
RAMADAN memang telah lewat. Namun pengalaman menjalankan ibadah di bulan mulia umat Islam ini menyimpan kesan bagi H Sumaryoto. Pria kelahiran Wonogiri 8 Juni 1946 yang sekarang di Komisi XI DPR-RI ini sering teringat masa kecil.
“Sing tak arep-arep yo pas Lebaran. Saat itu hal yang sangat membahagiakan kala kecil. Setahun itu rasanya lama sekali,” tuturnya.
Tentu saja, di usianya kini, kesan itu telah berbeda. Keinginan yang selalu ingin ia penuhi adalah umrah pada saat bulan puasa. Menjalankan dua ibadah sekaligus itu pernah ia jalani pada 2003. Menurutnya itu pengalaman yang mengharukan dan membanggakan.
“Semoga keinginan ini bisa terkabul di kemudian hari,” katanya.
Ada pengalaman yang berkesan saat di Madinah pada saat itu. Ketika mengikuti berbuka puasa hingga tarawih berbarengan dengan calon jamaah haji dari negara lainnya. Rasa kebersamaan di antara jamaah sangat kental. Deretan shaf rapi dengan alas plastik panjang menghiasi seluruh sudut ruang.
“Kami pun makannya bersama-sama. Satu piring bisa untuk ramai-ramai. Sebelum makan besar, anak-anak memberikan camilan dan kurma sebagai hidangan pembuka puasa. Camilan itu di bawa anak-anak dari rumah. Seperti halnya kalau di Indonesia, acara kendurian,” katanya. (Budi Cahyono-77)
(/)