panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
23 Agustus 2012
Tetap Dihukum 2,5 Tahun
image

JAKARTA- Pengadilan Tinggi (PT) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tetap menjatuhkan hukuman penjara dua tahun enam bulan kepada Nunun Nurbaetie Daradjatun, terdakwa kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Nunun juga tidak diperintahkan mengembalikan uang suap senilai Rp 1 miliar yang diterimanya karena pengadilan menilai uang tersebut tidak masuk dalam ranah kerugian negara. Putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang sebelumnya menjatuhkan vonis serupa.

’’Putusan sudah terbit beberapa waktu lalu, memperkuat putusan Pengadilan Tipikor,’’ kata  Humas PT DKI Jakarta, Ahmad Sobari, Rabu (22/8).
Sobari menambahkan, majelis banding menilai hukuman Nunun sudah sesuai dan Pasal 5 Ayat 1 huruf b UU Tindak Pidana Korupsi. “Tidak ada perubahan. Sama seperti yang diputuskan Pengadilan Tipikor Jakarta,” kata Sobari.

Banding diajukan oleh tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak puas dengan vonis hakim. Jaksa berkeyakinan, Nunun wajib mengembalikan uang suap Rp 1 miliar ke negara. Jaksa menghitung uang tersebut sebagai kerugian negara.

Dalam kasus yang sama, para terpidana lain —yakni 26 anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004—selurunyadiharuskan mengembalikan uang suap yang mereka terima kepada negara.
Terpisah, salah satu pengacara Nunun, Ina Rahman, mengatakan, dalam putusan majelis banding Nomor 33/PID/ TPK/2012/PT.DKI yang dikeluarkan pada 26 Juli lalu, hakim tidak mengabulkan semua permohonan jaksa.

’’Dalam memori banding, KPK meminta kepada majelis hakim agar klien kami (Nunun) membayar Rp 1 miliar kepada negara. Akan tetapi majelis hakim tingkat banding tidak mengabulkan sehingga klien kami tidak diwajibkan membayar Rp 1 miliar,î kata Ina.
Ina menilai, putusan ini membuktikan dakwaan jaksa KPK terhadap kliennya mengada-ada. ’’Ibu NN (Nunun Nurbaetie) didakwa sebagai pemberi suap dalam kasus ini. Tapi (vonis) sekarang yang harus mengembalikan uang adalah penerima suap. Itu artinya tuntutan jaksa mengada-ada,’’ ujarnya.

Ina mengaku menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tipikor Jakarta yang menguatkan vonis pengadilan tingkat pertama.
Kini, Nunun tinggal menghitung waktu menunggu keluar dari tahanan. Ina menambahkan, Nunun sehat selama menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu. Nunun juga berpuasa. ’’Beliau sudah menjalani delapan bulan di rutan,’’ ungkap Ina.

Ajukan Kasasi

Terpisah, KPK berencana mengajukan kasasi atas putusan banding tersebut. Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo menjelaskan lembaganya akan membaca dulu amar putusan banding. ’’Kemungkinan kasasi, tapi dibaca dulu putusan PT (pengadilan tinggi)-nya seperti apa,’’ kata Johan.
Johan menegaskan bahwa penolakan banding itu bukan karena dakwaan jaksa KPK lemah. ’’Tidak semua dakwaan ditolak, Nunun tetap divonis bersalah. Soal pengembalian uang saja yang tidak dikabulkan,’’ kata Johan.

Nunun dijatuhi hukuman 2,5 tahun tanpa harus mengembalikan uang suap Rp 1 miliar ke negara pada 9 Mei 2012 oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Majelis hakim terdiri atas Sudjatmiko (ketua), Eka Budi Prijatna, Ugo, Sofialdi, dan Anwar. Nunun dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap ke sejumlah anggota Komisi IX (Keuangan) DPR RI periode 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 8 Juni 2004.
Selain hukuman penjara, istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu diharuskan membayar denda Rp 150 juta subsider kurungan tiga bulan. Hukuman ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Nunun dihukum empat tahun penjara. (J13-43)

 


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER