panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
31 Oktober 2012
Guru Madrasah Dilatih Virtual Library
SEMARANG- Guru-guru madrasah yang ada di 10 daerah percontohan di Jawa Tengah dilatih virtual library berbasis open source model offline untuk memberikan masukan teknologi guna membangun keunggulan kompetitif siswanya. Kegiatan yang digelar Pemerintah Pusat melalui Madrasah Education Development Project (MEDP), ini diharapkan bisa berkontribusi dalam mempercepat pencapaian target pendidikan nasional khususnya madrasah.

Salah satu kota yang menjadi pilot project adalah Kabupaten Demak. Pelatihan kali ini diikuti 34 guru dari 17 madrasah. Perwakilan guru yang terpilih ini nantinya wajib menularkan ilmu yang diperoleh kepada pengajar madrasah lainnya. Menurut Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum (Mapenda) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Farikhin, tercatat 72.000 siswa madrasah yang bersekolah di 428 sekolah mulai dari tingkat Raudatur Athfal (RA), MI, MTs, hingga MA.

”Guru yang ikut pelatihan ini nantinya akan menularkan ilmunya ke pengajar di madrasah lainnya, karena memang jumlah guru di Demak mencapai 5.100 orang dengan total 72.000 siswa. Dengan model e-learning kami berharap bisa diaplikasikan dalam metode pembelajaran,” ungkap Farikhin di sela pelatihan yang berlangsung di Hotel Muria Semarang, Selasa (30/10).

Solusi Cepat

Pelatihan virtual library berbasis open source model offline berupaya memanfaatkan sebanyak mungkin potensi penggunaan open source. Selain itu, dengan virtual library bisa menyediakan informasi bahan ajar berupa e-book sebagai referensi, ensiklopedia, serta simulasi melalui video pembelajaran maupun flash serta power point. Pemberian materi tersebut diharapkan bisa menjadi solusi cepat untuk penyetaraan resource serta keterampilan guru dan siswa didik, khususnya di tingkat desa yang tidak tersedia fasilitas internet.

Pemateri dari MEDP, Sahnur menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan di 10 daerah, yakni Blora, Rembang, Grobogan, Demak, Batang, Pemalang, Tegal, Cilacap, Banjarnegara, dan Cilacap. Kesulitan yang dialami guru di Demak, lebih banyak pada saat menggabungkan animasi flash pada power point untuk menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan karakter sekolah masing-masing.

”Aplikasi pembelajaran yang diambil dari berbagai sumber bebas/open source ini dapat dijalankan melalui komputer dan madrasah terutama di pedesaan yang belum terjangkau internet juga akan terbantu dengan pelatihan yang diberikan,” tuturnya. (J14-37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER