panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
16 Januari 2013
Surat Pembaca
Tumpukan Sampah di Payaman Magelang

Kebersihan sebagian dari iman, prinsip itulah yang sudah seharusnya selalu kita pegang dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam kenyataannya masih terdapat pihak-pihak yang lupa akan nilai ini. Dengan enaknya membuang sampah sembarangan.
Rumah dan lingkungannya memang jadi bersih, tapi di sisi lain sampah-sampah itu menumpuk dan membusuk di tempat lain yang tidak semestinya. Hal inilah yang terjadi di sepetak lahan di pinggir jalan raya Magelang-Semarang KM 6, tepatnya di perbatasan Dusun Tegowanon, Payaman dengan Sambung Lor, depan SD Muhammadiyah Payaman. Pemandangan tak mengenakkan ini sudah terjadi sejak lama, bahkan lebih dari setahun.

Sampah rumah tangga kian hari tambah menumpuk, membusuk, dan mengeluarkan bau tidak enak yang menyeruak. Ironisnya, saya yang setiap hari melewati jalan ini, tidak menemukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Malah semakin parah. Saya tidak tahu darimana asal tumpukan sampah ini. Saya juga tidak bisa menunjuk siapa oknum pembuang sampah sembarangan itu karena tidak adanya bukti. Saya juga tidak mengetahui siapa pemilik lahan tersebut. Mungkin pembaca ada yang tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut?

Menurut saya, ini adalah tentang kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya menjaga lingkungan. Mereka mungkin belum menyadari bahwa sampah plastik baru bisa terurai tanah setelah ratusan tahun. Berapa jenis penyakit yang akan menjangkit apabila masalah ini terus dibiarkan? Berapa banyak orang yang dirugikan akibat perilaku mereka? Atau, sebenarnya mereka itu tidak tahu atau tahu tetapi tak peduli?

Yang saya tak kalah heran, pihak Desa Payaman atau Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Magelang sepertinya diam. Terbukti dengan belum adanya penyelesaian atas masalah sampah di Payaman. Atau sebenarnya pihak Pemkot sudah bertindak namun saya yang belum tahu?

Jangan lupa, hal ini juga menjadi sangat penting karena jalur Magelang-Semarang merupakan jalan utama penghubung antarpropinsi. Akan banyak orang yang melewati jalan ini. Terlebih 2013 dicanangkan sebagai tahun kunjungan wisata ''Visit Jawa Tengah 2013'', dan Magelang menjadi salah satu andalan program ini. Apa tidak malu kalau kotor dan sampah dimana-mana?

Maaf kalau kata-kata saya terlalu pedas. Semata ini adalah ungkapan hati saya yang ''geregetan'' melihat pemandangan sampah ini setiap hari selama sekian ratus hari, dan saya tidak bisa berbuat banyak atas masalah ini. Ingin rasanya memunguti sampah itu, tapi apa daya. Tentu menyelesaikan masalah ini membutuhkan peran masyarakat, pemerintah, dan merupakan tanggung jawab kita semua.

Fahmi Anhar Nurdiyanto
Dusun Sempu RT 06/03
Ngadirejo, Kab Magelang

* * *
Pentingnya Pendidikan Lingkungan

Setiap musim hujan tiba, musibah banjir dan tanah longsor terjadi di mana-mana. Akibat bencana tersebut, tak sedikit jatuh korban jiwa. Kondisi itu tentu saja membuat keprihatinan semua pihak. Musibah banjir dan tanah longsor terjadi akibat dari rusaknya alam dan bumi ini. Belum lagi, rusaknya bumi lantaran adanya revolusi industri. Sudah jamak bahwa negara-negara di dunia membangun industri baru yang lebih banyak berdampak merusak bumi.
Pemanfaatan isi bumi untuk penggerak pembangunan ditenggarai memicu efek rumah kaca dan pemanasan global. Perut bumi ''diudal-udal'' untuk tambang minyak bumi, emas, batu bara, perak dan tembaga. Ironisnya, setelah bumi disedot dan diekploitasi, bumi yang telah rusak ini dibiarkan merana. Hutan dibabat habis dan hanya sebagian kecil yang ditanami kembali. Manusia telah secara rakus menguras bumi tanpa peduli dengan kerusakan lingkungan yang ada.
Lalu di mana peran dunia pendidikan dan guru dalam ikut memelihara bumi yang telah rusak dan porak poranda ini? Inilah pertanyaan yang layak jadi pemikiran bersama. Bumi harus diselamatkan demi kehidupan anak-cucu sebagai generasi mendatang.
Cara yang paling mendasar dan mudah dilakukan guru adalah dengan menggalakkan pendidikan lingkungan bagi siswa di sekolah. Ajarkan anak didik untuk gemar menanam dan memelihara pohon di seputar sekolah atau lingkungan masing-masing.
Alam atau bumi yang rimbun oleh pepohonan akan mengurangi kerusakan lingkungan sekitar. Jika sejak kecil anak atau siswa sudah terbiasa menanam dan memelihara pohon, bukan tidak mungkin ke depan mereka akan mencintai lingkungan dan tidak sebaliknya, merusak.
Kebiasaan memperlakukan sampah secara benar, juga bisa jadi pendidikan lingkungan di sekolah. Ini memang masalah sepele tapi dampaknya luar biasa. Sampah plastik yang dibuang di mana-mana, bisa mencemari lingkungan.
Plastik sebaiknya tidak dibuang di sembarang tempat. Buanglah di tempat sampah yang ada agar bisa didaur ulang. Inilah pendidikan lingkungan yang bisa dilakukan sejak dini oleh guru di sekolah-sekolah. Mari selamatkan bumi mulai hari ini! 
 
Haryati S Ag
Guru SMAN 1 Kertek
Jl Raya Kertek Km 6 Wonosobo

* * *
Dirugikan Smartphone

Saya pengguna Smartphone Blackberry Pearl 9105. Barang itu saya beli September 2012, dan baru dua bulan sudah mengalami masalah, yakni trackpad tidak berfungsi sehingga untuk memindah menu tidak bisa. Terus terang saya awam terhadap Hp BlackBerry. Awalnya saya tertarik dengan segala iklan tentang Smartphone (yang katanya telepon pintar).
Saya membeli di Toko Icon Blackberry Corner, Jl Pandanaran No 62 Gedung Agusta Semarang. Saya berpikir bahwa pascajualnya dapat diandalkan, sebagaimana iklan-iklannya dengan berbagai janji. Namun yang saya alami ternyata tidak sesuai dengan janji-janji pada iklan maupun promosi yang begitu menggiurkan konsumen.
Sekarang telah bermunculan berbagai distributor dari bermacam produk BlackBerry yang katanya garansinya orisinal. Ternyata ada bermacam-macam garansi, Bless, Tcell, Beryndo, RIM, yang semua-nya mengklaim sebagai garansi resmi Blackberry. Saya tidak tahu mana yang dapat dipercaya sebagai distributor resmi. Pada 15 Desember 2012 saya masukkan BlackBerry saya yang bermasalah ke toko tempat saya membeli, karena trackpad tidak berfungsi dan saya ditawari untuk menggunakan garansi.
Pihak customer service menjanjikan agar saya menunggu dua minggu sampai satu bulan. Dari sinilah saya merasa menyesal telah membeli Smartphone BlackBerry. Setelah tiga minggu saya menanya-kan, dijawab bahwa toko hanya menjual dan akan membantu untuk pengurusan garansi.
Saya tidak tahu sampai kapan perbaikan bisa selesai. Sementara langganan BlackBerry service saya terus berjalan, karena menggunakan operator pascabayar, sehingga saya sudah dirugikan secara finansial dan fungsional sebab tidak dapat berkomunikasai

Purno Hariyadi
Jl Bledak Anggur 2/25
Perumnas Tlogosari, Semarang
081 2288 2228/024 7022 2822


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER