panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
20 Juli 2012
Siaran yang Menyejukkan
  • Oleh Farhan Hilmie
Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Umat Islam di Jateng sebaiknya  menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk  berbenah dan meningkatkan kualitas ibadah untuk  mencapai derajat
muttaqin.

GEGAP-GEMPITA menyambut kehadiran bulan suci juga tampak pada lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio. Mereka berlomba menyuguhkan program acara dengan sentuhan nilai religius. Hal ini menjadi rutinitas tahunan bagi lembaga penyiaran. Sama halnya dengan umat islam yang mengisi Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, lembaga penyiaran pun dengan segala programnya dirancang khusus untuk menyertai aktivitas umat Islam pada bulan suci ini.

Ramadan menjadi momentum strategis bagi pengelola lembaga penyiaran. Karena itu, keberadaannya dimanfaatkan secara maksimal dengan menghadirkan ragam mata acara bernuansa Islami, baik dalam bentuk sinetron, sinekuis, humor, dialog, tablig akbar, maupun infotainment.
Fenomena ini sangat kontras bila dibandingkan dengan aktivitas penyiaran di luar bulan tersebut.
Sebagaimana kita saksikan, dominasi program acara yang mengumbar cerita asmara, perselisihan keluarga, gaya hidup glamour, kekerasan, gosip, sampai pertikaian elite politik menjadi program unggulan yang kita nikmati sepanjang hari. Suguhan program acara lembaga penyiaran seperti jauh dari nilai religius.

Siaran Menyejukkan

Ekspresi lembaga penyiaran dalam menyambut bulan suci tersebut patut kita apresiasi. Karena di tengah persaingan industri penyiaran yang ditandai dominasi orientasi bisnis ternyata masih menyisakan ruang untuk mengeksplorasi nilai religius dalam ranah program siaran.
Sekalipun pertimbangan yang mendasarinya tidak lain aspek bisnis, fakta itu masih melegakan karena semangat Ramadan menjadi inspirasi dan sekaligus bingkai aktivitas insan penyiaran.

Secara umum, program siar-an bertujuan menarik dan mendapatkan sebanyak mungkin pemirsa (audience).
Menurut Edwin T Vanne dan Lynne S Gross (1994), ada lima tujuan penayangan sebuah program televisi, yakni mendapatkan sebanyak mungkin pemirsa, target pemirsa tertentu, prestise, penghargaan, dan kepentingan publik.
Tujuan itu bukan berarti tidak berlaku bagi radio. Hal itu mengingat dua lembaga penyiaran tersebut, yakni televisi dan radio, punya tujuan sama yakni merebut sebanyak mungkin empati dan simpati dari pemirsa dan pendengar.
Sebagaimana media massa lainnya, radio dan televisi tidak berada dalam ruang hampa tapi dalam lingkungan masyarakat yang dinamis dan heterogen, dengan segala kompleksitas permasalahannya. Karenanya, radio dan televisi menjadi bagian dari institusi sosial yang terikat dengan norma, etika, dan budaya masyarakat.  
Publik berharap isi siaran radio dan televisi, sebagai institusi sosial, bisa sesuai dengan nilai-nilai agama, sosial, dan budaya yang mengakar di tengah dinamika masyarakat.

Untuk itu, media penyiaran seyogianya tidak membangun dan tidak mengembangkan wacana yang antisosial, memicu konflik, sikap hedonis, abai terhadap problem sosial.
Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi lembaga penyiaran untuk mewujudkan keinginan dan harapan publik akan siaran yang menyejukkan, berbasis etika agama dan sosial, tidak mengumbar hasrat erotisme, cabul, kekerasan, fitnah, serta bohong dan menyesatkan. Mempertentangkan agama, suku, ras dan antargolongan sekalipun dibingkai dalam program religi, selain melanggar UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, juga tidak mencerminkan siaran yang menyejukkan, mencerahkan, dan memberdayakan.

Semua insan penyiaran perlu membangun komitmen itu supaya bisa bisa memenuhi harapan masyarakat.
Selain itu, terpenuhinya harapan tersebut dapat menunjukkan bahwa media penyiaran telah menempatkan pemirsa dan pendengarnya sebagai subjek penting, bukan sebaliknya hanya menjadikannya sebagai objek. (10)

— Farhan Hilmie, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng, Wakil Ketua DPD KNPI Jateng

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER