panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
02 November 2012
Reinkarnasi Sejarah Brebes
  • Oleh Sarwidi
Reinkarnasi yang berarti lahir kembali atau tumitis, merujuk pada kepercayaan agama Hindu dan Buddha bahwa seseorang akan mati dan dilahirkan kembali ke kehidupan lain. Namun pengertian dilahirkan kembali itu bukanlah dalam wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini.

Dalam konteks terma reinkarnasi, yang kembali dilahirkan adalah jiwa orang itu, yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan perbuatan pada masa lalu. Kemiripan watak dan peristiwa manusia yang terjadi pada masa lalu dengan masa kini adalah merupakan wujud dari reinkarnasi tersebut. Apabila dikaitkan dengan peristiwa sejarah maka tidak heran jika ada hal yang kembali terulang seperti kemunculan tokoh besar yang berjuang pada zamannya. Adalah sejarawan Inggris Arnold J Toynbee yang dalam buku A Study of History menyatakan ’’sejarah itu berulang’’. Apa yang terjadi pada masa lalu, pada waktu tertentu akan terulang kembali. Pengulangan itu bukan hanya waktu, tempat dan pelaku yang sama, melainkan juga sifat kejadian dan kausalisme yang identik dengan peristiwa yang dulu terjadi. Perjalanan sejarah suatu bangsa atau wilayah seperti sebuah gelombang yang pasang surut dan terus berjalan s e p a n j a n g waktu. Kita bisa melihatnya dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Semasa kekuasaan Sriwijaya, wilayah Nusantara dapat disatukan sehingga Moh Yamin menyebutnya negara nasional I.

Setelah itu, negara itu tenggelam sekitar 5 abad. Daerah yang membentang dari ujung Sumatra sampai Irian terpecah, hanya menyisakan beberapa kerajaan yang tak begitu besar. Akhir abad ke-13 muncul Majapahit yang kemudian menjadi kerajaan besar, dan kembali menyatukan wilayah Nusantara, dan disebut negara nasional II. Begitupun pascaproklamasi, bangsa kita hampir terpecah kembali dengan kemunculan berbagai pemberontakan yang ingin mendirikan negara sendiri. Namun berkat kegigihan Bung Karno dan para pejuang, kesatuan wilayah kita dapat dipertahankan. Ilustrasi itu menggambarkan keberulangan perjalanan sejarah bangsa kita.

Sejarah Brebes Apakah fenomena reinkarnasi bisa terjadi dalam lingkup sejarah lokal? Marilah kita menengok Brebes. Perda Nomor 9A Tahun 1985 menetapkan bahwa kabupaten itu berdiri pada Senin Kliwon, 18 Januari 1678, bertepatan dengan tahun 1089 Hijriah, atau tahun 1600 Caka atau 1601 Jawa. Hal itu setelah tragedi mati sampyuh antara Adipati Arya Martalaya (Bupati Tegal) dan Adipati Martapura (Bupati Jepara) pada 17 Januari 1678.

Sehari berikutnya, Sunan Amangkurat II (Raja Mataram) mengisi kekosongan jabatan bupati yang meninggal. Untuk memimpin Kabupaten Tegal ia mengangkat Reksanegara, adik Martalaya. Adapun untuk Brebes, sekaligus menjadikannya sebagai kabupaten baru, ia mengangkat adik lain Martalaya, yang kelak bergelar Tumenggung Arya Suralaya. Jadi, saat itu Kabupaten Brebes dan Tegal dipimpin kakakberadik. Terkait Pilbup Brebes 2012, kemenangan pasangan bersimbol Idjo pada Minggu, 7 Oktober 2012 memastikan bahwa Kabupaten Brebes kelak dipimpin bupati baru, Hj Idza Priyanti AMd. Peristiwa itu menjadi menarik berkaitan dengan pernyataan Toynbe tentang ’’sejarah berulang’’. Akhir abad ke-17 Kabupaten Tegal- Brebes dipimpin saudara sekandung. Setelah berjalan 334 tahun, peristiwa itu terulang karena Idza yang akan dilantik pada 4 Desember 2012 adalah kakak dari Wali Kota Tegal Ikmal Jaya SE.

Bahkan adik kandungnya yang lain, Mukti Agung Wibowo ST, saat ini menjabat Wakil Bupati Pemalang sehingga tiga daerah bertetangga itu dipimpin saudara sekandung Apabila kakak tertua, dr H Muh Edi Utomo bisa memenangi Pilbup Tegal 2013 maka empat daerah bertetangga dipimpin anak-anak pasangan H Ismail-Hj Rokhayah. Warga Kabupaten Brebes hanya berharap janji-janji politik yang diucapkan semasa kampanye direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat. Bagi rakyat hanya ada satu kesepakatan. Siapa pun dan dari mana pun pemimpin itu, tidak menjadi persoalan, yang penting bisa menyejahterakan rakyat dan tidak korupsi. (10) –

Sarwidi SPd MPd, pengawas Dikmen, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Brebes
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER