panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
02 Agustus 2012
Fitness Sore Hari, Beban Latihan Dikurangi
MESKI sedang berpuasa, namun para fitness mania tak lantas meninggalkan hobinya mengangkat beban. Dalam kondisi stamina yang kurang fit karena menahan lapar dan dahaga, mereka tetap semangat berolahraga. Semangat itu muncul demi mewujudkan keinginannya, yaitu mewujudkan tubuh sehat dan ideal.

Bahkan, sebagian besar fitness mania beranggapan nge-gym (istilah berolahraga fitness) di saat puasa memiliki banyak nilai positif. Selain dapat mengendalikan kadar lemak dalam tubuh, nge-gym juga sering dilakukan dalam upaya ngabuburit (menunggu waktu berbuka puasa). Seperti halnya yang dilakukan salah satu fitness mania, Mas Is (48) warga Banyumanik, Semarang.

Selama sembilan tahun terakhir, ia aktif menggeluti fitness. Pria yang kesehariannya bertugas sebagai petugas keamanan di Perumahan Duta Bukit Mas, Banyumanik itu mengaku fitness untuk mendukung kondisi fisik dan kebugarannya.

”Puasa wajib saya jalani selama bulan Ramadan, namun fitness juga tetap saya lakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Hanya saja porsi latihan mengangkat beban saya kurangi,” kata Mas Is yang biasa latihan otot di Roy Fitnesss and Aerobic, Banyumanik.

Menahan Lapar

Jika biasanya sering fitness pagi hari, kini latihan beban kerap dilakukan sore hari selama Ramadan. Biasanya, ia berolahraga dua jam menjelang berbuka puasa.
”Saya sering nge-gym sembari nunggu buka puasa, sekaligus kumpul bareng teman-teman juga. Tak perlu diet, bulan Ramadan ini kesempatan emas bagi pecinta fitness untuk mengendalikan kadar lemak yang menumpuk dalam tubuh,” tambah pria yang masih terlihat gagah pada usianya tersebut.
Seorang fitness mania, Soni (25) juga mengungkapkan hal hampir sama. Warga Jalan Gajah Birowo, Genuk itu mengaku tetap setia berlatih mengangkat beban pada setiap bulan Ramadan. Meski demikian, porsi latihan beban untuk pembentukan tubuh berbeda.

”Karena harus menahan lapar dan dahaga, saya latihan beban yang ringan-ringan. Biasanya saya latihan fitness satu jam sebelum berbuka puasa, waktu itu juga dihabiskan untuk ngobrol dengan sesama fitness mania,” jelasnya.
Pengelola Roy Fitnesss and Aerobic, Bambang S menyatakan, tak perlu takut kehabisan energi saat fitness.

”Selama seseorang masih punya lemak yang harus dibakar, maka mereka tak akan pernah kehabisan energi. Patut diingat, lemak ini adalah cadangan energi berlebihan dari makanan yang selama ini dikonsumsi,” tandasnya. Diakuinya, selama Ramadan memang terjadi perubahan pola latihan pada fitness mania. Jika semula pecinta fitness banyak berlatih pagi hari, kini cenderung sepi. Keramaian terjadi mulai pukul 16.00 dan malam hari setelah shalat tarawih. (Royce Wijaya SP-69)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER