panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
11 Agustus 2012
Mahasantri Rusunawa Unimus Bertambah

SEMARANG-Jumlah penghuni rumah susun mahasiswa sewa (rusunawa) residence I Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), pada tahun ajaran baru ini akan ditambah. Selain difungsikan sebagai asrama, rusunawa tersebut juga dimanfaatkan sebagai pesantren.

Pesantren Putri KH Sahlan Rosjidi ini para santriwatinya merupakan mahasiswi Unimus. Selama setahun di samping tinggal, mereka juga mendapat pembekalan ilmu agama dari kampus.

Direktur Rusunawa Unimus Residence I Rahmat Suprapto mengatakan, para mahasiswi yang tinggal di rusunawa benar-benar dididik baik pendalaman agama dan bahasa asing.

”Akhir angkatan kedua ini kami telah meluluskan 135 mahasantri dari 142 mahasantri yang masuk tahun lalu. Tahun ajaran baru ini kami akan menerima 261 mahasantri yang siap menempati rusunawa tersebut,” ungkapnya pada acara Baitul Arqom dan pelepasan mahasantri ke-2 tahun 2012 peserta program Unimus Residence I Pondok Pesantren Putri KH Sahlan Rosjidi, kemarin.

Sebelumnya hanya mahasiswi dari sembilan program studi yang menempati rusunawa tersebut. Namun, mulai tahun akademik 2012/2013 ini akan ditambah dari enam prodi lainnya.

Wajib

“Enam program studi ini sebelumnya perkuliahan tidak di kampus Kedungmundu, namun tahun ini pindah ke Kedungmundu, sehingga mahasiswi baru diwajibkan tinggal di Rusunawa. Masing-masing D-3 Ekonomi Manajemen, D-3 Akuntansi, S-1 Kesehatan Masyarakat, S-1 Bahasa Inggris, D-3 Bahasa Inggris, dan D-3 Matematika,” kata Rahmat.

Rektor Unimus Prof Djamaluddin Darwis mengatakan, mahasantri yang menempati rusunawa merupakan mahasiswi angkatan baru di Unimus, terutama mereka yang berkuliah di kompleks kampus Kedungmundu.

“Jadi, semua mahasiswi baru kami terutama yang tempat kuliahnya di kawasan Kedungmundu diwajibkan tinggal di asrama rusunawa yang difungsikan sebagai pesantren ini selama setahun,” ujarnya.

Para mahasiswi yang tidak diwajibkan menempati pesantren tersebut di antaranya mereka yang nonmuslim serta mahasiswi yang kuliah di kampus Unimus Kasipah.

“Untuk tinggal di asrama seperti ini mereka kami bekali berbagai macam ilmu, di antaranya ilmu agama, karakter, jiwa kemandirian, serta entrepreneurship. Orang tua mendukung program ini, karena putri-putri mereka dapat terawasi dengan baik setelah masuk asrama, terutama yang berasal dari luar kota,” tandasnya. (K3-37)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER