panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kesehatan
21 Oktober 2012
Bukan Sembarang Batuk
  • Oleh Irma Mutiara Manggia

CUACA sudah mulai menunjukkan perubahan. Dari musim kemarau, lalu musim hujan. Perubahan cuaca selalu identik dengan gangguan kesehatan ringan, yang cepat menular, seperti flu atau batuk.

Meskipun cukup mengganggu, batuk seringkali dianggap hal sepele. Menurut dr. Dwi Bambang, Sp. P, spesialis paru dan asma RS Telogorejo Semarang, batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dalam tenggorokan, seperti silia. Secara sederhana, merupakan reaksi tubuh saat ada benda asing dalam tenggorokan. Contohnya, pada orang yang merokok, atau yang sering terkena paparan asap dan debu, batuk merupakan pertahanan tubuh terhadap silia

Batuk itu sendiri, terdiri dari produktif dan tak produktif. Batuk produktif adalah yang disertai lendir atau dahak. Atau, kita mengenalnya dengan sebutan batuk infeksi atau batuk berdahak. Penyakit ini sangat mengganggu karena rasa gatal, dan keluarnya dahak setiap kali kita batuk. Sedangkan batuk kering merupakan batuk tidak produktif. Batuk jenis ini tidak disertai produksi dahak yang berlebih, namun gatal ditenggorokan tetap terasa selama batuk masih diderita.

Tidak hanya itu, jenis juga sangat beragam. Selain dibedakan dari jumlah produksi lendir, juga dibedakan berdasarkan waktu terjadinya, atau berapa lama diderita, yakni batuk akut dan kronis. Akut merupakan batuk yang diderita tidak lebih dari dua atau tiga minggu. Yang termasuk batuk akut antara lain karena flu, masuk angin atau sinus.

Batuk yang diderita lebih dari dua atau tiga minggu, masuk ke dalam jenis batuk kronis. Yang meliputi batuk TB (tuberculosis), bronkitis, asma, rejan atau paru-paru, basah, jamur atau kanker. Anda perlu mewaspadai kalau yang awalnya terasa 'hanya' seperti batuk influenza biasa, muncul sesekali, atau hanya seperti berdehem. Waspada jika lebih sering terjadi pada malam hari, dan disertai rasa sesak di dada. Ini artinya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Penderita 

TB akan mengalami batuk secara terus-menerus dari pagi, siang, malam. Penyakit menular ini bisa sangat berbahaya jika tak segera diobati. Efeknya, tubuh akan semakin kurus karena nafsu makan berkurang. Bronkitis muncul karena infeksi virus di saluran udara kecil pada paru-paru.

Pada 'batuk biasa', bronkitis ini disebabkan virus rhinoviruses yang kemudian menyebabkan pilek. Gejala ini muncul karena pertahanan tubuh terhadap cuaca dingin, sehingga sistem kekebalan tubuh meningkatkan sekresi lendir sehingga hidung menjadi beringus. Kelebihan lendir inilah yang mengakibatkan kita menjadi batuk.

Batuk karena asma, sehabis serangan (asma) atau kambuh, lendir banyak dihasilkan ternggorokan.

Lendir inilah yang merangsang timbulnya batuk. "Orang yang memiliki asma, tenggorokannya mengalami penyempitan atau pelebaran. Hal inilah yang membuat pernapasan sedikit terhambat.

Beberapa jenis batuk, termasuk asma, biasanya terjadi lebih hebat pada malam hari. Ini karena pada jam 11 malam hingga 5 dini hari, produksi antibodi berkurang.

Saluran napas cenderung sensitif dan mudah teriritasi. Biasanya ini terjadi karena ada sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan, kemudian menimbulkan iritasi.  Kuman bernama bordetella pertusis, yang menginfeksi saluran napas (infeksi paru-paru) merupakan penyebab batuk rejan. Terkadang batuk jenis ini disebut batuk 100 hari karena biasanya diderita lebih dari dua minggu.

Batuk ini bisa menyebabkan pita suara radang dan suara parau, dan bisa menular melalui percikan cairan dari hidung, ketika penderita, bersin atau tertawa.

Terakhir, karena penyakit pada paru-paru (kanker, jamur, paru-paru basah, atau penyakit paru-paru menahun lainnya), biasanya tidak tentu, tergantung dari jenis penyakitnya. Jika kerusakan paru-paru semakin luas, maka batuk akan semakin parah.

Penyebab batuk lainnya, adalah pada penderita gagal ginjal. Biasanya batuk akan menyerang jika penderita terlambat melakukan hemodialisa (cuci darah), atau karena cairan dari perut yang naik ke paru-paru (karena fungsi ginjal terganggu).

Efek yang muncul akibat batuk berkepanjangan adalah, luka pada tenggorokan, jalan/ saluran pernapasan yang terhambat/ rusak, paru-paru pecah, atau pembuluh darah pecah, sehingga ketika batuk akan mengeluarkan darah. Jadi, Anda perlu waspada jika batuk bertahan lebih dari dua minggu.

Apalagi, penyakit ini merupakan gejala yang cepat menular. Terutama pada perubahan cuaca seperti saat ini. "Batuknya tidak menular, virusnya yang menular. Karena virus dan kuman batuk ada banyak sekali, maka virus penyebab batuk inilah yang bisa menular ke orang-orang yang berada dekat dengan orang yang sedang batuk," jelas dr. Bambang.

Sayangnya, masyarakat masih banyak yang belum menyadari bahayanya, sehingga ketika batuk, mereka tidak menutup mulut dengan tangan, tisu, saputangan atau mengenakan masker. "Sudah menutup mulut ketika batuk pun kadang masih bisa menular," papar dr. Bambang. Untuk itu, ketika kita sedang batuk, memakai masker sangat di-sarankan, agar tidak menulari orang lain.

Menurut dr. Bambang, masyarakat juga banyak yang salah kaprah mengenai batuk. Kebanyakan dari kita menganggap bahwa batuk merupakan penyakit. Padahal, batuk bukan penyakit, tetapi gejala. Gejala dari beragam penyakit, mulai dari penyakit paru-paru, hingga influenza. Ya, karena batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan tenggorokan dari lendir-lendir yang mengganggu. (11)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER