningan, dan juga sekitar Kota Lama. Akan tetapi itu saja ternyata belum cukup.

Meski pompa-pompa tersebut ada yang sudah dipaksa bekerja 24 jam penuh dalam sehari, air tetap menggenang.

”Ada beberapa alasan yang saling berkait menyangkut genangan yang masih saja terjadi. Pertama, penurunan lapisan tanah yang semakin parah. Kemudian, drainase yang ada masih perlu perawatan terutama di saluran persilangan. Selain itu, untuk tahun ini, kebetulan dipengaruhi pula dengan faktor cuaca yakni munculnya badai yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Kepala Bidang Perlengkapan dan Pompa, melalui Kepala Seksi Pompa Dinas PSDA ESDM Widjanarko di ruang kerjanya, Kamis (31/1).

Dia menegaskan, pompa-pompa yang ada sebenarnya cukup dan bisa berfungsi baik, seandainya infrastruktur pendukungnya juga dalam kondisi yang baik. Tahun lalu, pihaknya membangun beberapa rumah pompa lagi di Kampungkali, Johar, dan juga di Jl Agus Salim. Tahun ini, pihaknya merencanakan satu lagi pembangunan rumah pompa di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk. ”Anggarannya sekitar Rp 4 miliar. Memang untuk membangun satu rumah pompa, lengkap dengan pompa, genset, pipa kolom, dan kolam retensi dibutuhkan setidaknya Rp 3-5 miliar,” katanya.

Akademisi Undip, Nelwan, memiliki pandangan berbeda. Dia melihat beberapa pompa yang ada tak berfungsi karena beberapa alasan. Beberapa dari pompa tersebut diketahui berada di lokasi yang tak tepat. Jika pompa itu dinyalakan, justru genangan di permukiman warga semakin tinggi. (Adhitia Armitrianto-39)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER