panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
20 Oktober 2012
Bank Bukopin Dibobol Rp 36 Miliar
  • Pelaku Ditangkap di Purwokerto
TEGAL -  Bank Bukopin Cabang Tegal dibobol oleh mantan pegawai bagian pemasaran dan kredit bank tersebut, Novel Patrio, beberapa waktu lalu. Dia diduga menilap uang setoran nasabah mencapai Rp 36 miliar.

Tersangka yang menjadi buron dalam beberapa bulan terakhir itu pun akhirnya berhasil ditangkap Tim Khusus Subdit II Eksus Dit Reskrimsus Polda Jateng di Purwokerto, Kamis (18/10) siang.

Tersangka hingga sore kemarin, masih diperiksa intensif di ruang penyidik Unit II Sat Reskrim Polres Tegal Kota.
Kapolres Tegal Kota AKBP Haryadi Mukhtas SIK MSi melalui Wakapolres Kompol Nurul Hidayat dan Kasat Reskrim AKP Heriyanto SH MH, membenarkan ada penangkapan tersebut.

Namun, keduanya tidak bisa memberikan keterangan lengkap. Sebab, yang memimpin penangkapan adalah tim dari Polda Jateng yang dipimpin AKBP Roma Hutajulu dan Kompol Sulistiyoningsih.

AKBP Roma Hutajulu saat dikonfirmasi juga membenarkan jika timnya telah menangkap buronan tersebut. ‘’Kasus ini akan diekspose di Mapolda Jateng, Senin (22/10),’’ katanya.
Sementara itu, pengacara tersangka, Fredyanto Harcahyo SH mengatakan, kliennya ditangkap di sebuah rumah di Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Tilap Setoran

Kasus dugaan penilapan uang setoran nasabah, kali pertama dilaporkan Bank Bukopin Cabang Tegal melalui Bank Bukopin Pusat ke Polda Jateng, April lalu. Tim Polda Jateng lalu melakukan pelacakan, dan akhirnya berhasil menangkap buronan tersebut.

’’Kami laporkan kasusnya sudah lama. April lalu. Jumlah uang setoran yang ditilap, ya tidak jauh seperti yang sudah Anda sebutkan, sekitar Rp 36 miliar. Kami masih terus mendatanya. Yang jelas ada uang yang tidak disetorkan ke bank, tapi masuk ke dia (Novel-Red),’’ terang Pemimpin Cabang Tegal Bank Bukopin, Kristianto, Jumat (19/10).
Dia mengatakan, kasus itu terungkap ketika Novel yang menjabat bagian pemasaran dan kredit bank tersebut mengundurkan diri pada Januari 2012. Saat itulah mulai terungkap ada sejumlah kredit macet.

Tercatat ada 10 nasabah yang setoran kreditnya tak masuk dalam pembukuan bank yang berlokasi di Jl Gajah Mada Kota Tegal itu. Ketika bank itu melakukan penelusuran, ternyata nasabah tiap bulan sudah menyetorkan angsuran kreditnya ke bank.

Bukti setoran juga dimiliki nasabah. Hanya saja nasabah menyetorkan melalui tangan tersangka.
’’Dalam hal ini, nasabah tetap tidak dirugikan. Karena mereka memiliki bukti slip setoran. Jadi yang rugi ya bank. Karena telah mencairkan uang kredit cukup besar,’’ jelas Kristianto.(D12,H68-71)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER