panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
16 Januari 2013
Sembilan Kecamatan Tergenang
  • Kali Plumbon Jebol

SEMARANG - Hujan yang mengguyur terus-menerus selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Semarang kebanjiran. Selasa (14/1), sejumlah titik di sembilan dari16 kecamatan tergenang, dengan ketinggian air 20 sentimeter-1 meter.

Sembilan kecamatan itu adalah Semarang Timur, Semarang Utara, Tugu, Genuk, Semarang Barat, Gajahmungkur (wilayah cekungan), Pedurungan, Semarang Tengah, dan Gayamsari. Genangan paling tinggi muncul di wilayah Bubakan, mencapai satu meter. Di sekitar kawasan itu, seperti Jl Pemuda, Pasar Johar, Jl Imam Bonjol, kawasan Citarum, Jl MT Haryono juga teredam hingga mengganggu lalu lintas.

Di Kecamatan Semarang Utara, ada sembilan kelurahan yang tergenang. ”Total ada sekitar 4.000 kepala keluraga yang rumahnya terendam air. Ketinggian genangan mencampai 30 sentimeter,” kata Camat Semarang Utara, Djaka Suka Wijana.

Sembilan kelurahan yang tergenang yakni, Kelurahan Pelombokan tepatnya di RT 4 RW 6, Kelurahan Purwosari, Dadapsari, Panggung Lor, Bulu Lor, Panggung Kidul dan Kuningan. Selain itu, banjir juga menggenani Bandarharjo RW 1 dan RW 3, Tanjungmas RW 1-10 dan sekitar kawasan Kota Lama, dan Kelurahan Kebonharjo.

Djaka menengarai, penyebab genangan air diakibatkan beberapa faktor, yakni pompa air yang ada tidak mampu menyedot air yang debitnya cukup tinggi. ”Saluran air juga tidak mampu menyerap seluruh air hujan. Penyebab lain karena adanya sumbatan di saluran drainase yang diakibatkan menumpuknya sampah,” katanya. Kecamatan Semarang Utara juga telah membuka posko pengungsian sementara dan dapur umum darurat untuk mengantisipasi adanya banjir susulan. Apalagi hujan diprediksi masih akan turun dengan kapasitas lebih tinggi.

”Ada lima pos dapur umum di Dadapsari, dua di Tanjung Mas. Dapur umum juga dibuka di Bandarharjo di Rw 5 dan kantor Kelurahan Panggung Lor. Meski banjir merata, hingga kini belum ada kawasan yang akan diungsikan, karena genangan belum sampai merusak rumah. Hanya ada satu warga Dadapsari RT 6 RW 2 yang kami pindahkan karena sudah tua dan kondisi rumah terendam, sehingga tidak memungkinkan lagi dihuni,” katanya.

Genangan di beberapa wilayah di Kecamatan Gayamsari juga menimbulkan kesemerawutan lalu lintas. Misalnya, di Jl Raya Kaligawe tepatnya di sekitar palang rel kereta api. Genangan setinggi lutut orang dewasa memaksa mobil berjalan pelan, hingga pada akhirnya menimbulkan kemacetan.

Di wilayah Genuk, air juga mengenangi sejumlah tempat, antara lain di kompleks perumahan Genuk Indah dan sekitarnya, serta beberapa titik di Jl Wolter Monginsidi.

Tanggul Jebol

Sementara itu, luapan air Kali Plumbon menyapu dua kelurahan, Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Bahkan tanggul kali yang berhulu di kawasan Mijen ini juga jebol di beberapa titik.

”Yang paling parah di RT 1 RW 1 Mangunharjo. Air berwarna coklat langsung mengalir deras melintasi Jalan Irigasi. Ada sekitar 20 rumah kebanjiran,” ujar Ahmad Riyanto, warga RW 4 Mangunharjo.

Sebelumnya, Kali Plumbon juga meluap hingga melintasi tanggul, namun volume air tak terlalu besar. ”Sekarang ini paling besar, sejak semalam pukul 23.00 sudah terjadi banjir.’’

Upaya warga menambah tanggul, sia-sia. ”Air terlalu deras, tumpukan batu bata yang dibuat untuk menahan air tidak mampu menahan arus sehingga air langsung melimpas. Banjir pada Selasa mencapai puncaknya sekitar pukul 10.00,” katanya.

Adapun luapan Kali Bakti di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu juga menerjang 731 rumah di empat RW. Ketinggian air mencapai 30-40 centimeter. Sungai Bakti, anak Sungai Beringin yang melintas di sekitar pemukiman tidak mampu menyalurkan air, sehingga air meluap ke pemukiman warga selama enam jam. Setidaknya tiga halaman sekolah di sekitar lokasi tergenang.

Sekretaris Kelurahan Mangkang Wetan, Sukardiyono, mengatakan banjir bandang ini lebih parah dari biasanya.

”Sebab, biasanya hanya 2 jam kemudian surut. Solusi banjir tersebut adalah normalisasi Sungai Beringin, agar air di Sungai Bakti tidak meluap ke permukiman.’’

Banjir juga menggenangi wilayah Kecamatan Semarang Barat, di antaranya Kelurahan Tawang Mas, Tambakharjo dan Tawangsari. Dari pantauan, sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan Arteri Yos Sudarso menuju wilayah Tanah Mas melalui Jalan Muara Mas Raya terpaksa harus berputar kembali. Ada pula kendaraan yang nekat, sehingga mogok di tengah jalan karena mesin terendam air. ’’Kedalaman genangan mulai 30 centimeter sampai 50 centimeter,’’ ujar Lau (40) warga Tawang Mas.

Selain wilayah-wilayah yang sudah biasa langganan banjir, beberapa wilayah di Kota Semarang seperti Jalan Untung Suropati di depan Pegadaian Kalipancur, depan X-Pool Jalan Kelud Raya kali ini juga terkena imbas. ”Ketinggian air 30-40 centimeter di Jalan Untung Suropati, karena tidak ada saluran air,” ujar Arjun (32) warga Gunungpati yang melintas di Jalan Untung Suropati, Selasa (15/1).

Jalan Kelud Raya-Sampangan tepatnya depan X-Pool Karaoke, maupun depan eks Pasar Sampangan juga tergenang. Ketinggian air 20-30 centimeter.

Bahu Jalan Ambrol

Tak hanya banjir, hujan deras juga membuat bahu jalan dan saluran air diJalan Pamularsih yang bersimpangan dengan Jalan Kumudasmoro ambrol sepanjang sekitar 4 meter dan lebar sekitar 2 meter. Ambrolnya bahu jalan yang berada di perbatasan Kelurahan Bongsari dan Gisikdrono ini diduga akibat tergerus oleh arus air hujan yang mengalir deras di saluran drainase tersebut.

Sutaman (63), warga Kumudasmoro Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat mengatakan, bahu Jalan Pamularsih tersebut ambrol sekitar pukul 12.00. Supaya tidak membahayakan pengguna jalan, di sekitar lokasi dipasangi bambu dan keranjang sebagai tanda peringatan. ’’Saya mendengar bahu jalan itu ambrol ketika sedang berada di toko material tak jauh dari lokasi,’’ kata Sutaman.

Dari pantauan, ambrolnya bahu jalan tersebut beresiko membahayakan pengguna jalan yang melintas. Sebab jika tidak diperbaiki, bahu jalan yang ambrol bisa semakin melebar dan mengganggu arus lalu lintas di Jalan Pamularsih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengungkapkan, pihaknya menyiapkan status darurat bencana. Data-data untuk mendukung status tersebut telah disiapkan dan disampaikan ke Plt Wali Kota Hendrar Prihadi.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi. ”Kami juga menerima bantuan logistik dari Pemprov dan langsung didistrubusikan ke kecamatan-kecamatan tempat bencana. Selain itu, juga ada bantuan langsung dari berbagai lembaga ke tempat-tempat itu,” ujarnya. (H84,H35,K18,H81,J12,H74,D7-39)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER