panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
08 Agustus 2012
LINTAS JATENG
MA Kabulkan Kasasi Jaksa

PEKALONGAN- Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pekalongan pada kasus dugaan pungli kepada masyarakat melalui program Sertifikat Massal Swadaya (SMS) dengan terdakwa Muhammad Sahlan bin Chamid Yasin yang saat itu menjabat sebagai Camat Pekalongan Selatan.

Dari salinan dokumen yang diunggah pengelola halaman situs www.mahkamahagung.go.id, putusan kasasi diunggah oleh pengelola situs pada Jumat (3/8) lalu, sementara putusan disebutkan dijatuhkan Rabu (11/4), dengan hakim ketua Dr H Mansur Kartayasa SH MH beranggotakan H Hamrat Hamid SH dan Prof Dr Mohammad Askin SH dan panitera Emilia Djajasubagia SH MH.

Majelis hakim MA mengabulkan permohonan kasasi JPU dengan menyatakan terdakwa Muhammad Sahlan, SH bin Chamid Yasin telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang didakwakan, tapi perbuatan tersebut bukan merupakan suatu tindak pidana.

Atas pertimbangan tersebut, MA menyatakan melepaskan terdakwa tersebut dari segala tuntutan hukum dan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekalongan I Gede Gunawan Wibisana dalam penjelasannya kepada Suara Merdeka terkait dikabulkannya kasasi JPU dalam kasus SMS dengan terdakwa Muhammad Sahlan yang menjadi Camat Pekalongan Selatan saat perkara tersebut terjadi menjelaskan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu keputusan MA tersebut. ’’Kami akan cermati langkah-langkah apa yang akan diambil terhadap putusan MA tersebut,’’ ujarnya.

Saat ditanya apakah pihak Kejari Pekalongan juga akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap dua berkas SMS yang kasasinya telah ditolak oleh MA sebelumnya, Kajari menandaskan bila pihaknya menemukan novum baru, maka akan segera berkoordinasi dengan pihak Kejati terlebih dahulu. (K21-48)


Kendaraan Berat Putar Balik


BUMIAYU- Belasan truk dari arah Purwokerto yang tertahan di Ciregol akhirnya balik arah lewat jalur selatan melalui Bandung atau jalur Purbalingga-Pemalang.

Itu dilakukan setelah rapat koordinasi antara Muspika, Satlantas Polres, Dishubkominfo, Bina Marga, dan kontraktor pada Senin (6/8) sore di RM Mustika Ciregol selesai dilakukan.

Hasil rakor yang ikut dihadiri perwakilan pengusaha angkutan, sopir truk dan LSM itu memutuskan Ciregol tetap terlarang bagi kendaraan lebih dari dua sumbu atau muatan di atas 16 ton. Begitu mengetahui hasilnya, para sopir langsung membawa truknya ke arah selatan (Purwokerto).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ciregol secara resmi dibuka pada Senin (6/8) pagi. Namun, hanya mobil pribadi, bus, dan truk engkel/diesel yang diperbolehkan lewat sehingga sedikitnya 15 truk dari arah Purwokerto yang hendak menuju ke Cirebon dan Jakarta harus tertahan di sana. 

Camat Tonjong Drs Hudiyono MSi menyatakan larangan bagi kendaraan berat bertujuan untuk menjaga kondisi jalan mengingat perbaikan Ciregol masih belum sempurna. Menurut dia, saat ini Ciregol baru dilapisi dengan aspal pondasi.

‘’Kalau kendaraan dengan muatan berlebihan dibiarkan melintas, hancurlah Ciregol. Sia-sia saja perbaikan jalan nasional ini,’’ kata Camat Hudiyono, kemarin.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kesadaran para sopir truk mematuhi kebijakan tersebut karena manfaatnya untuk kepentingan bersama. Menurutnya, Ciregol baru dibuka untuk semua kendaraan setelah perbaikan selesai 100 persen. ‘’Kalau sekarang rusak lagi maka arus mudik/balik Lebaran akan terganggu.’’(H51-48)


Hakim Jatuhkan Vonis Percobaan


TEGAL - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal akhirnya menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan, kepada terdakwa Paulus Prananto (55), Selasa (7/8).

Majelis yang terdiri atas Heru Prakosa SH MH, Slamet Widodo SH, dan Chairil Anwar SH MHum, membeberkan cukup banyak soal bukti penggelapan uang Rp 1,263 miliar di PT Marguna Tarulata APK Farma, yang dilakukan terdakwa.

Perusahaan yang berlokasi di Grobogkulon, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, dikenal produsen ‘’Pilkita’’.

‘’Setelah mempertimbangkan berbagai hal, majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan,’’ terang Humas PN Tegal Slamet Widodo SH, yang juga salah seorang angota majelis hakim. Dia menambahkan, putusan majelis hakim, sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tegal, Sateno SH.

Dia juga mengatakan, pertimbangan yang dilakukan majelis hakim, antara lain, adanya upaya perdamaian antara pelapor dalam hal ini Dirut PT Marguna Tarulata APK Farma, Purwanto Raharjo dan Paulus Prananto. Bahkan rekening bersama antara keduanya yang sempat diblokir, juga dibuka kembali.

Berkait dengan vonis itu, Paulus dan dua penasihat hukumnya Fajar Ari Sudewo SH MH dan Eddhie Praptono SH MH menyatakan pikir-pikir.

‘’Saya awalnya justru berkeyakinan klien saya bebas. Karena berdasarkan keterangan saksi ahli dan saksi lainnya di persidangan, tidak cukup bukti kalau klien saya didakwa menggelapkan. (D12-48)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER