panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
07 Agustus 2012
SURAT PEMBACA
Servis Gratis Yamaha Dibedakan
Saya tanggal 9 juli 2012 service motor Yamaha Mio J 2012 H 5856 LF (masih dalam masa servis gratis keetiga, nomor buku service 54P 0002158). Saya mempertanyakan kenapa perlakuan servis gratis tak sama dengan yang sudah tidak gratis. Informasi yang saya dapat dari kepala bengkel ada istilah NJS dan KJS apalah itu namanya, yang saya tahu namanya service gratis itu sebagai layanan purnajual, kenapa kok dibedakan? Apa karena tidak bayar?

Waktu itu saya antre dari jam 10.15, dan sampai pukul 13.45 belum juga dikerjakan. Setelah saya tanyakan ternyata yang mengerjakan servis gratis cuma dua orang khusus. Akhirnya saya memutuskan pulang dan tak jadi servis. Padahal untuk servis saya telah meluangkan waktu ke bengkel Yamaha Mataram Sakti Soegijopranoto.

Aryanto
Jl Citarum Selatan V/63
Semarang, 02470322962


Soal Uang Tanda Jadi Pembelian Mobil Telah Selesai
 
Saya, Haryadi, alamat Perum Banget Ayu Regency Blok A 10, RT 09/RW 01 Semarang menyatakan, sehubungan dengan surat pembaca 25 Juli 2012 tentang uang tanda jadi yang belum dikembalikan di dealer PT Boro-budur Oto Mobil Semarang Jl Jenderal Urip Sumoharjo Km 16,5 No 99 Mangkang, Semarang, sudah diselesaikan dengan baik. Perwakilan PT Borobudur Oto Mobil dan disaksikan oleh A. Djamil telah menyerahkan uang tanda jadi sepenuhnya.

Untuk itu melalui surat pembaca ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada PT Borobudur Oto Mobil dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang cepat dan segera menanggapi surat pembaca dari saya. Demikian penjelasan kami dan saya anggap permasalahan itu sudah selesai.

Haryadi
Perum Banget Ayu Regency
Blok A 10, RT 09/RW 01
Semarang

* * *

Perjalanan Bahasa Jawa

Akhir-akhir ini dalam beberapa tulisan disebutkan tentang bahasa Jawa yang terpinggirkan. Saya coba mengenang masa lalu ketika bahasa Jawa masih dianggap penting.

Di zaman kolonial, sejak tahun 1930, sudah mulai banyak anak pribumi yang diterima di Sekolah Dasar (SD) berpengantar bahasa Belanda. Dalam keluarga ada yang tetap dididik menurut adat Jawa dan diharuskan berbahasa Jawa halus (krama inggil) oleh orang tuanya.

Ada pula sedikit yang terus menerus berbahasa Belanda. Keadaan ini berlangsung hingga kekuasaan Belanda berakhir di Indonesia, tergantikan oleh pemerintah militer Jepang. Orang pun takut berbahasa Belanda. Guru kami priyayi Jawa lulusan Negeri Belanda mendadak mengajarkan tembang Sinom.
Guru yang lain lagi bercerita tentang lakon Rama-Shinta dan Pandawa-Kurawa. Kami, satu per satu, maju ke depan kelas dan menceritakan pengalaman dalam bahasa Jawa kromo. Untuk budaya Jawa dibuka kursus tari serimpi di berbagai tempat. Ya..., bahasa dan budaya Jawa telah menyelamatkan kami selama pendudukan Jepang, 1942 - 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Jawa menjadi pemanis dan untuk basa-basi, misalnya: Maturnuwun atas kerawuhan Bapak dan Ibu di gubuk saya. Para orang tua menyesuaikan dengan bahasa anak di sekolah, kadang masih ada aksen Jawa, misalnya ”mbok jangan jajan terus to”.

Untunglah para ahli bahasa dan budaya Jawa selalu menghidupkan (nguri-uri). Bahasa Jawa sekarang cenderung bersifat ilmiah dan khusus, misalnya untuk sastra, wayang, dan seni karawitan.

Dalam pergaulan sehari-hari banyak digunakan bahwa Jawa sedang (krama madya). Demikianlah sekelumit perjalanan bahasa Jawa.

Dra Supratignyo, M.Ed
Jl Stonen 5, Semarang
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER