panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
03 Oktober 2012
Bus Melaju Kencang, Hampir Semua Disalip
MASIH terasa betul degup jantung Wahyono, penumpang selamat bus Garuda Mas. Menumpang bus malam dengan kecepatan yang begitu kencang memang membawanya dalam perasaan ketar-ketir. Kondisi itu membuatnya sulit untuk tidur selama perjalanan. ’’Sopir ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraan,’’ ujar Wahyono (35) penumpang bus warga Sragen.

Ia yang duduk di kursi bagian belakang mengalami luka lecet sedikit di tangan, karena terbentur kursi di depan. Ia pun begitu merasa bersyukur karena begitu banyak korban luka parah, bahkan ada yang tewas.    
Wahyono menuturkan, selama perjalanan Sragen-Semarang bus berjalan dengan kecepatan sedang. Namun, perjalanan seusai istirahat di sebuah rumah makan di Semarang, bus pun melaju begitu kencang. Hampir semua kendaraan di depannya disalip.

Ketika lepas dari perbatasan Losari, Brebes yang merupakan perbatasan Jateng-Jabar, bus akan menyalip kendaraan lain. Namun di depan ada kendaraan lain, di lajur kiri, sehingga sopir banting setir ke kanan. Celakanya, di sebelah kanan ada pembatas atau median jalan. Pembatas tersebut diterjang, hingga ban kanan depan pecah. Bus terus melaju dan menabrak truk tangki semen curah Tiga Roda H-1938-AF, yang melaju dari arah barat. ’’Saya masih sadar ketika bus menabrak pembatas jalan, kemudian menabrak truk di depannya,’’ tuturnya.

Ketika tabrakan terjadi, banyak penumpang mengalami luka berat dan ringan. Yang luka berat langsung dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Menurut dia, suasana malam itu, penuh dengan jeritan dari penumpang yang mengalami luka-luka.

Terjepit Dashboard

’’Di antara korban meninggal ada yang terjepit di dashboard, dan terpelanting keluar dari bus dan terhempas di jalan,’’ tambahnya.
Sementara itu, Sunaryo (38), penumpang dari Sragen, Jawa Tengah, menceritakan, ketika kejadian ia sedang tertidur. Saat tabrakan terjadi, semua penumpang bus panik dan kondisi jok banyak yang patah.
“Orang berteriak-teriak. Kepala saya terbentur ke jok di depan. Kaki saya kejepit jok yang patah,” kata Sunaryo, yang kaki kirinya bengkak.

Dahi Sunaryo juga lecet. Ia terpaksa harus duduk di kursi roda saat dirawat di RSUD Waled Cirebon, Jabar.
Ada 42 korban tabrakan antara bus Garuda Mas dan truk pengangkut semen yang dirawat di RSUD Waled. Umumnya korban mengalami patah tulang. Mereka terlihat berjubel di instalasi gawat darurat RSUD Waled.
Kepala Pelayanan Medis RSUD Waled Yadi Supriadi mengatakan, 27 korban di antaranya mengalami luka berat, seperti patah tulang dan cedera kepala. Sopir bus yang bernama Nur Khamid salah satunya yang luka berat. Ia dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon. “Ia mengalami cedera kepala berat,” kata Yadi.

Saksi mata Muskadi (55) warga Desa Tuk Kecamatan Losari, Cirebon menggambarkan tabrakan maut itu menimbulkan suara keras seperti suara bom. ’’Suara tabrakan itu keras sekali seperti suara bom,” katanya.
Menurut dia, dari jauh memang sudah terlihat, bus melaju dengan kecepatan tinggi dan terus menyalip semua kendaraan yang ada di depannya.

Sampai Senin sore, bangkai truk masih melintang di tengah jalan. Pihak kepolisian belum berhasil mengangkat truk karena harus memindah isi tangki berupa semen curah seberat 36 ton. Dari siang kemarin semen curah masih dipindahkan ke tangki lain yang sengaja didatangkan dari Pabrik Semen Tiga Roda di Plumbon. Karena truk menghalangi jalan, maka lalu lintas dialihkan ke lajur sebelah selatan. Untuk mengantisipasi kemacetan arus kendaraan dari arah Cirebon yang akan menuju Brebes dialihkan ke tol Kanci-Pejagan (Brebes).(Wahidin Soedja-77)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER