panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
16 Agustus 2012
Anak Buah Hartati Segera Disidang

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan anak buah Siti Hartati Murdaya, Yani Anshori dan Gondo Sudjono. Menurut Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Rabu (15/8), berkas penyidikan dua tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah itu itu akan segera diserahkan ke bagian penuntutan untuk diajukan ke persidangan.

Yani Anshori yang merupakan GM Supporting PT Hardaya Inti Plantation, perusahaan milik Hartati Murdaya, ditangkap KPK di Buol, Selasa (26/6). Ia diringkus sesaat setelah memberikan uang kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Gondo ditangkap beberapa jam kemudian di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Beberapa hari berselang KPK berupaya menangkap Amran, tapi dia meloloskan diri setelah melakukan perlawanan bersama pendukungnya. Dalam peristiwa tersebut, beberapa petugas KPK terluka dan kendaraan yang mereka gunakan rusak parah. Akhirnya, KPK menangkap Amran pada Jumat (6/7) dini hari. Dalam operasi itu KPK melibatkan belasan aparat Gegana bersenjata lengkap.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK akhirnya menetapkan Hartati Murdaya sebagai tersangka, Senin (6/8). Hartati selaku presiden direktur PT HIP dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM) diduga kuat memberikan uang Rp 3 miliar kepada Amran Batalipu untuk memuluskan penerbitan HGU perkebunan sawit untuk PT HIP dan PT CCM yang berlokasi di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.

Unjuk Rasa

Sementara itu, kemarin sejumlah pendukung Hartati berunjuk rasa di gedung KPK. Mereka yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Anti-Pemerasan (Aman) menilai Hartati merupakan korban pemerasan oleh bupati Buol. Unjuk rasa diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang seperti pelaku usaha, aktivis pemuda, mahasiswa, buruh, ulama, rohaniwan, dan karyawan.

Pada hari yang sama, ratusan orang dari Solidaritas Umat Buddha yang bernaung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menggelar doa bersama untuk Hartati Murdaya di depan gedung KPK. Mereka juga berdoa untuk pimpinan KPK.

“Kami mendoakan Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya dapat terbebaskan dari dugaan penyuapan dalam kasus itu,” kata Biksu Tadisa Paramita Mahasthavira yang memimpin doa bersama.  (J13,ant,dtc-25,59)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER