panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
22 Desember 2012
TRENDY
Tampil Keren dengan Busana Rajut

SIAPA  bilang musim penghujan atau musim mendung seperti sekarang ini membuat Anda tidak bisa tampil keren? Busana rajut atau wol bisa jadi salah satu alternatif menunjang penampilan. Dulu busana rajut identik dengan busana idaman kaum lanjut usia.

Seiring berkembangnya zaman, pakaian dari bahan rajut ini mulai banyak perubahan, terutama pada motif, desain, dan tekstur. Kreasi padu padan pakaian rajut kini semakin bervariasi.

Bukan hanya kaum lanjut usia saja, usia remaja dan anak-anak pun mulai menyukai busana dari bahan benang wol ini.

Jenis baju yang satu ini masih tren digunakan, terutama usia remaja seiring makin beragamnya model busana rajut.

Salah satu pecinta fashion busana rajut, Andini Rahayu (30) menuturkan, selain hangat, model busana rajut pun sekarang ini semakin modis dan trendi mengikuti perkembangan mode.

Misalnya, kardigan yaitu jaket rajut dengan lengan panjang tanpa kerah dan kancing di bagian depan. Ada pula capuchon sejenis jaket dari bahan rajut yang dilengkapi topi atau kupluk pada bagian lingkar kerahnya. Vest, blus tanpa lengan dengan model V rendah, ini biasanya dipakai untuk dalaman jas. Kemudian sweater dan pullovers baju hangat lengan panjang tanpa kerah.

”Permukaan busana rajut sangatlah lembut dipakai. Tapi juga tahan lama serta cepat kering bila dicuci,” kata wanita yang juga pemilik butik Andini Fashion di Tembalang, Jumat (21/12).

Menurut Andini, selain dikenakan saat aktivitas santai, baju rajut juga bisa dikenakan pada acara resmi seperti ke pesta. Dipadu padankan dengan dalaman baju singlet. Andini yang juga pemerhati mode ini mengatakan, busana rajut awalnya dikenal di Negara Mesir sebagai kota tertua di dunia. Di kota itulah sebagai pusat peradaban dunia di mana pakaian-pakaiannya dibuat menggunakan teknik rajut. Semakin lama, tradisi merajut berkembang ke seluruh dunia dan menjadi suatu pekerjaan sampingan bagi kaum perempuan saat itu.

Sebelum abad ke-19, saat itu merajut masih menggunakan teknik yang sederhana, yaitu benang wol dibantu dengan dua stik hakken yang dilakukan dengan tangan. Dan, jadilah pakaian-pakaian hangat, topi, vest, dan baju-baju bayi. Dunia semakin berkembang, bahan-bahan dari rajutan ini menjadi terkenal di Eropa. Kemudian, mulailah para desainer melirik jenis bahan rajutan untuk busana olahraga pada musim dingin.

Komunitas Rajut

Merebaknya fashion busana rajut membuat pecinta busana jenis ini tertarik untuk membuatnya sendiri. Tak ayal, kini banyak orang yang merajut sendiri dan membuat sebuah komunitas. Fanny Fachlevi misalnya, mendirikan bisnis aneka kerajinan rajut dengan nama Rajutan Anne. Fanny juga bergabung dalam sebuah komunitas rajut di Semarang. Saking gemarnya pada kreasi kerajinan, barulah pada 2005 lalu ia aktif merajut. Beragam aksesori telah dibuat. Antara lain, bros, syal, bandana, baju, rompi, sepatu, tas, rompi yang semuanya adalah kerajinan rajut.

”Merajut merupakan seni asli kreativitas tangan sendiri. Semuanya benar-benar handmade. Makanya, harga yang dibanderol untuk kerajinan rajut pun tidaklah murah,” katanya.

Untuk bros dijual Rp 15.000-Rp 40.000, baju dan syal Rp 85.000-Rp 250.000 serta tas rajut Rp 180.000-Rp 500.000.  (Fista Novianti-69)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER