panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
16 Juli 2012
Warga Demangharjo Protes Pembangunan Pabrik
  • Dikhawatirkan Timbulkan Bau Tak Sedap
SLAWI- Warga Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, protes pembangunan pabrik yang diisukan memproduksi makanan dengan bahan baku ikan. Bahan baku itu dikhawatirkan menimbulkan bau tak sedap, sehingga warga meminta pembangunan dihentikan sementara.

Protes warga itu dilakukan dengan mendatangi pembangunan pabrik yang berada di depan Masjid Tafzul Arifin Demangharjo pada Jumat sore (13/7) lalu.

Warga yang hadir didominasi kaum perempuan hanya duduk-duduk di lokasi pembangunan pabrik. Selain itu, puluhan warga hanya berdiri di tepi jalan pantura. Kondisi itu membuat jalur pantura padat merayap. Aksi warga dijaga ketat aparat keamanan dari Polres Tegal.  

’’Protes warga sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Kami tidak ingin lingkungan tercemar karena pembangunan pabrik berbahan baku ikan,’’ kata seorang warga Demangharjo, H Umuar (52).

Perjanjian Tertulis

Dia mengatakan, kedatangan para warga untuk meminta penjelasan kepada pengelola pabrik. Mereka ingin memastikan pabrik itu bergerak di bidang apa. Untuk memberikan kenyamanan di lingkungan sekitar, warga meminta ada perjanjian tertulis untuk tidak memproduksi makanan dengan bahan dasar ikan.

’’Kami tidak menghalang-halangi orang berusaha, tapi jangan pabrik ikan dan daging,’’ terangnya.

Tokoh masyarakat Demangharjo, Tubagus Fahmi menjelaskan, protes warga diawali dengan beredarnya isu akan ada investor dari Korea. Investor itu akan menanamkan modalnya untuk membuat pabrik makanan berbahan dasar ikan. Hal itu direspons warga negatif, karena pabrik ikan akan menimbulkan bau tak sedap.  ’’Pabrik ikan di sebelah barat yang telah berdiri juga diprotes warga. Warga tidak menginginkan lingkungannya tercemar,’’ katanya.

Lebih lanjut dikatakan, warga telah dua kali menutup sementara pabrik itu. Namun, hingga kini masih berproduksi. Warga telah membuat surat perjanjian agar pengusaha tidak membuat pabrik dengan bahan dasar ikan.  ’’Warga menunggu pengelola untuk menandatangani surat perjanjian itu,’’ tandasnya.

Hingga kemarin, sebagian warga masih mendatangi lokasi pembangunan pabrik. Sedangkan, pengelola pembangunan pabrik itu belum ada yang bersedia menemui warga. (H64-49)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER