panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
14 Agustus 2012
Anak Harini Diperiksa
  • Kecelakaan Tewaskan Tiga Pelajar
image

SEMARANG- Polrestabes Semarang mulai menyelidiki kecelakaan yang menewaskan tiga pelajar di Km 10,9 Tol Tembalang-Muktiharjo. Kemarin, penyidik Satlantas memerika Oka Trisnanda (16), anak Harini Krisniati, staf ahli Wali Kota Semarang. Oka dimintai keterangan sebagai saksi dan orang yang dinilai bertanggung jawab membawa mobil Innova H-56-A yang ditumpangi ketiga korban. Mobil itu merupakan kendaraan dinas Pemkot yang dipegang Harini.

Kepada penyidik, Oka mengatakan bahwa mobil itu dibawa atas izin ibunya. ’’Dua hari sebelum kecelakaan, ia meminta izin kepada ibunya meminjam mobil itu untuk digunakan dalam acara Sahur on the Road bersama teman-temannya,’’ kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan melalui Kasat Lantas AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Jaladri menambahkan, tidak ada kerusakan rem ataupun gangguan mesin di mobil itu. Akibat kecelakaan, as depan patah. Penyebab kecelakaan mengarah kepada kelalaian pengemudi mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.

’’Itu jalan tikungan, seharusnya pengemudi mengurangi kecepatan dan sesuai aturan maksimal kecepatan di tol 60 kilometer per jam,’’ ujarnya.

Ketika ditanya, Harini tidak mau berkomentar. Ia mengaku hanya mengantar anaknya menghadap penyidik.

Sementara itu, tiga pelajar yang menjadi korban kecelakaan itu dimakamkan, Minggu (12/8) siang. Teman, kerabat, dan tetangga mengantar Rio Rizki Bagus Pamungkas (17), Arvico Akbar (17), dan Bayu Kurnia (16) ke peristirahatan terakhir.

Cholifah (23), kerabat Bayu Kurnia, mengatakan, keluarga langsung mempersiapkan prosesi pemakaman setelah mendengar kabar duka itu.

Di antara pelayat tampak teman Bayu semasa SMP dan SMA. Beberapa perempuan sahabat mendiang terisak ketika peti jenazah dibawa ke Pemakaman Trunojoyo Banyumanik.

’’Kami akan menggelar tahlilan sampai tujuh hari,’’ kata Syarifah (43), ibu Bayu.

Adapun kondisi kesehatan Ilham dan Dani yang dirawat di RS Sultan Agung mulai membaik dan sadar. Gunawan (36), paman Ilham, mengatakan, kondisi keponakannya menunjukkan perkembangan positif.

’’Kami belum membahas soal kecelakaan itu dengan Ilham dan Dani. Kelihatannya mereka masih trauma,’’ ujar Gunawan.

Bahas Asuransi

Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Semarang berkoordinasi dengan Jasindo, perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan Pemkot terkait kecelakaan itu.

’’Apakah biaya perbaikan bisa diklaim ke asuransi atau tidak, masih menunggu penyelesaian kasus itu secara hukum,’’ ujar Kabid Aset DPPKAD Semarang, Pitoyo Tri Susanta.

DPPKAD juga telah mengecek kondisi mobil Toyota Innova yang mengalami kecelakaan. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi kendaraan setelah musibah.

’’Mobil itu memang aset pemkot, digunakan oleh Staf Ahli Wali Kota, Harini Krisniati. Untuk mengetahui kerusakan secara detail, perlu mendatangkan ahli kendaraan,’’ kata Pitoyo.

Dikatakan, seluruh kendaraan roda empat milik pemkot yang berjumlah 342 unit telah diasuransikan dengan nilai hampir Rp 1 miliar. Mobil yang digunakan staf ahli wali kota itu termasuk yang diasuransikan. Namun apakah semua kerusakan menjadi tanggung jawab pihak asuransi, DPPKAD belum mengetahui.

Saat ditanya sanksi atau tanggung jawab yang akan dibebankan pada pengguna, Pitoyo tak berani memberikan komentar. Pihaknya harus berkoordinasi lebih dulu dengan Inspektorat dan BKD.  

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mendesak Pemkot Semarang mendata dan menata ulang penggunaan kendaraan dinas. Menurutnya, penggunaan mobil dinas untuk keperluan di luar tugas kedinasan merupakan kesalahan.

Apalagi sampai digunakan pelajar yang belum punya surat izin mengemudi (SIM). ’’Ini bukan salah anak, tapi orang tua yang justru mengizinkan dan tidak mengawasi,’’ paparnya.

Insiden itu, kata Djoko, harus menjadi pelajaran Pemkot Semarang dalam menata ulang kendaraan dinas. Pejabat yang memerlukan mobilitas tinggi seperti di Dinas Perhubungan perlu mendapat mobil. Adapun pejabat yang mobilitasnya  rendah cukup diberi uang transpor bulanan, sehingga menghemat anggaran dan menekan penyalahgunaan.

Seperti diberitakan, tiga pelajar SMA 9 Semarang tewas dalam kecelakaan tunggal di Km 10,9 Tol Tembalang-Muktiharjo Seksi C Jalur A, sekitar 5 kilometer dari pintu gerbang tol Tembalang ke arah Kaligawe.

Mereka adalah Bayu Kurnia (16), Rio Rizki Bagus Pamungkas (17), dan Arvico Akbar (17). Empat lainnya luka-luka yakni M Ilham Fajar (16), Dani Rahardian (16), Imelda Oktaviani (16), dan Tasya Audita (16). (H74,ebp,H71-59)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER